Ringankan Beban Warga, Pemkot Bandarlampung Gelar Pasar Murah Ramadan Mulai 25 Februari

Foto. Erwin, Kadis Perdagangan Kota Bandar Lampung (ist)

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memastikan pasar murah Ramadan perdana akan digelar pada 25 Februari 2026. Program ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat menjelang dan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Erwin, mengatakan pasar murah merupakan program prioritas Wali Kota Bandarlampung yang secara khusus disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

“Pasar murah pertama akan kita laksanakan pada 25 Februari. Selanjutnya, kegiatan serupa akan digelar dua kali lagi, yakni di pertengahan Ramadan dan menjelang akhir Ramadan,” ujar Erwin, Jum’at (6/2/2026).

Menurut Erwin, pasar murah tersebut akan dilaksanakan secara bergilir di 20 kecamatan yang ada di Kota Bandarlampung. Berbagai komoditas kebutuhan pokok disiapkan, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga tepung terigu.

Ia menegaskan, seluruh bahan pokok yang dijual dalam pasar murah telah mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar.

“Komoditas yang kami sediakan sudah disubsidi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa program pasar murah ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, terutama di momen meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Kami ingin memastikan ketersediaan barang tetap aman dan harga tetap terkendali. Harapannya, masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” ujar Erwin.

Ia juga berharap kehadiran pasar murah Ramadan ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Ini juga sekaligus menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga di momentum keagamaan,” pungkasnya.(Jim/*)

Pos terkait