Melalui Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Pengelohan Sampah Organik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis
Bongkar Post, Lampung Selatan– langkah cepat terkait Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus melakukan upaya dan perubahan terkait pengelolaan sampah guna memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis,guna mengatasi persoalan sampah di Lampung selatan.
Langkah tersebut merupakan bagian terpenting untuk mendukung program yang di canangkan oleh Bupati Lampung Selatan dan sekaligus program unggulan HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) .
Komitmen sekaligus wujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah oleh Nusa Semaka Creativepreneur tentang pemanfaatan eco enzyme dan fruit enzyme yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (22/6).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah organik yang masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan masyarakat yang harus kita kelola dengan baik agar bermanfaat dan menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani menyampaikan, pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat ini sangat bermanfaat apa bila kita kelola dengan baik.
“Dengan kegiatan sosialisasi ini, kita memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah organik yang selama ini masih menjadi permasalahan di masyarakat. Sampah organik dapat diolah menjadi eco enzyme dan dikembangkan menjadi berbagai produk seperti sabun, pupuk, antiseptik, produk perawatan kulit, hingga minuman kesehatan,” tegas Tri.
Ia juga menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Pemerintah Lampung Selatan, khususnya Program HELAU, yang mendorong terciptanya lingkungan bersih, sehat, dan produktif melalui partisipasi aktif masyarakat.
Tri juga berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, sehingga tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pada kesempatan kegiatan sosialisasi Pemerintah kabupaten Lampung Selatan turut menghadirkan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kehadiran SPPG dinilai penting mengingat salah satu persoalan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan limbah organik, khususnya sisa sayur-mayur yang berpotensi dimanfaatkan menjadi eco enzyme dan bisa mengatasi persoalan yang selama ini terjadi terkait persoalan limbah organik.
Sementara itu, perwakilan Nusa Semaka Creativepreneur, Eka Khairunisa, menjelaskan bahwa eco enzyme dan fruit enzyme yang dikembangkan tidak hanya bermanfaat sebagai pupuk, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan untuk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.
“Eco enzyme dan fruit enzyme yang kami kembangkan dapat diolah menjadi sabun, facial wash, face cream, salep kulit hingga minuman kesehatan. Inovasi ini memanfaatkan kombinasi dari 55 jenis buah atau kulit buah yang dipadukan dengan 10 jenis minyak premium sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus ramah lingkungan,” imbuh Eka.
Disisi lain kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung selatan Yespi Cory di dampingi PLT Kabid Persampahan dan B3,ia berharap inovasi tersebut dapat diterapkan lebih luas melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan sampah organik juga dinilai mampu menciptakan produk bernilai tambah yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui edukasi ini, Pemerintah kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat implementasi Program HELAU di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan,hingga persoalan sampah lambat Laun dapat kita atasi dan dan kalah penting kalau di kelola dengan baik maka secara otomatis mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat” harapnya. (Daeng Agus)







