Perkuat Akses Antardesa, Koramil 412-02/SS dan Warga Ngecor Pondasi Jembatan Perintis Garuda
Bongkar Post, LAMPUNG UTARA – Akses transportasi dan mobilitas peningkatan kesejahteraan antar Desa Negeri Sakti dan Desa Cahaya Makmur bakal segera terhubung lebih layak. Guna mewujudkan hal tersebut, Babinsa Koramil 412-02/Sungkai Selatan Praka Heru bersama warga setempat bahu- membahu melaksanakan gotong royong pengecoran pondasi Jembatan Perintis Garuda yang melintasi Sungai Tulang Mas, Jumat (03/07/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini difokuskan pada dua agenda krusial, yaitu pemasangan besi coran dan pengecoran pondasi utama jembatan. Infrastruktur ini direncanakan menjadi jembatan gantung dengan spesifikasi panjang 16 meter dan lebar 1,7 meter, membentang di atas sungai selebar 10 meter.
Pembangunan Pondasi yang kuat menjadi kunci utama proyek ini. Pasalnya, karakteristik Sungai Tulang Mas memiliki fluktuasi air yang cukup ekstrem. Pada kondisi kering, kedalaman air hanya berkisar 2 meter. Namun, saat curah hujan tinggi, permukaan air bisa melonjak drastis hingga mencapai kedalaman 5,5 meter. Pengecoran pondasi yang kokoh diharapkan mampu menahan hantaman debit air saat cuaca buruk.
Gotong Royong TNI dan Rakyat
Meski melibatkan personel yang terbatas yakni 1 orang Babinsa Koramil 412-02/SS dan 5 orang perwakilan warga Desa Negeri Sakti, semangat gotong royong di lapangan tetap membara. Pengerjaan dilakukan secara manual namun terukur demi memastikan kualitas beton pondasi benar-benar solid.
Dampak Besar Bagi Ribuan Jiwa
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jalur vital yang sangat dinantikan oleh masyarakat di dua desa, yakni Desa Negeri Sakti dan Desa Cahaya Makmur, Kecamatan Sungkai Barat, Lampung Utara.
Berdasarkan data di lapangan, jembatan ini nantinya akan menjadi tumpuan bagi Penerima Manfaat 242 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.098 jiwa. Akses Hasil Bumi, Mempermudah petani mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar, Akses Pendidikan, Menjadi jalur utama anak-anak sekolah untuk menuju fasilitas pendidikan dengan aman tanpa harus memutar jauh.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pengecoran pondasi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan fondasi yang kini mulai terbentuk, asa masyarakat untuk memiliki jembatan gantung yang aman dan kokoh kini selangkah demi selangkah lebih dekat menjadi kenyataan. (Anton).







