Artikel
Surah al-Qalam: Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah al-Qur’an
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan al-Qalam artinya Kalam yang diambil dari ayat pertama. Nama lainnya, surah Nun, surah Nun Wal Qalam.
Surah ini merupakan surah ke-68 dalam al-Qur’an terdiri dari 52 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Tujuan utama surah ini adalah menghibur Nabi Muhammad saw setelah dicerca kaum musyrikin sebagai orang gila. Melalui surah ini Allah swt menenangkan hati Rasulullah dengan janji dan pujian atas akhlak luhur serta mengingatakan agar tidak mematahi atau melunakkan sikap menghadapi mereka.
Tema lainnya, menegaskan siapa yang memperoleh petunjuk dan membuktikan keberadaannya dengan ilmu yang merupakan cahaya yang sangat jelas dan tidak mungkin tersesat. Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. al-Qalam (Kalam) 68: 1 – 4
“Nūn. Demi qalam dan apa yang mereka tulis (1). Bukankah engkau disebabkan nikmat Tuhanmu seorang gila (2). Dan sesungguhnya untukmu benar-benar pahala yang tidak putus-putusnya (3). Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas berbudi pekerti yang agung (4)”.
Tafsir QS. al-Qalam (Kalam) 68: 1 – 4
Pada awal surah ini, setelah bersunpah dengan nun dan qalam, Allah swt menjelaskan siapa yang meraih keberuntungan dan ganjaran yang tidak putu-putus serta siapa yang akan menerima sanksi dari-Nya.
Allah swt berfirman, Nūn. Demi qalam, demi pena yang bisa digunakan untuk menulis oleh malaikat dan siapapun dan juga demi apa yang mereka tulis. Bukankah engkau wahai Nabi Muhammad saw disebabkan nikmat Tuhan, pemeliharaan dan bimbingan-mu semata, seorang gila sebagaimana dituduhankan para pendurhaka.
Dan sesungguhnya untukmu secara khusus atas jerih payah dan kesungguhanmu menyampaikan dan mengajarkan wahyu llahi benar-benar telah tersedia pahala yang besar dan tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas berbudi pekerti yang agung.
Nun adalah salah satu huruf fonemis yang digunakan oleh ayat-ayat al-Qur’an dan digunakan sebagai pembuka surah sebagaimana yang lainnya. Ini sebagai tantangan kepada orang-orang yang meragukan al-Qu’an sebagai kalam llahi.
Huruf-huruf ini mereka kenal, cobalah buat dengan huruf-huruf itu susunan kalimat walau hanya satu surah yang terdiri dari tiga ayat guna menandingi keindahan bahasa al-Qur’an. Pasti mereka tidak akan mampu dan akan gagal.
Kata al-qalam / pena arti sempit pena tertentu yang digunakan malaikat atau sahabat Rasulullah menulis ayat-ayat al-Qur’an. Arti secara umum alat tulis apapun termasuk komputer tercanggih.
Nikmat adalah anugerah Allah swt yang menjadikan Rasulullah terbebas dari segala kekurangan manusiawi. Kaum musyrikin menuduh Nabi Muhammad saw gila karena menyampaikan ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung kecaman kepercayaan mereka.
Kaum musyrikin menduga Rasulullah terganggu oleh setan atau jin sehingga menjadi gila, jin itu yang menyampaikan ayat-ayat al-Qur’an.
Aisyah r.a berkata, “Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an”. (HR. Ahmad). Aisyah r.a juga membaca awal surah al-Mu’minun untuk menggambarkan sekelumit akhlak Nabi Mubammad saw.
Kita tidak mampu memahami semua pesan al-Qur’an maka kitapun tidak mampu melukiskan betapa luhur akhlak Rasulullah saw. Batas pengetahuan kita tentang Nabi Muhammad saw hanyalah bahwa Rasulullah adalah seorang manusia dan Rasulullah adalah sebaik-baik mahluk llahi.
Yaa Allah, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Kabulkanlah permohonan kami.
Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







