Muscab PKB Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah Kandidat Kuat
Bongkar Post, Lampung Timur
Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Timur digelar di lokasi wisata Taman Purbakala Pugung Rahardjo, Kecamatan Sekampung Udik, Sabtu (11/4/2026).
Dari hasil Muscab, Ela Siti Nuryamah kembali masuk dalam rekomendasi bersama 2 kader lainya yakni Rida Rotul Aliyah dan Gunardi yang akan dibawa ke DPP PKB selanjutnya.
Dari ketiganya, Ela Siti Nuryamah menjadi kandidat kuat yang akan memimpin kembali partai berlogo bola dunia tersebut.
Muscab 5 tahunan tersebut juga di hadiri pengurus DPP PKB Indun Anisa, Ketua DPW Lampung; Chusnunia Chalim, Jihan Nurlela, Wakil Bupati Azwar Hadi, serta perwakilan dari pengurus partai politik lainya di Lampung Timur.
“Muscab DPC PKB di Lampung Timur ini saya rasa adalah Muscab terbaik yang saya saksikan. Pantas saja Lampung dinobatkan menjadi DPW terbaik soal kaderisasinya oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar” ungkap Indun Anisa saat sambutan sekaligus memimpin jalanya Muscab.
Sementara Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim menjelaskan bahwa agenda Muscab tersebut dilaksanakan secara serentak di setiap daerah di Provinsi Lampung, dengan konsep dilakukan di ruang terbuka untuk mendukung UMKM dan pariwisata serta harus dilaksanakan secara riang gembira.
“Dalam Muscab tidak ada kandidat dan pemilihan Ketua. Namun, dari beberapa rekomendasi, kader terbaik akan kita sampaikan ke DPP untuk dilakukan uji kelayakan, kompetensi dan dipilih mana yang terbaik” kata Chusnunia.
Ditempat yang sama, Ela Siti Nuryamah praktis menjadi sorotan. Selain menjabat Plt Ketua, ia juga memiliki posisi strategis sebagai kepala daerah. Kombinasi yang dalam politik sering kali menjadi “modal awal” yang tak kecil.
Ela sendiri tak menampik pencalonannya. “Saya selama ini masih ditunjuk sebagai Plt Ketua, melanjutkan kepemimpinan sebelumnya,” ujarnya. Namun ia juga menegaskan, jika terpilih definitif, dirinya hanya akan melanjutkan program yang sudah ada dengan tambahan sentuhan modernisasi partai.
Ela menyebut PKB tengah bergerak menjadi partai yang lebih modern dan kompetitif, bahkan mampu bersaing dengan partai nasionalis. Salah satu indikatornya, kata dia, adalah cara partai mengemas kegiatan seperti Muscab yang digelar di kawasan wisata sejarah, bukan di hotel atau gedung formal. PKB mulai bicara soal lingkungan, konservasi, hingga perubahan iklim.
Untuk diketahui bahwa selama ini PKB dikenal sebagai partai berbasis tradisi, kekinian mencoba merangkul isu-isu global. Dari pesantren ke perubahan iklim lompatan yang ambisius, sekaligus penuh tantangan. (Fadli)







