Ribuan Personel Disiagakan, Polda Lampung Kunci Jalur Mudik 2026: Pelabuhan hingga Jalan Rusak Jadi Sorotan

Ribuan Personel Disiagakan, Polda Lampung Kunci Jalur Mudik 2026: Pelabuhan hingga Jalan Rusak Jadi Sorotan

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Bandar Lampung — Polda Lampung menggelar pengamanan besar-besaran dalam rangka Operasi Ketupat Krakatau 2026, dengan fokus utama mengawal arus mudik Lebaran yang diprediksi memuncak dalam dua gelombang pertengahan Maret.

Sebanyak 4.232 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan seluruh simpul transportasi strategis di Provinsi Lampung, mulai dari pelabuhan, jalan tol, hingga jalur arteri lintas Sumatera.

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada titik-titik krusial pergerakan pemudik.

“Seluruh titik transportasi seperti Pelabuhan Bakauheni, bandara, stasiun, hingga terminal sudah dipetakan dan disiagakan personel,” ujar Kapolda, Jumat (13/3/2026).

 

Pelabuhan Bakauheni Jadi Titik Kritis

Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera–Jawa, Pelabuhan Bakauheni menjadi pusat perhatian dalam skema pengamanan tahun ini.

Kapolda meninjau langsung kesiapan pelabuhan, termasuk antrean kendaraan, dermaga, hingga kantong parkir sebagai langkah antisipasi lonjakan pemudik.

“Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu titik krusial dalam arus mudik nasional,” tegas Helfi.

Ia memastikan seluruh sistem pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan pelayanan telah dipersiapkan maksimal untuk mencegah penumpukan kendaraan.

 

Jalur Rusak Tak Ditoleransi

Tak hanya pengamanan, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran untuk tidak menunggu perbaikan pemerintah jika ditemukan jalan rusak di jalur mudik.

“Kalau ada kerusakan… harus segera dilakukan perbaikan sementara,” tegasnya.

Langkah ini diambil untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat saat arus mudik.

 

92 Pos Disiapkan, Pengawasan Diperketat

Untuk mendukung operasi, Polda Lampung mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di titik rawan kecelakaan dan kriminalitas.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk:

Patroli intensif di jalur mudik

Pengawasan di pelabuhan dan terminal

Antisipasi kejahatan konvensional seperti pencopetan

Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada selama perjalanan mudik.

 

Puncak Mudik Diprediksi Dua Gelombang

Berdasarkan pemetaan lintas sektoral, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada:

14–15 Maret 2026

18–19 Maret 2026

Lonjakan ini diprediksi akan memadati jalur utama, khususnya akses menuju Pelabuhan Bakauheni.

 

Catatan Bongkar Post:

Operasi Ketupat Krakatau 2026 memperlihatkan pola klasik:

Lampung kembali menjadi “leher botol” arus mudik Sumatera–Jawa.

 

Meski ribuan personel dan skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan, dua faktor krusial tetap menjadi penentu:

 

Kesiapan infrastruktur jalan

 

Manajemen antrean di pelabuhan

 

Jika dua titik ini gagal dikendalikan, kemacetan panjang nyaris tak terhindarkan. (*)

Pos terkait