Surah al-Fil: Kegagalan Ekspansi Abrahah dan Pasukan Bergajah Menghancurkan Ka’bah

 

 

Bacaan Lainnya

Surah al-Fil: Kegagalan Ekspansi Abrahah dan Pasukan Bergajah Menghancurkan Ka’bah

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan al-Fil artinya Gajah. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama lainnya, surah Alam Tara.

Surah ini merupakan surah ke-105 dalam al-Qur’an terdiri dari 5 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rasulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rasulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-19 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah al-Kafirun dan sebelum surah al-Falaq.

Tema utama adalah uraian tentang kegagalan upaya ekspansi yang dilakukan oleh Abrahah al-Asyram al-Habasyi dengan pasukan bergajahnya yang dikerahkan dari arah Yaman menuju Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah. Peristiwa ekspansi ini terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Abrahah berkeinginan membangun tempat peribadatan dan ia menyatakan kepada pemimpinnya yang tertinggi di Ethiopia, Negos Najafi, ingin membangun tempat peribadatan yang demikian megah sehingga orang-orang yang pergi ke Ka’bah beralih ke Yaman tepatnya di San’a. Saat ini lokasi bekas bangunan masih ada.

Ketika Abrahah dengan kemarahannya pergi membawa pasukan bergajah ke Mekkah dan tiba pada lokasi 3.5 km dari Mekkah. Penduduk Mekkah berfikir, mereka tidak mungkin menghadapi ini. Kakek Nabi Muhammad saw Abdul Mutholib pemimpin Mekkah menghadap Abrahah dan berkata, “Kamu mengambil unta-unta saya, saya minta kembalikan unta saya”.

Abraha menjawab, “Tadinya saya hormat padamu, saya fikir akan membicarakan tentang pembelaan Ka’bah, tetapi meminta unta”. Abdul Mutholib pun menjawab, “Unta itu milik saya, saya berkewaajiban untuk membela hak saya. Ka’bah bukan milik saya, itu milik Tuhan, Dia yang akan bela, bukan saya, karena saya dan masyarakat saya tidak mampu untuk membelanya dihadapanmu”. Maka Ketika itu terjadi apa yang dilukiskan oleh surah ini.

Peristiwa ini sangat popular bagi masyarakat Mekkah sampai-sampai tahun kehadirannya dikenal denga tahun gajah. Tujuan lainnya, pembuktian tentang kebenaran kebinasaan para pendurhaka. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. al-Fil (Gajah) 105: 1, “Apakah engkau belum melihat apa yang dilakukan Tuhanmu terhadap pasukan bergajah?”

Tafsir QS. al-Fil (Gajah) 105: 1, melihat boleh dengan pandangan mata atau hati. Kata fa’ala jika pelakunya manusia maka berkesan perbuatan yang buruk. Jika pelakunya Allah swt artinya siksa atau ancaman terhadap pasukan bergajah.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait