Kontroversi Advokat Hotman Paris: Lawyer and Liar, Menyikapi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kontroversi Advokat Hotman Paris: Lawyer and Liar, Menyikapi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Jakarta– Seperti Fletcher Reede, pengacara flamboyan yang diperankan Jim Carrey dalam film *Liar Liar* (1997), yang tiba-tiba terikat sumpah tak bisa berbohong selama 24 jam karena permintaan anaknya—Hotman Paris Hutapea menghadirkan narasi dramatis dalam kasus eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Sebelum ditunjuk sebagai kuasa hukum, pernyataannya pedas memuji keberanian Polri. Setelahnya, posisinya berbalik total, membantah tuduhan terhadap kliennya. Perubahan sikap ini menjadi sorotan utama dalam feature ini, mencerminkan dinamika advokasi yang tajam di tengah proses hukum.

Sebelum Penunjukan: Apresiasi terhadap Polri

Sebelum resmi menjadi kuasa hukum Febrie pada 17 Juli 2026, Hotman Paris menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap institusi Polri. Ia memuji keberanian aparat dalam melakukan penggeledahan di belasan lokasi terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat eks Jampidsus. Pernyataan ini selaras dengan upaya pemberantasan korupsi yang sedang bergulir, di mana Polri bersama Polda Metro Jaya aktif mengusut perkara yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Agung pada 11 Juli 2026.

Penggeledahan tersebut melibatkan puluhan lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor, termasuk rumah di Sentul yang diakui Febrie sebagai miliknya. Penyidik menyita aset bernilai ratusan miliar, seperti 74 kg emas batangan dan uang dalam berbagai mata uang. Saat itu, Hotman menyoroti pentingnya keberanian aparat penegak hukum dalam membersihkan dugaan penyimpangan, tanpa ragu mendukung proses tersebut sebagai bagian dari komitmen antikorupsi.

Setelah Penunjukan: Pembelaan Total dan Bantahan

Dinamika berubah drastis setelah Hotman Paris menerima surat kuasa pada Jumat pagi, 17 Juli 2026. Ia mendatangi Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, mendampingi Febrie yang sedang diperiksa sebagai tersangka. Dalam konferensi pers di gedung bundar Kejagung, Hotman memberikan pernyataan yang membantah semua tuduhan terhadap kliennya.

Hotman menegaskan tidak ada pemberian uang dari pengusaha Tan Kian kepada Febrie. “Mengenai apakah Tan Kian tahu memberikan lebih dari Rp50 miliar, jawabannya tidak. Yang jelas tidak ada uang,” katanya. Hotman juga menekankan bahwa kasus Asabri telah diproses sebelum Febrie menjabat Jampidsus, serta menilai kliennya kooperatif sehingga tidak perlu ditahan setelah pemeriksaan panjang.

Pernyataan ini menandai pergeseran 180 derajat. Dari apresiasi terhadap Polri, Hotman kini lebih fokus pada pembelaan klien, menyoroti prosedur dan fakta hukum yang meringankan posisi Febrie.

Latar Belakang Kasus dan Gaya “Liar Liar”

Febrie Adriansyah, yang lahir 19 Februari 1968 dan memiliki rekam jejak menangani kasus besar seperti Jiwasraya dan Asabri, mengundurkan diri pada 11 Juli 2026 di tengah penyidikan. LHKPN mencatat kekayaannya meningkat signifikan. Sebagai tersangka bersama Don Ritto, ia menghadapi ancaman pidana berat terkait korupsi dan TPPU.

Hotman Paris, dikenal dengan gaya mewah dan pembelaan vokal, membawa elemen teatrikal seperti Fletcher Reede. Kariernya sering dibangun atas argumen tajam dan strategi yang kadang kontroversial, tapi ia selalu menegaskan komitmen pada proses hukum yang adil. Perubahan pernyataannya mencerminkan peran advokat: mendukung penegakan hukum secara umum, tapi membela klien secara maksimal setelah terlibat.

Artikel feature ini menggambarkan fakta publik tanpa spekulasi. Peralihan sikap Hotman menunjukkan betapa dinamisnya dunia hukum—di mana satu hari memuji keberanian aparat, hari berikutnya membela klien dengan gigih. Publik menyaksikan seperti penonton *Liar Liar* yang menanti kejujuran di balik drama pengadilan.

Proses hukum masih berlanjut di Kejagung. Semua pihak diharapkan menjaga etika dan transparansi demi keadilan.
(Redaksi)

Pos terkait