Surah al-Muzzammil: Bimbingan kepada Nabi Muhammad SAW, Mempersiapkan Mental Menerima Tugas Penyampaian Risalah dan Rintangannya
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan al-Muzzammil artinya Orang yang Berselimut. Kata ini diambil dari ayat pertama surah ini.
Surah ini merupakan surah ke-73 dalam al-Qur’an terdiri dari 20 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Tujuan dan tema utama surah ini adalah gambaran tentang bimbingan kepada Nabi Muhammad saw agar mempersiapkan mental untuk menerima tugas penyampaian risalah beserta rintangan-rintangannya, juga ancaman kepada pera pengingkar kebenaran.
Tujuan utama lainnya, amal kebajikan menampik rasa takut dan menolak mara bahya, serta meringankan beban. Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. al-Muzzammil (Orang yang Berselimut) 73: 1 – 4
“Hai yang berselimut (1). Bangkitlah di malam hari, kecuali sedikit (2). Seperduanya atau kurangilah dari itu sedikit (3). Atau lebihkan atasnya. Dan bacalah al-Qur’an dengan perlahan-lahan (4)”.
Tafsir QS. al-Muzzammil (Orang yang Berselimut) 73: 1 – 4
Dalam rangka penyampaian wahyu dan pemeliharannya, maka Rasulullah diperintahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi turunnya wahyu yang berat.
Allah swt berfirman, ayat 1- 2, “Hai Nabi Muhammad saw yang yang berselimut. Kurangilah tidurmu danbangkitlah secara sempurna untuk salat dan munajat kepada Allah swt di malam hari, kecuali sedikit dari waktu malam yang engkau gunakan tidur.
Ayat 3 – 4, yaitu seperdua malam atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, hingga mencapai serpertiganya atau lebihkan atasnya yaitu dari seperdua hingga mencapai dua pertiga malam. Dan bacalah al-Qur’an dengan perlahan-lahan dengan bacaan yang baik dan benar.
Kata al-muzzammil dari kata az-zaml berarti beban yang berat atau menggandeng, dari sini kata zamil / teman akrab bagaikan bergandengan dan zimil sesuatu yang dibonceng.
Wahai orang yang berselimut merupakan panggilan akrab dan mesra dari Allah swt kepada Rasulullah. Di sisi lain, penggilan ini ditujukan kepada setiap orang yang tidur malam agar memperhatikan pesan ayat ini dengan menggunakan waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.
Tartil al-Qur’an adalah membacanya dengan perlahan, memperjelas huruf-huruf berhenti dan memulai sehingga pembaca dan pendengarnya dapat memahami dan menghayati kandungan pesan-pesannya.
Yaa Allah, anugerahilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji.Kabulkanlah permohonan kami.
Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







