Samanta, Pria Paruh Baya Yang Rumahnya Roboh Butuh Perhatian Pemerintah

Bongkarpost.co.id (Tanggamus) – Sungguh sangat memprihatinkan nasib Samanta (77), seorang pria paruh baya, yang selama ini hidupnya hanya bergantung pada belas kasih para tetangganya, karena dia tidak memiliki apapun yang dapat dia kelola sebagai sumber penghasilan untuk menyambung hidupnya.

Samanta yang tinggal menumpang di kerabatnya yang berlokasi di Pedukuhan Suka Sari, Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Bacaan Lainnya

Ketika dijumpai awak media di sebuah gubuk kerangka miliknya, Samanta mengatakan selama kurang lebih dua setengah tahun ini ia tinggal numpang dirumah saudara, karena rumahnya roboh ambruk dan tidak bisa ditempati lagi.

“Dan saat ini saya ingin membuat tempat tinggal lagi, namun saya tidak mampu karena terlalu minimnya keadaan saya, sedangkan untuk makan sehari-hari pun saya selalu di beri dari sodara dan tetangga. sekarang ini saya sedang membuat rangkai gubuk, itupun karena uluran tangan dari mereka yang merasa kasihan kepada saya,” kata Samanta.

Istri Samanta yang sudah meninggal dua setengah tahun yang lalu, dan tidak memiliki anak dari pernikahannya tersebut, tetapi ia memiliki anak angkat, dan sekarang sudah berumah tangga.

“Saya tidak ingin merepotkan dia, karena keadaan diapun tidak punya, dia juga buruh serabutan yang penghasilanya tidak tentu, kadang dapat, kadang tidak,” ungkapnya dengan menggunakan kalimat bahasa Sunda karena dia tidak fasih berbahasa Indonesia.

Samanta memang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pekon dan juga dapat bantuan lansia, dan berharap kepada Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Tanggamus, agar dapat memperhatikan orang seperti dia.

“Saya berharap Pemerintah Daerah membantu untuk tempat tinggal saya, apa lagi sekarang ini saya tidak memiliki tempat tinggal, dikarenakan gubuk saya roboh yang akhirnya menumpang dirumah saudara yang kebetulan kosong, karena pemiliknya sedang kerja di Jakarta. Dan sebentar lagi pemilik rumah akan pulang,” harapnya.

Di tempat yang sama Wahyudi (42) salah satu tetangga membenarkan bahwa kehidupan Samanta selama ini memang sangat memprihatinkan. Apalagi tidak memiliki penghasilan mengingat usianya yang sudah tua.

“Pak Samanta memang sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah khususnya dari Pemkab Tanggamus,” pungkasnya.

(Ar)

Pos terkait