Foto. Budi Ardianto, Plh Kepala DLH Kota Bandar Lampung (ist)
Bongkar Post, Bandar Lampung
Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mematangkan langkah penanganan sampah secara terintegrasi, seiring rencana besar pengolahan sampah menjadi energi listrik yang tengah disiapkan bersama lintas pemerintah daerah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan Pemkot Bandar Lampung.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tahapan sosialisasi kepada masyarakat masih akan terus diperkuat agar program ini dapat dipahami secara luas.
“Program ini sedang berjalan sesuai tahapan. Ke depan, sosialisasi akan terus kita tingkatkan agar masyarakat mengetahui dan bisa ikut berpartisipasi,” ujar Budi kepada media ini pada Jumat (17/4).
Program pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis biosel saat ini tengah memasuki tahap persiapan.
Pemerintah menargetkan proses tender dapat dimulai tahun ini, dengan pembangunan infrastruktur berlangsung hingga akhir 2027 dan operasional penuh direncanakan pada 2028.
“Insyaallah tahun ini masuk proses tender. Pembangunan ditargetkan selesai 2027, dan operasional penuh bisa berjalan pada 2028,” jelasnya.
Dalam skema tersebut, Pemkot Bandar Lampung akan berperan dalam pengangkutan sampah dari sumber menuju lokasi pengolahan yang direncanakan berada di kawasan Kota Baru.
Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Selain itu, Pemkot juga mulai memperkuat peran masyarakat melalui program bank sampah yang akan dikembangkan hingga tingkat RT. Program ini melibatkan warga, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Bank sampah akan kita dorong sampai ke lingkungan RT. Ada insentif yang disiapkan, misalnya penukaran sampah plastik dengan kebutuhan pokok, sehingga masyarakat semakin termotivasi,” kata Budi.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Bandar Lampung juga melakukan pembenahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.
Penataan dilakukan agar sampah yang masuk dapat dikelola lebih rapi dan tidak menumpuk.
“TPA Bakung tetap kita benahi sambil menunggu sistem besar ini berjalan. Sampah diratakan dan ditata supaya lebih tertib,” tegasnya.
Melalui langkah bertahap ini, Pemkot Bandar Lampung optimistis sistem pengelolaan sampah ke depan akan menjadi lebih tertata, modern, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif. (Jim)







