Nobar Film “Pesta Babi” di Bandar Lampung Tuai Ragam Tanggapan Peserta

Nobar Film “Pesta Babi” di Bandar Lampung Tuai Ragam Tanggapan Peserta

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Bandar Lampung – Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang digelar Organisasi Cipayung Plus Bandar Lampung di kawasan Tugu Adipura, Selasa malam (13/5), tidak hanya dihadiri ratusan peserta, tetapi juga memunculkan beragam tanggapan dari kalangan penonton.

Pemutaran film karya jurnalis dan filmmaker Dandhy Dwi Laksono tersebut berlangsung di Tugu Adipura menggunakan layar proyektor dan diikuti organisasi mahasiswa, kepemudaan, hingga masyarakat umum yang melintas di sekitar lokasi.

Sejumlah peserta mengaku kegiatan tersebut membuka ruang diskusi mengenai kondisi sosial dan konflik agraria di Papua.

“Anak muda melek harus nonton, agar tahu kondisi saudara kita di luar sana,” ujar salah satu peserta berkomentar usai pemutaran film.

Komentar lain juga menyebut film tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap kondisi masyarakat Papua.

“Ya harusnya emang gini sih biar tahu saudara kita yang di Papua lagi berjuang,” ucap peserta lainnya.

Namun, tidak semua tanggapan bernada dukungan. Seorang peserta lain mengingatkan agar masyarakat tidak langsung terbawa alur cerita film tanpa melihat kondisi Papua secara menyeluruh.

“Jangan sampai terpancing dengan alurnya. Yang tahu sebenarnya mereka di sana, orang yang pernah bertugas atau tinggal di Papua,” katanya.

Komentar itu juga menyinggung kekhawatiran adanya penggiringan opini publik terkait kondisi Papua melalui film dokumenter.

Meski menuai pro dan kontra, kegiatan nobar berlangsung kondusif hingga selesai. Sejumlah peserta tampak tetap mengikuti jalannya pemutaran film dan diskusi secara tertib.

Film dokumenter Pesta Babi sendiri mengangkat isu konflik lahan, deforestasi, serta perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan. Dalam beberapa waktu terakhir, pemutaran film tersebut menjadi sorotan publik setelah sejumlah agenda nobar di beberapa daerah dilaporkan mengalami pembubaran.

(Rusmin)

Pos terkait