Momentum HUT Ke-1 FORSA Lampung, Wujud Komitmen Lestarikan Karya Rhoma Irama dan Perkuat Persaudaraan

Momentum HUT Ke-1 FORSA Lampung, Wujud Komitmen Lestarikan Karya Rhoma Irama dan Perkuat Persaudaraan

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Lampung Tengah

Ratusan anggota dan simpatisan Fans of Rhoma and Soneta (FORSA) dari berbagai daerah di Lampung menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) FORSA ke-1 yang digelar di Bedeng 5, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (12/07/2026).

Acara tersebut Mengusung tema “Membangun Budaya Bangsa, Menjaga dan Melestarikan Karya Sang Raja, Peduli Sesama, Jayalah FORSA Selamanya”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen para penggemar musik dangdut dalam melestarikan karya-karya legenda musik Indonesia, Rhoma Irama dan Soneta Group.

Perayaan tersebut dihadiri Bupati Lampung Tengah, I. Komang Koheri, yang diwakili Camat Trimurjo, Anwar Sadat, S.Kom., Anggota DPD RI Provinsi Lampung Bustami Zainudin, serta pengurus dan anggota FORSA dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Ketua PAC FORSA Kecamatan Trimurjo, Sutoro, S.E., mengatakan bahwa FORSA bukan sekadar komunitas penggemar musik dangdut, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, FORSA Trimurjo saat ini memiliki sekitar 290 anggota aktif, sementara jumlah simpatisan terus bertambah dan sulit dihitung. Organisasi tersebut lahir dari pertemuan-pertemuan sederhana yang dilakukan para pecinta musik dangdut di Kecamatan Trimurjo.

“Awal terbentuknya FORSA di Kecamatan Trimurjo berawal dari rembuk-rembuk kecil. Saat itu Bapak Supariono yang masih menjabat sebagai Camat Trimurjo mengumpulkan para musisi agar memiliki wadah untuk bersatu melalui organisasi ini,” ujar Sutoro.

Ia menambahkan, musik dangdut memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Karena itu, kehadiran FORSA mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

“Musik dangdut di kampung sangat mudah diterima masyarakat. Begitu FORSA hadir di Lampung, banyak masyarakat yang datang dan ingin menjadi anggota. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap karya-karya Rhoma Irama masih sangat besar,” katanya.

Melalui peringatan HUT ke-1 ini, FORSA berharap dapat terus berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya menjaga dan melestarikan karya Sang Raja Dangdut, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI)/DPR RI Provinsi Lampung, Bustami Zainudin, menyampaikan bahwa FORSA harus menjadi organisasi yang mampu menjadi wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat saling membantu di antara seluruh anggotanya.

“Jadikan organisasi ini sebagai tempat bersilaturahmi, tempat berbagi kebahagiaan, saling asah, asih, dan asuh. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing ketika ada persoalan di antara kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan FORSA memiliki peran penting sebagai pendamping Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI). Menurutnya, kedua organisasi tersebut saling melengkapi layaknya dua sisi mata uang.

“PAMDI menjadi wadah para penyanyi dangdut, sedangkan FORSA adalah rumah bagi para penggemar Rhoma Irama dan Soneta. Tanpa dukungan para penggemar, pertunjukan musik dangdut tidak akan semarak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh pengurus FORSA di berbagai daerah untuk terus mengembangkan organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan kabupaten agar semakin banyak masyarakat yang ikut menjaga eksistensi musik dangdut.

Ia mengingatkan bahwa dangdut yang dahulu sempat dipandang sebagai musik pinggiran, kini telah mendapat pengakuan luas sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

Menurutnya, konsistensi Rhoma Irama selama puluhan tahun dalam memperjuangkan musik dangdut menjadi salah satu alasan mengapa musik tersebut semakin dihargai, bahkan di tingkat internasional.

Karena itu, ia berharap FORSA dan PAMDI terus berjalan beriringan dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengenalkan musik dangdut kepada generasi muda.

Selain sebagai wadah pecinta musik, ia menilai berbagai kegiatan FORSA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui seni dan budaya.

Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada FORSA serta berharap organisasi tersebut semakin solid, berkembang, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat ulang tahun untuk FORSA. Semoga organisasi ini semakin maju, anggotanya selalu sehat, kompak, dan terus menjadi bagian dalam melestarikan karya-karya Sang Raja Dangdut sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(WB)

Pos terkait