Artikel
Surah al-Ma’arij: Hari Kiamat serta Peringatan bagi Orang yang Mengingkarinya
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan al-Ma’arij artinya Tempat Naik yang diambil dari ayat ketiga. Nama lainnya, surah Sa’ala Sa’il(un), surah al-Waqi’ (bukan al-Waqi’ah), nama-nama ini terambil dari kata-kata yang terdapat dalam ayat-ayatnya.
Surah ini merupakan surah ke-70 dalam al-Qur’an terdiri dari 44 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang ke-78 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam Al-Qur’an. Dia turun sebelum surah al-Haqqah dan sesudah surah an-Naba’.
Tujuan utama surah ini adalah gambaran tentang pembuktian hari Kiamat serta peringatan bagi orang yang mengingkarinya. Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. al-Ma’arij (Tempat Naik) 70: 1 – 7.
“Seseorang penanya telah bertanya tentang kedatangan siksa yang bakal terjadi (1). Untuk orang-orang kafir yang tiada baginya seorang penghalangpun (2). Dari Allah, Pemilik tempat-tempat naik (3). Malaikat-malaikat dan Rūḥ naik kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (4). Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang indah (5). Sesungguhnya mereka memandangnya jauh (6). Sedangkan Kami memandangnya dekat”. (7)
Tafsir QS. al-Ma’arij (Tempat Naik) 70: 1 – 7
Pada awal surah ini dikemukakan keheranan ada yang bertanya dengan tujuan mengejek tentang hari Kiamat.
Allah swt berfirman, seseorang penanya telah bertanya dengan nada mengejek tentang waktu kedatangan siksa yang bakal terjadi. Siksa yang pasti akan dijatuhkan Allah swt untuk orang-orang kafir yang mantap kekufurannya.
Siksa yang tiada bagi jatuhnya seorang penghalangpun yang dapat mencegah dan menolaknya. Siksa yang datangnya dari Allah, Pemilik tempat-tempat naik yaitu pemilik semua langit yang merupakan sumber kekuatan dan keputusan serta tempat naiknya malaikat-malaikat atau amal saleh.
Malaikat-malaikat dan Rūḥ yakni malaikat Jibril atau jiwa sang mukmin naik kepada-Nya yaitu tempat turunnya perintah Allah swt atau arah ketinggian yang mampu dicapai mahluk sesuai dengan maqom / kedudukan mereka disisi Allah swt.
Siksa itu akan dialami orang kafir pada hari Kiamat nanti dalam sehari yang kadarnya buat yang disiksa selama lima puluh ribu tahun dalam perhitungan hari-hari mereka yakni terasa amat sangat panjang.
Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang indah tanpa keluh kesah sambil menerima ketetapan Allah swt disertai dengan ketabahan dan upaya menaggulanginya sesuai kemampuan.
Sesungguhnya orang-orang kafir memandang siksaan itu jauh yaitu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya dekat yaitu pasti terjadi lagi sangat mudah bagi Kami.
Kata al-Ma’arij dari kata ‘araja berarti naik. Ma’arij bentuk jamak dari mi’raj yaitu alat yang digunakan untuk naik. Pelaku kata ta’ruj yang dikaitkan dengan malaikat serta Ruh untuk menggambarkan betapa sulit dan jauh serta betapa agung Allah swt.
Lima puluh ribu tahun bisa jadi waktu terasa sangat lama atau kadarnya sama dengan tahun yang dikenal di bumi. Uraian ini ingin mendekatkan pemahaman kita tentang perbedaan ukuran waktu antara sehari dan sehari bagi dua hal yang berbeda.
Yaa Allah, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka. Kabulkanlah permohonan kami.
Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







