Produk Teh PTPN I Terpajang di Gerai Twinings London

Produk Teh PTPN I Terpajang di Gerai Twinings London

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, JAKARTA – Twinings, gerai dan kedai teh legendaris di London, Inggris memajang teh produk PTPN I (Persero) di salah satu etalasenya. Berdiri sejak 1706, Twining menjadi barometer kualitas dan reputasi teh dari seluruh dunia. Melalui kurasi yang ketat, beberapa jenis teh premium produk PTPN I disejajarkan dengan teh-teh klangenan para sultan mancanegara

Citra elite produk teh yang diproduksi PTPN I di beberapa kebun di Indonesia itu disampaikan Sekretaris Perusahaan Aris Handoyo, Senin (22/6/26). Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan penetrasi pasar teh lebih luas dan menembus reputasi teh elite dunia. Kepercayaan Twinings dan berbagai fasilitas hospitality elit dunia menggunakan teh produk PTPN I adalah pengakuan reputasi yang tak terbantahkan.

Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaing dengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I.

Aris Handoyo mengungkapkan, performa operasional komoditas teh korporasi saat ini berada dalam koridor yang solid. Kekuatan ekspor dan penetrasi pasar internasional ini ditopang penuh oleh luasnya areal produktif serta tren produktivitas yang terus merangkak naik secara berkelanjutan.

“Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasil membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare,” kata Aris Handoyo.

 

Melihat rekam jejaknya, tren produksi teh kering PTPN I dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan grafik yang terus menguat secara signifikan pada sisi produktivitas lahan. Tercatat pada tahun 2022, produksi kering berada di angka 29,05 juta kilogram dengan produktivitas 1.685 kg/ha. Performa ini sempat terkoreksi di tahun 2023 menjadi 25,97 juta kilogram (produktivitas 1.499 kg/ha), sebelum akhirnya bangkit kembali di tahun 2024 dengan raihan 28,44 juta kilogram (produktivitas 1.651 kg/ha).

Puncaknya terjadi pada tahun 2025, di mana performa produktivitas melonjak tajam menembus angka 2.004 kg/ha dengan total volume produksi kering mencapai 29,28 juta kilogram. Catatan operasional yang impresif tersebut berbanding lurus dengan serapan pasar internasional. Sepanjang tahun lalu, PTPN I sukses mengapalkan volume ekspor hingga 8,9 juta kilogram.

Ekspansi Pasar Global

Aris memaparkan bahwa peta pasar ekspor PTPN I kini telah menggurita ke berbagai belahan dunia. Malaysia masih tercatat sebagai ceruk pasar ekspor terbesar, disusul oleh negara-negara Asia lainnya seperti Korea dan Thailand. Produk teh korporasi juga merambah kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga menembus ketatnya pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.

“Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaing ketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitas ini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai teh legendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris,” tambah Aris memaparkan posisi tawar produk.

Hilirisasi Menyasar Selara Gen Z

Di samping mempertahankan dominasi pada ceruk pasar teh curah (bulky), PTPN I kini bergerak agresif menggenjot hilirisasi demi menciptakan nilai tambah di pasar domestik. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan penetrasi produk retail andalan, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas.

Lebih jauh, korporasi juga menangkap dinamika tren pasar baru dengan mengembangkan produk teh siap minum atau Ready to Drink (RTD). Inovasi produk ini sekaligus menjadi senjata utama PTPN I dalam merangkul generasi muda agar kembali melirik dan mengonsumsi produk teh lokal.

PTPN I menyadari bahwa mendekati generasi muda memerlukan pendekatan yang luwes dan relevan dengan gaya hidup kekinian. Untuk itu, perusahaan meluncurkan strategi yang mengalir langsung ke dalam ekosistem anak muda. Langkah pertama diawali dengan menghadirkan inovasi produk kemasan Ready to Drink yang dirancang praktis demi mengimbangi mobilitas tinggi mereka yang serbacepat.

Kedekatan produk tersebut kemudian diperkuat lewat kampanye digital yang masif di media sosial. Melalui konten-konten kreatif, PTPN I mengedukasi generasi muda mengenai filosofi mendalam serta segudang manfaat kesehatan di balik kebiasaan minum teh, sehingga mematahkan stigma bahwa teh adalah konsumsi generasi tua. Bahkan dikampanyekan teh merupakan minuman nikmat yang menyehatkan karena anti oksidan yang tinggi.

Tidak berhenti di ruang digital, penetrasi berlanjut ke dunia nyata dengan menyasar langsung ‘ruang ketiga’ atau tempat berkumpulnya anak muda. PTPN I mendorong masuknya produk teh premium lokal ke kafe-kafe modern tempat mereka bersosialisasi, menjadikan aktivitas minum teh lokal kembali naik kelas sebagai bagian dari tren gaya hidup modern kekinian.

Bidik Pasar Premium Dunia

Melihat potensi pasar teh premium yang terus menggeliat, PTPN I telah menyiapkan cetak biru ekspansi yang lebih luas di pasar internasional. Setelah sukses menembus pasar premium di Kanada dan Dubai, korporasi kini tengah merancang langkah strategis berikutnya untuk memperkuat posisi di Eropa.

“Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia,” pungkas Aris Handoyo.

Melalui integrasi hulu ke hilir yang kokoh, penguatan volume produksi, serta kejelian membaca arah pasar masa depan, PTPN I optimistis teh Indonesia tidak hanya akan terus bersemi di tanah air, tetapi juga semakin harum dan berdaya saing tinggi di kancah internasional. (*)

Pos terkait