Suasana War Takjil Area Kemiling Langkapura

WAR TAKJIL – Penampakan suasana spot kuliner area Stadion dan Jl Teuku Cik Ditiro, Kemiling, Selasa petang. | Muzzamil

Bongkarpost.co.id

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung,

Udara sejuk, langit sebagian wilayah mendung tipis sebagian cerah, hujan gerimis libur sejenak, seolah mengerti suasana kebatinan umat muslim tengah berpuasa untuk keluar rumah barang sebentar, ngabuburit sekadar, Selasa (4/3/2025) petang bertepatan H4 Ramadan 1446 Hijriah.

Demi memenuhi permintaan sejawat pelaku usaha mikrokuliner bilangan dua kecamatan, pelanggan tetap buka stan tiba Ramadan, Bongkar Post menyambangi mereka dengan menyusuri sepanjang Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Langkapura dan Teuku Cik Ditiro mulai dari Pasar Modern Lebak Budi, hingga jalur dua Jl Teuku Cik Ditiro Kemiling, hingga tugu perbatasan Kota Bandarlampung dan Kabupaten Pesawaran, Selasa petang.

“Halo Bang, pakabar. Ya Allah dah setahun ya gak ketemu. Masih Bang, seputaran es inilah kita bisanya hehe,” serinai itu, cercah wajah Yunita (43), penjual es cendol tepi Imam Bonjol. Yunita unik, jajakan es pakai sepeda. Ia jemput bola ke titik-titik konsumen ramai. Tiga tahun alias tiga Ramadan sudah, pewarta bak jadi informan untuknya. Mana yang ramai segera ia luncur kesana. Yunita, semangat!

Pelan nun pasti, Honda Beat pewarta susuri. Bersua mereka para pejuang rupiah, pejuang keluarga. “Pejuang Ramadan juga geh bang, kan kita puasa juga, tuh si Rani nanyain Abang mana katanya om gondrong haha,” celoteh Sri Ismayatun, penjual rujak tahu, dari atas sepeda roda tiga merek Cina tunggangannyi. Rani putrinya, kini kelas 3 SD. Rani terampil meladeni pembeli.

Lambaian tangan Rani masih nampak hingga sekira 10 meter dari spion. Membatin, pewarta doakan ia kelak jadi orang sukses.

Lebih padat dibanding bulan biasa, Jalan Imam Bonjol juga menjadi penyaksi transaksi di atas rata-rata pelaku usaha mikrokuliner ini kala Ramadan tiba. Tahun lalu saja, sedikitnya 369 pedagang pinggir jalan Imam Bonjol ini yang berhasil pewarta abadikan suasana jibakunya sekurun H3 hingga H28 Ramadan. Menyusut jelang H-5.

Mereka jajakan macam-macam. Kurang lebih senada tahun ini. Dari es buah, es bubur sumsum, es campur, es cendol, es cendol durian, es cincau, es dawet, es doger, es kelapa muda, es jeruk, es sticky milk, es timun suri, dan ada wajah baru, tren baru lantaran meawarkan varian berbeda, es teler.

Selain, serbaneka kue basah, jajanan pasar, kudapan mulai dari kue apem, bakpia, banana roll cake, kue biji salak, bika ambon, bolu kukus, caranikang, cenil, kue cubit, kue cucur, kue dadar gulung, gemblong, getuk lindri, Klappertart, kue klepon, kue ku, lapis legit, lemper, lumpia, kue lumpur, kue lupis, kue nagasari, onde-onde, pancake, pancong, kue pukis, kue putu, kue putu Mayang, kue serabi, kue sus, kue talam, wingko Babat, dan lainnya.

Aneka kue basah ini “bersaing ketat” dengan aneka panganan lainnya mulai dari bakso bakar, bakso tusuk, bubur kacang ijo, burger, cilok, cilor, donat kentang, empek-empek, gulali, jeruk sunkis, kebab, kerang hijau, kurma, martabak telor Bangka, nanas madu, roti bakar, roti kering, sate ayam/kambing, sate Padang, sawo matang, aneka sayur matang, seblak jebret, singkong keju, tahu Sumedang, tekwan, dan lainnya.

Dan ada satu spot yang menyedot, mana penjajanya cantik pula, Singkong Meledak, namanya. Dijajakan dari mobil bak terbuka. Petang ini, jajanan unik ini mejeng sekitar 30 meter sebelum jalan masuk area Pasar Tani Kemiling. Aduhai penuh sesaknya.

Di pelataran Lapangan Stadion Kemiling, tepatnya mulai Senin (3/2/2025) kemarin hingga 23 Maret mendatang, terdapat spot kuliner khusus yang diorganisir Smile Project, komunitas even setempat. Ramainya gak ketulungan. Dua petugas polisi dari Polsek Kemiling tampak kompak mengatur arus lalu lintas di area U-Turn depan jalan masuk.

“Aih bang gondrong ketemu lagi. Ini bang buat bukaan,” sekelebat Amir, penjaja sop buah setengah memaksa pewarta menerima tiga bungkus jualan andalannya. Amir motor baru.

“Haha, berkat doa Abang,” terbahak tersipu, Amir lancar berceloteh ini itu perkembangan sejumlah rekannya yang juga pewarta kenali, buah tahun ke tahun tak pernah absen jualan di Kemiling, kecamatan nan bertumbuh ini. Keliling. Ya, Amir dan rekan, terbiasa jualan keliling tiap hari dimanapun ada pasar kaget. Dia hapal mulai dari tempat, rute, hingga omzet rerata harian mereka dapatkan.

Demikian sedikit rekam suasana H4 Ramadan, di “war takjil” area Kemiling dan Langkapura, Bandarlampung. Mereka sejenak fokus raup rupiah, meski tak seberapa hasil, jauh dari hasil mana yang para koruptor dapatkan dari mencoleng uang mereka –rakyat, seperti hari-hari ini tengah ramai diberitakan media.

Pembaca budiman, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan seluruh amalan mulia yang menyertainya. Ramadhan Kareem. (Muzzamil)

Pos terkait