Obituari: ‘Daun Jatuh’, Ali Rahman, Semoga Syuhada

SELAMAT JALAN – Ucapan belasungkawa dari Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian, Senin. | dok/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

LAMPUNG, BONGKARPOST.CO.ID – Ditengah haru biru segenap sumber daya bergempita membersamai konsolidasi pemerintahan dan pembangunan daerah oleh kepala daerah – wakil kepala daerah produk Pilkada 2024 pun di Lampung, kabar duka tetiba meruyak.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah meninggal dunia, saudara kita, Bupati Way Kanan, Ali Rahman, di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Tanjungkarang, Bandarlampung, hari ini pukul 11.04 WIB.

Semoga Allah ampuni segala dosanya, diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” petikan seliweran warta lara, sekian menit terafirmasi, Senin siang, 10 Maret 2025.

 

Lampung kehilangan.

Nukilan video amatir beredar luas, jenazah mendiang Bupati Way Kanan 2025–2030 langsung diboyong untuk dikebumikan dekat makam mendiang ibundanyi di Kampung Mukti Jaya, Kecamatan Umpu Semenguk, Way Kanan.

Sepanjang perjalanan, sirine ambulans pelat merah bernomor polisi BE 9172 BZ milik RSUDAM Tanjungkarang Bandarlampung, seolah turut tersayat sembilu. Daun jatuh.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Saya tahu beliau orang baik. Semoga husnul khotimah, berkumpul bersama ahli surga. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin,” panjat Arwan Syarifudin, doa kehilangan, tokoh muda Way Kanan atas kepergian ke alam baka, Ali Rahman.

“Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan ditempatkan di Surga-Nya Allah SWT. Aamiin. Way Kanan berduka,” takzim penyiar Radio Azzahra 96,3 FM, mahasiswi PGMI/SD STAI Ma’arif Baradatu Way Kanan, Aprilia Miftah Aulia Rahma.

Belasungkawa demi mendengar, turut dilarung lembaga penyelenggara unsur pelaksana, KPU Lampung. “Segenap keluarga besar KPU Provinsi Lampung mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Drs. H. Ali Rahman, M.T. bin HM Daud, Bupati Kabupaten Way Kanan pada hari Senin, 10 Maret 2025,” akun ofisial @kpu_lampung, Senin, disitat.

ALI RAHMAN, lengkap gelar Drs. H. Ali Rahman, M.T., M.H., Bupati Way Kanan ke-8 kelahiran Blambangan Umpu, Way Kanan, 10 Agustus 1970, putra HM Daud – Sri Umiati ini, wafat dalam perawatan intensif di Ruang ICU RSUD terbesar milik Pemprov Lampung itu.

Penderita komplikasi diabetes ini terkena serangan jantung. Dia dilarikan ke RS Bumi Waras, Senin dini hari lalu dirujuk ke RSUDAM. Hembuskan napas terakhir, 9 jam kemudian.

Kerabat, ASN Pemkab, berkerumun depan ruang jenazah, sembab mata tersayat duka dalam. Info Lurah Kedaton Bandarlampung, Maironi, famili almarhum, Ali berencana cek up ke RS Siloam Jakarta. Usai pemulasaran jenazah, mereka beringsut iringi ambulans.

Tiba di kampung halaman, hingga usai prosesi pemakaman di tempat peristirahatan terakhir, aura duka kehilangan tiada pupusnya. Ribuan pelayat banjir air mata.

Belum lama, bupati terpilih terlantik masa bakti lima tahun kedepan ini punya hajat besar. Menikahkan sulung, Muhammad Putra Galang Rahman.

Dia berbesanan dengan mendiang ulama NU KH Abdul Chalim dan Hj Kholisoh, ortu kakak beradik politisi hijabers: eks Bupati Lampung Timur 2016–2018 dan Wakil Gubernur Lampung 2019–2023 kini anggota DPR/MPR dapil Lampung II cum Ketua PKB Lampung Chusnunia; anggota DPD/MPR dapil Lampung 2019–2024 kini Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela; dan bungsu, anggota DPRD Lampung 2024–2029 dr Sasa Chalim Nur Syajarotuddur mantu Ali Rahman.

Galang-Sasa menjalani akad nikah di Ponpes Alhidayah Almakshumiyyah di Jl TN Way Kambas, Desa Rajabasa Lama, Labuhan Ratu, Lampung Timur, Sabtu (22/2/2025). Dan resepsi di Bagas Raya, Jl Soekarno-Hatta, Tanjungsenang, Bandarlampung, esoknya. Menyusul resepsi senada di Way Kanan.

Diketahui kemudian salah satunya berdasar keterangan salah satu orang dekat mendiang, tokoh reformasi Lampung asal Way Kanan Cahyalana, beberapa waktu lalu, mendiang terpaksa absen, seizin resmi Kemendagri, untuk tidak ikuti Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang 21-28 Februari usai pelantikan serentak di Jakarta 20 Februari lalu.

Lantaran demi mengetahui rencana jadwal pelantikan semula 6 Februari nun akhirnya ditetapkan mundur 14 hari, saat bersamaan sebelumnya telah susun jadwal akad-resepsi nikah putranya sejak jauh hari. Ali berencana ikut Retret susulan.

Momen haru juga terasa terulang saat pisah sambut bupati dan wakil bupati, setelahnya. Mendiang dan bupati sebelumnya 2021–2025 Raden Adipati Surya, larut dalam suasana. Ali Rahman Wakil Bupati Way Kanan periode lalu.

Ali Rahman; warga Jl Lintas Sumatera Nomor 111 RT/RW. 001/001 Kampung Negara Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, Way Kanan, acap disapa Anten oleh kalangan terdekatnya ini, suami Hj. Eka Listriyeni, S.KM., ayah tiga putra: M. Galang Putra Rahman, Agung Sagar Rahman, dan Rori Rahman.

Alumnus SDN Negeri Baru (dulu Kecamatan Blambangan Umpu, kini) Umpu Semenguk, SMPN Blambangan Umpu, muhibah seberang mukim studi di SMAN 3 Bogor, Jawa Barat.

Lulusan D3 Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Tanjungkarang ini, tuntas sarjana S1 Manajemen Pembangunan dan Daerah di kampus kedinasan, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Jakarta. Gelar S2-nya, Magister Teknik Magister Hukum di Universitas Bandar Lampung (UBL).

Peniti karir birokrat satu ini masih muda usia, 22 tahun 266 hari saat mengampu jabatan kepegawaian pertama kali, kelak di kabupaten kampung halaman, sebagai Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Bahuga, 3 Mei 1993 silam, saat itu masih wilayah Lampung Utara, kabupaten induk Kabupaten Way Kanan.

Pengingat, Bumi Ramik Ragom ini salah satu kabupaten pemekaran Lampung Utara, berdasar UU Nomor 12/1999 tarikh 27 April 1999, beribu kota Blambangan Umpu, berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ilir di Sumatra Selatan; dengan populasi per Juni 2024, 493.071 jiwa.

Kala itu, kala mendiang Kasi Pembangunan Bahuga, Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Blambangan Umpu, Mansyur Nur.

Menyusul tiga tahun kemudian, era Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Blambangan Umpu ke-5, Rifdi Arief, dia menjabat senada di Blambangan Umpu, 4 Juni 1996.

Di sini, dia pernah ikut santiaji Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) Tingkat II Calon Penatar P4 1997–1998, Pelatihan Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD) Bagi Aparat Kecamatan (Bandarlampung, 1997), Pelatihan Pengurus LKMD Desa Penerima Bantuan Bank Dunia (Bandarlampung, 1998).

Lanjut, pasca Way Kanan lahir 27 April 1999, dia ditugasi jadi Camat Pembantu Way Tuba per 27 Juni 2000, sempat jadi Penjabat (Pj) Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Way Tuba per 7 Februari 2001 plus tiga bulan berikutnya menjadi Pj Camat Tuba per 2 Mei 2001, serta Pj Camat Bahuga per 9 Februari 2002.

Oleh Tamanuri, Bupati Way Kanan produk Pilkada 2005, dia dipromosikan jadi Kabag Umum dan Perlengkapan Setkab Way Kanan per 13 Juli 2005, didalamnya dia pernah ikut Pemantapan Pembekalan Ujian Sertifikat Pengadaan Barang dan Jasa, serta Bimtek Pengelolaan Aset/Barang Milik Negara, dua ini di Hotel Iblis Mangga Dua, Jakarta 2006.

Hingga kemudian, dipercaya pula menjabat sebagai orang nomor satu di dinas pemda yang acap disebut sebagai dinas “basah”, jadi Kadis PU Way Kanan per 28 April 2008.

Barangkali lebih oleh sebab pemengaruh kedekatan emosionalnya; kala itu menjabat pula sebagai Ketua DPD KNPI kabupaten setempat, dengan Ketua DPD KNPI Lampung yang juga putra Gubernur Lampung saat itu Sjachroedin ZP yang baru saja terlantik jadi Bupati Lampung Selatan: Rycko Menoza, dia didapuk amanat karenanya pindah tugas jadi Kadis PU Lampung Selatan, 13 Agustus 2010.

Tiga tahun “bantu” Rycko, Kyay Oedin sang ayah yang naga-naganya kepincut langgam kerja dan stereotip pekerja keras tahan banting seorang dia, boyong Ali ke provinsi.

Kyay Oedin –sapaan akrab Sjachroedin ZP, purnawirawan jenderal polisi pertama yang jadi gubernur di Indonesia pascareformasi, dua periode pula: 2003–2008, dan usai terpenggal setahun kepemimpinan Pj Gubernur lanjut Gubernur Lampung definitif Syamsurya Ryacudu, dia lanjut menjabat 2 Juni 2009 – 2 Juni 2014, masa itu notabene Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung.

Oleh Sjachroedin ZP, pensiunan komisaris jenderal polisi ini, Ali Rahman dimandati jadi Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung per 3 Juli 2013. Seiring musim berganti, kali ini di era kepemimpinan gubernur termuda (34 tahun saat dilantik) dalam sejarah kepemiluan lokal di Tanah Air, Ali Rahman digeser menjadi Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Lampung per 17 Juni 2014, 15 hari usai gubernur baru M Ridho Ficardo dilantik.

Berikut, dan kali ini oleh Raden Adipati Surya, Bupati Way Kanan 2016–2021, Ali Rahman kembali “mulang tiyuh”, kembali muasal.

Dia rendezvous, jadi Kepala Dinas PU Way Kanan per 30 Desember 2016–2019. Lalu mutasi jadi Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Way Kanan 2019–2020.

Sebelum akhirnya, melalui sebuah melodrama politik sepeninggal Wabup saat itu Edward Antony yang memiliki riwayat medis kencing manis, wafat usai sepekan dirawat di ruang isolasi RSUDAM Tanjungkarang Bandarlampung akibat terkonfirmasi positif COVID-19 berdasar hasil tes swab/PCR, Minggu 16 Agustus 2020 pukul 04.49 WIB.

Selanjutnya, Ali Rahman lah kemudian yang petahana Adipati pilih dampinginya sebagai cawabup Pilkada Serentak Nasional Lanjutan Masa Pandemi COVID-19, 9 Desember 2020 hingga terpilih terlantik Bupati-Wakil Bupati kurun menjabat 26 Februari 2021 – 26 Februari 2024, berbasis putusan Mahkamah Konstitusi diperpanjang sampai 26 Februari 2025.

Jika di kabupaten 15 kecamatan, 221 kampung (sebutan Desa sesuai asas subsidiaritas UU Desa di wilayah administratif Way Kanan, Lampung Tengah, Tulangbawang, Mesuji) dan 6 kelurahan ini, Ali dikenal Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Way Kanan 2021-2026.

Teranyar, Ali didapuk jua jadi Dewan Pembina Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Way Kanan 2024–2029 pimpinan Dr Rina Marlina Bustami Zainudin.

Di tingkat provinsi, dia Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HIPJI) Lampung dan Ketua Pengda IOF (Indonesia Offroad Federation) Lampung 2022-2026.

Terkait, nyala jiwa politik, nyali kiprah sosial politik Ali yang membukti paling tidak sejak 27 Agustus 2024 lalu; hari pertama pendaftaran pasangan cabup-cawabup Way Kanan bagian dari 37 Pilkada Gubernur, 508 Pilkada Bupati/Walikota se-Indonesia 2024, saat dia selaku bacabup mendaftar di KPU setempat. Hingga, kemenangan teraih kelak.

Seluruh buahnya berproses, sejak zaman jadi kader Tamanuri, Oedin-Rycko, dan Adipati itu; dinilai turut memengaruhi bentukan agregat ciri gaya kepemimpinan politik khas Ali kelak kini. Ada jua yang mengistilahkan, Ali Rahman alumni universitas kehidupan.

Kini pun, sebagian dari buah itu telah secara alamiah mewaris pula getok tularnya ke diri si sulung, M. Galang Putra Rahman.

Galang, alumnus S1 Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) dimana pernah jadi Ketua SAPMA PP Kota Bandarlampung era kuliah, kini juga Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Ketua Pengcab IOF Way Kanan, bagian pendiri dan Ketua JALANG Lampung Club dan Wakil Ketua KNPI Lampung, usai menang terpilih anggota DPRD Lampung 2024–2029 dapil V Lampung Utara-Way Kanan peraih 41.075 suara sah (1.425 suara di Lampung Utara, 39.650 suara di Way Kanan), bagian dari total raihan 117.720 suara sah partai politik pengusungnya, Partai Gerindra.

Kilas balik, selaku petahana, duet Raden Adipati Surya-Ali Rahman ditetapkan sebagai paslon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan 2021–2024 berdasar Berita Acara dan Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Setiap Kecamatan Tingkat Kabupaten dalam Pilbup Way Kanan 2020, KPU setempat Nomor 229/PL.02.6-BA/1808/KPU-Kab/XII/2020 tarikh 15 Desember 2020. Diperkukuh Rapat Pleno KPU Way Kanan 21 Januari 2021.

Raden Adipati Surya-Ali Rahman, ber-tagline Berani Pasti Aman, paslon 2 ‘koalisi gemuk’ 33 kursi gabungan 7 parpol pengusung yakni Demokrat (11 kursi), PKB (5 kursi), NasDem (5 kursi), PAN (4 kursi), Golkar (4 kursi), PKS (2 kursi), Hanura (2 kursi); plus 5 pendukung (Berkarya, PBB, PPP, Perindo, PSI); meraup 177.222 suara (74,79%).

Mengalahkan paslon penantang, –saat itu publik politik lokal nasional ada menyebut “paslon penyelamat demokrasi lokal” dari sergapan kekuatiran politik praktik Pilkada lawan kotak kosong; paslon 1 Juprius-Rina Marlina (ARJUNA) pengusung PDI Perjuangan yang raup 59.342 suara setara 25,21 persen.

Cukup tegang bin dramatis, usai manuver DPP Demokrat menerbitkan Rekom B1KWK Raden Adipati Surya, ketua DPC setempat, berpasangan dengan bacabup pengganti mendiang Edward Antony, Ali Rahman pada 29 Agustus 2020.

Manuver senada dibesut DPP PDI Perjuangan: cabut rekom duet baru itu, alihkan usungan ke ARJUNA lewat rekom DPP PDI Perjuangan 2107/IN/DPP/VIII/2020, 2 September 2020.

PDI Perjuangan, notabene partai penguasa, ruling party masa itu, melalui keterangan Sekjen DPP Hasto Kristiyanto berpandangan, usai menyigi seksama suasana kebatinan rakyat setempat, berkepentingan untuk tetap terus menjaga marwah demokrasi politik lokal. Sejarah membukti, Pilbup Way Kanan 2020 selamat dari only one electoral candidat.

Meski kala itu, mengorbankan konfigurasi bapaslon terbentuk sebelum, Hasbi Aska-Rina Marlina (Berhias), dan Juprius-Juanda.

Yang kontan bubar jalan bubar barisan, pasca wafatnya Edward. Hasbi mental, Rina yang notabene “kader patuh” –rela mundur dari jabatan anggota DPRD Lampung, usai itu dipasang PDI Perjuangan dampingi Juprius.

Nama terakhir, Juanda, gegara nyalon wabup ini berujung ditendang dari kursi Ketua DPC PKB Bandarlampung lalu hijrah ke PSI (teranyar usai gagal terpilih Pileg lalu, ikut bursa kandidat Pilbup Tulang Bawang 2024).

Satu nama biar tak terlupa nun tak diniatkan lagi buka luka lama, putri mendiang Edward Antony, mantan cawabup periode pertama, bacawabup periode kedua kepemimpinan Adipati, yakni dr Amelya Augustina Ayusari, M.Gizi, Sp.GK., yang sejenak mengemuka disodor jadi kandidat pengganti mendiang nun pupus usai Adipati meminang Ali.

Lalu, berbekal 27 warsa pengalaman birokrasi, berbekal satu periode terpenggal sewarsa jadi orang nomor dua di kabupaten ber-DPT 2024 setotal 346.258 pemilih terdiri 176.638 laki laki, 169.620 perempuan di 1.490 TPS (di Pilkada berkurang), plus modalitas sosial, modalitas politik, jejaring dukungan politik rakyat pemilih Pilkada 2024 lalu.

Ali Rahman mulus melenggang, sembari saat yang sama tetap diekspektasi turut serta menggadang agar Pilbup Way Kanan 2024 dijauhkan dari petaka politik parpol cermin kegagalan jalankan salah satu fungsi utamanya: seleksi politik (saat itu sempat ada kekuatiran jika sampai kejadian hanya ada paslon tunggal alias Pilkada lawan kotak kosong), bareng nama baru bursa kandidasi, adik kandung perempuan Raden Adipati, Ayu Asalasiyah.

Sesuai beleid, sebagaimana praksis sudah, berdasarkan Pasal 203 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1/2014, bahwa “Dalam hal terjadi kekosongan gubernur, bupati dan walikota yang diangkat berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil walikota menggantikan gubernur, bupati dan walikota sampai dengan berakhir masa jabatannya”.

Demi cegah kekosongan kekuasaan, hampir pasti sang wabup akan berproses gantikan mendiang. Sesuatu yang sebelumnya sama sekali tak pernah terbayang.

Ayu Asalasiyah, serupa sulung Ali Rahman: Galang, baru usai ukir capaian elektoral, caleg on terpilih DPRD Way Kanan 2024–2029 dapil 5 (Banjit, Kasui, Rebang Tangkas) peraih 7.065 suara, raihan tertinggi dapil dan total dapil.

Pada Pemilu 2024 lalu, Pemilu mana Demokrat pecah rekor hattrick: parpol pemenang Pileg tiga kali berturut-turut di Way Kanan: 7 kursi DPRD 2014, 11 kursi 2019 dan 10 kursi 2024.

Ada pun 30 kursi DPRD 2024 lainnya, tersebar 6 kursi diraup Gerindra, Golkar dan NasDem sama 5 kursi, PDI Perjuangan dan PKB sama 4 kursi, PKS dan PAN sama 3 kursi.

Dengan demikian, sejatinya Ayu Asalasiyah sekaligus calon terpilih Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan 2024–2029.

Namun, kesejarahan kepemimpinan politik lokal yang versi petahana dua periode Raden Adipati Surya mesti diwariskan kepada sosok tepat, Ayu jualah muara akhir keterpilihan.

Lulusan SMAN 3 Bandarlampung 1997–1999 dan S1 Kedokteran Universitas YARSI Jakarta 2000–2007, Wakil Sekretaris Demokrat Way Kanan per 2022 ini, warga Jl Lintas Tengah Sumatra, Umpu Semenguk, juga didapuk jadi Dewan Pakar Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) setempat, ulah keaktifan gerakan sosialnyi cegah penyalahgunaan narkoba; lewat kiprah Yayasan Hati Jaya pimpinannyi.

Bersama Ali Rahman, Ayu selaku bacawabup, berturut-turut sesuai linimasa, dideklarasikan Ketua DPD PKS Way Kanan Arifin Ahmad, 14 Juni 2024. Menyusul, resmi diusung melalui Rekomendasi DPP PKS Nomor 629.10.13/SKEP/DPP-PKS/2024 tarikh 11 Juni 2024 tentang Bakal Calon Bupati – Bakal Calon Wakil Bupati Kabupaten Way Kanan 2024-2029 Dari PKS.

Ditetapkan di Jakarta, dicap ditandatangani Presiden PKS Akhmad Syaiku – Sekjen Aboe Bakar Alhabsyi diserahkan via DPW Lampung diterus-sampaikan Ali-Ayu via Ketua Bappilu DPD PKS Way Kanan Hamim Akbar dampingi Ketua DPD PKS Way Kanan, 19 Juni 2024. Ali-Ayu pecah telur.

Menyusul rekom kedua parpol bola dunia, melalui lembar Rekom DPP PKB Nomor 32.358/DPP/01/VII/2024. SK 20 Juli 2024 ini ditandatangani Ketum Muhaimin Iskandar dan Sekjen Hasanuddin Wahid, diserahkan lewat Ketua PKB Lampung Chusnunia kepada Ali di Jakarta hari itu juga.

Kiwari, rekom ketiga dilajukan Gerindra Nomor 06.0968/Rekom/DPP-Gerindra/2024 tarikh 29 Juni 2024, diteken Ketum Prabowo Subianto dan Sekjen Muzani, diserahkan Sekretaris Gerindra Lampung Ahmad Giri Akbar mewakili ketuanya Rahmat Mirzani Djausal ke Ali-Ayu di Bandarlampung, 23 Juli 2024. Menyusul PAN, Garuda, Hanura, Perindo, PPP, PSI, Ummat.

Diketahui, selain Ali Rahman-Ayu Asalasiyah, gigih pula rebut simpati parpol pengusung pendukung, paslon lainnya, Resmen Kadapi dan Cik Raden. Duet penantang, aktivis cum advokat dan politisi ini dari PDIP, NasDem (Cik Raden sekretaris DPC) dan Golkar. Usai kalah, paslon ini batal ajukan gugatan PHPU Pilkada ke MK.

Hari duka, melalui media sosialnyi tak lama berselang, Chusnunia via Instagramnyi, bersaksi. “Abi, terima kasih atas cinta kasihnya kepada menantu Abi. Saya bersaksi Pak Ali Rahman adalah orang yang baik,” pilu Nunik, mengunggah foto Ali dan Sasa.

Wagub Lampung Jihan Nurlela mengunggah belasungkawanyi dengan antara lain memilih diksi bahasa Lampung berarti “besan”: Sabai.

“Nanti kita kumpul keluarga di surga sana ya Abi Sabai,” singkatnyi, keterangan foto ia bareng ibunyi, Nunik serta suami dan anaknyi, Galang-Sasa, serta Ali dan istri.

Adapun, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang tengah kunker Safari Ramadan di Kabupaten Lampung Utara, selain khatur ucapan duka, ajak hadirin, Bupati dan Wabup Hamartoni Ahadis – Romli serta Forkopimda beri penghormatan terakhir, doakan Ali. “Al Fatihah,” tutur Gubernur, sela pidato. Dia, Ketua DPRD Lampung bertakziah malamnya.

Berkebetulan, Ali Rahman wafat bertepatan 10 Ramadan 1446 H. Genapi obituari ini nun tak demi diperdebatkan, mengutip buku “Keistimewaan Puasa Menurut Syariat & Kedokteran oleh Syeikh Mutawalli Sya’rawi” terbitan Qultum Media, ada dalil menyebut wafatnya seseorang dalam kondisi berpuasa.

“Dari Amr bin Murrah al Juhni berkata, seseorang dari Qudha’ah datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila aku mengucapkan syahadat Lailahaillahu wa annaka Rasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya kamu adalah utusan Allah), aku salat lima waktu, melakukan puasa Ramadan, mengerjakan ibadah (salat Tarawih) bulan Ramadan dan menunaikan zakat?”

Rasulullah: “Barang siapa yang meninggal dunia seperti ini maka dia termasuk golongan syuhada’ dan shiddiqin.” [H.R. Ibnu Hibban].

ALLAH Maha Pencipta, bukan saja penulis skenario perjalanan umat hambaNya. Nun jua, kapan harus action, kapan harus cut, Dia lah sebaik-baiknya sutradara.

Kini, tunai sudah janji bakti. Selamat jalan, Ali Rahman. Semoga syuhada. (Muzzamil)

Pos terkait