CAK ERI – (Ki-ka) Ketua Umum APEKSI cum Walikota Surabaya Dr. Eri Cahyadi beserta istri (kiri), Kajari Bandarlampung Nurmajayani dan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana beserta Forkopimda Plus setempat, serta Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan (kanan), saat pembukaan Bandarlampung Expo di Graha Mandala Alam, Jl Pagar Alam Nomor 31 (Gang PU) Kedaton Bandarlampung, Sabtu (12/7/2025). | Diskominfotik Lampung/Muzzamil
BANDARLAMPUNG, BONGKARPOST.CO.ID — Istimewa. Hajat tahunan pameran dagang dan diseminasi informasi publik capaian hasil dan prestasi pembangunan daerah Kota Tapis kurun setahun terakhir bagian rangkaian peringatan HUT Kota: Bandarlampung Expo 2025, seremoni pembukaannya turut dihadiri Walikota Surabaya cum Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Dr Eri Cahyadi, Sabtu (12/7/2025) malam lalu.
Cak Eri, sapaan pria yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum APEKSI 2025–2030 dalam Munas VII APEKSI 2025 di Surabaya, pada 6-10 Mei lalu, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK cum Ketua Dekranasda Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, sang istri; tampil sepanggung turut membunyikan alat musik tradisional cetik Lampung penanda resmi pembukaan.
Bareng tuan rumah, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana didampingi Wakil Walikota Deddy Amarullah, Ketua DPRD Kota Bernas Yuniarta, Sekdakot Iwan Gunawan, Kapolresta Kombes Alfret Jacob Tilukay, Dandim 0410/KBL Letkol Roni Hermawan, Kajari Nurmajayani, Ketua Pengadilan Negeri Tanjungkarang Nelson Angkat, Ketua Pengadilan Agama Kelas IA Tanjungkarang Yopie Azbandi Aziz, dan Kepala Kantor Kemenag Kota, Makmur.
Serta, bareng Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, yang sekaligus didaulat membuka resmi perhelatan di halaman gedung Graha Mandala Alam, Jl Pagar Alam Nomor 31 (Gang PU) Kedaton Bandarlampung tersebut.
Hadir pula, selain Kakanwil Ditjen Pajak (DJP) Bengkulu-Lampung, Kakanwil Kemenkumham Lampung, perwakilan dari Korem 043/Gatam Lampung, juga sejawat Eri sejawat Eva bagian dari 98 walikota anggota APEKSI, yakni Walikota Metro Bambang Iman Santoso.
Tujuh menitan pidato kehormatan, Eri yang tampil gagah sumringah dengan berbusana adat Lampung, turut buka salam dengan sapa daerah khas Lampung, “tabikpun”. Tiba giliran sapa, Eri menyanjung Bunda Eva, sapaan karib Eva Dwiana, dengan menyebutnyi: walikota perempuan yang luar biasa.
Eri turut menyebut hadir bersama Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, atas nama APEKSI sekaligus mewakili seluruh walikota se-Indonesia mengucapkan selamat hari jadi Kota Bandarlampung ke-343. “343 ini sangat luar biasa, dari angkanya,” sebut Eri.
“Tetapi ketika saya menginjakkan kaki ke Kota Bandarlampung, saya merasakan betul tadi, dari Mars-nya, dari video yang ditampilkan, menunjukkan Kota Bandarlampung ini adalah gerbangnya. Gerbangnya Pulau Sumatra, yang ternyata memang benar-benar menjadi gerbang yang luar biasa,” lanjut Eri impresif.
“Saya sempat berpikir, dulu ketika melihat PAD (pendapatan asli daerah)-nya sekitar 800 (juta rupiah), hari ini 1,8 (triliun rupiah). Berarti apa Bunda Eva?” ungkap tanya Eri.
Ternyata, sambung cepat Eri Cahyadi, “Kota Bandarlampung ini menjadi kota idaman yang (mana) seluruh investasi masuk ke Kota Bandarlampung. Keren Kota Bandarlampung,” ujar Eri ekspresif, acungkan jempol pula.
“Dan saya betul-betul merasakan, rasa persaudaraan yang luar biasa. Tadi juga ditampilkan seni yang menunjukkan rasa toleransi yang sangat luar biasa. Karena sebuah kota itu adalah tempat urbanisasi. Maka disitulah tempat seluruh budaya, seluruh agama, seluruh kerja gotong-royong, kebersamaan itu dilakukan,” Eri menandasi.
“Dan saya melihat Kota Bandarlampung pantas menjadi contoh. Dan bahkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas-nya itu ada insentif yang diberikan, pak Danrem, itu luar biasa ini, pak Kapolda, pak Kapolres. Ini bisa dicontoh oleh wilayah-wilayah yang lainnya,” ujar Eri mengerucutkan poinnya.
“Tapi yang saya garisbawahi, Bunda Eva. Saya merasakan betul, kota itu akan sejahtera, kota itu akan penuh dengan rahmatnya Tuhan, ketika semua pemimpin, apakah itu walikota dan Forkopimdanya itu selalu mengerjakan “ta’allamu watta’ birr wattaqwa” (frasa Arab “belajarlah, berbuat baiklah, bertakwalah),” sisipan pesan Eri, pensiunan dini ASN, mantan Kepala Bappeda Kota Surabaya ini.
“Dan saya merasakan betul, bagaimana tadi, ‘kita akan bergerak bersama’, bergerak saling membantu dalam bertakwa kepada Tuhan. Apa contohnya? SMA diberikan bantuan beasiswa, ditambahkan. Bahkan RT-nya, insentifnya juga ditambahkan, untuk apa.
Untuk menjaga Kota Bandarlampung dengan cara kebersamaan, dengan cara gotong royong, lalu menyadarkan “khoirunnas anfa’uhum linnas”, di mana setiap manusia itu akan bermanfaat bagi manusia lainnya, itu adalah sebaik-baiknya manusia,” ujar Eri.
“Bunda Eva dan warga Bandarlampung, sukses selalu di hari ulang tahun yang ke-343 ini. Teruslah bergerak menjadi orang-orang yang bermanfaat untuk orang lainnya. Dan saya yakin, Bandarlampung, Surabaya, tidak akan berbeda. Karena sejatinya tidak ada kota yang baik dari yang lainnya. Tapi yang terbaik adalah, ketika semua warganya membantu bergerak bergotong royong bersama. Itulah kota yang terhebat di antara semua kota yang ada di Indonesia,” kunci Eri.
“Sekali lagi, selamat milad untuk Kota Bandarlampung, selamat untuk warga Bandarlampung, yang telah menunjukkan kebersamaan yang luar biasa,” takzim Eri, menutup dengan pantun yang dibuatnya saat dalam perjalanan menuju lokasi acara.
“Makan gulai taboh penuh citarasa. Dengan sambal tempoyak meski pedas tidak bikin jera. Bandarlampung dipimpin Bunda Eva dan Forkopimda sungguh luar biasa. Kotanya maju masyarakatnya semakin sejahtera,” pantun pertama, dengan komentar khas penikmatnya diwakili sumber suara: MC Dewa, “cakep..”.
Disusul pantun kedua, yang Eri sebut adalah luapan emosinya terkesima saat injakkan kaki di Bumi Ragom Gawi kelahiran 17 Juni 1682 ini.
“Menjelang pagi terdengar kicauan burung kenari. Hingga siang tiba burung kenari tak kunjung pergi. Ke Bandarlampung tidak cukup cuma sehari. Ingat kotanya dan kulinernya bikin saya dan istri ingin kembali,” pantun kedua Eri. Boleh tepuk tangan, rinai MC Dewa.
“Insyaallah Bandarlampung akan semakin sejahtera. Insyaallah Bandarlampung akan menjadi kota yang luar biasa,” pungkas Eri bikin happy. Sekelebat tampak raut wajah Eva-Deddy yang duduk berdampingan baris depan kursi tetamu, dibuatnya haru berseri.
Sebelum Eri, pidato sekapur sirih Bunda Eva didampingi Wawalkot Deddy, mengucapkan selamat datang tetamu dan meminta warga kota menyambut sesiapapun tetamu dengan pelayanan terbaik. Eva juga menyapa paling sumringah hadirnya Cak Eri. “Bantu kami agar PAD Bandarlampung bisa seperti Surabaya, agar bisa terus memberikan kebaikan dan kemajuan untuk masyarakat,” tutur Eva.
Bagian pertama pidato, Eva bilang peringatan HUT ke-343 Kota Bandarlampung dan seluruh rangkaiannya bukan seremoni belaka, tetapi cerminan dari perjalanan panjang sebuah kota yang lahir dari sejarah perjuangan, dibesarkan oleh semangat gotong royong.
“Dan kini bergerak menuju masa depan yang lebih cerah dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Inilah semangat Kota Bandarlampung Gemilang,” lugas ia, menyebut tema raya HUT tahun ini. Gemilang, dimaknai khusus sebagai Sinergi Potensi Lokal Menuju Kota yang Sehat, Cerdas, Berbudaya, Nyaman, Unggul, dan Berdaya Saing.
Melalui Bandarlampung Expo 2025, Pemkot setempat ingin menegaskan kesejatian bahwa pembangunan tak bisa berjalan satu arah.
Diperlukan ruang dialog, jejaring gagasan, kerja sama multipihak. Dari itu Eva ajak rakyat kota menjadikan sinergi sebagai napas dari inovasi, motor penggerak perubahan kota.
Bandarlampung Expo juga bukan sekadar ajang pameran tahunan. Lebih dari itu, ialah ruang interaktif warga dan pemerintah. Di dalamnya, masyarakat dapat menyaksikan capaian pembangunan, melihat langsung terobosan pelayanan publik, mengakses produk unggulan UMKM, menikmati kekayaan budaya lokal yang jadi identitas Kota Tapis.
“Kita ingin tunjukkan kota ini tumbuh bukan hanya karena kebijakan tapi karena kontribusi seluruh elemen masyarakat,” lugas walikota perempuan pertama di Bandarlampung dan Lampung ini, yang juga Wakil Ketua I Dewan Pengurus APEKSI Bidang Pemerintahan dan Otonomi mendampingi Eri Cahyadi.
“Kami berharap semua program pemerintah dapat dirasakan hingga ke tingkat kelurahan dan RT,” ujar Eva, memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Bandarlampung, terutama di bidang pendidikan, dari Program Bina Lingkungan (Biling) untuk pendidikan gratis bagi rakyat kurang mampu, hingga beasiswa bagi murid SMA hingga lanjut ke perguruan tinggi jadi prioritas utama.
Pidato pembuka Gubernur, tertulis dibacakan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, senada. Usia ke-343, cermin perjalanan sejarah panjang Kota Bandarlampung yang telah tumbuh sebagai pusat pertumbuhan dan peradaban di Provinsi Lampung.
Perayaan ini bukan hanya sebatas seremoni, nun jadi momentum strategis perkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pembangunan daerah. “Bandarlampung sebagai gerbang utama Provinsi Lampung memiliki posisi strategis. Data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, kunjungan pewisata ke Bandarlampung pada 2024 mencapai lebih dari 2,3 juta orang. Menandakan kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi, ditopang destinasi unggulan serta tumbuhnya sektor ekonomi kreatif,” ujar Gubernur.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, lanjut Sekda membacakan, melalui visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas dan tiga misinya, terus mendorong pembangunan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Salah satu fokusnya adalah memperkuat sinergi antar kabupaten/kota, termasuk mendukung langkah Kota Bandarlampung dalam mengembangkan kawasan wisata terpadu dan memperluas pasar produk lokal,” imbuh Gubernur, Bandarlampung tidak hanya sebagai kota administratif.
Tetapi tandas Gubernur, harus menjadi pusat ide, inovasi, dan kreasi. “Kegiatan seperti (Bandarlampung) Expo dan Begawi adalah bentuk nyata dari kebangkitan UMKM dan semangat masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi,” gubernur melugaskan.
Seremoni pembukaan Bandarlampung Expo 2025 diawali dengan performansi tarian Harmoni Nusantara: tarian kolosal kreasi modern tradisional sejumlah adat istiadat budaya Tanah Air diakhiri dengan tari Sigekh Pengunten Lampung ditarikan sekitar 20 menit rancak bergantian oleh hampir 50-an penari remaja putra-putri berbusana adat Aceh sampai Papua, dari Sanggar Tari Tapis Berseri Disdikbud Bandarlampung.
Dilanjutkan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kota Bandarlampung diiringi paduan suara binaan Disdikbud setempat, doa dipandu Kakan Kemenag Kota, pemutaran video profil capaian pembangunan kota, pidato Walikota Eva Dwiana lanjut Eri Cahyadi lanjut pidato tertulis pembuka gubernur diwakili dibacakan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, dan pemukulan cetik Lampung, lanjut peninjauan bersama tetamu VVIP ke seluruh stan peserta.
Acara pembukaan disiarkan langsung oleh TVRI Lampung, RadarTV Lampung, YouTube Bunda Eva, dan RRI Pro 4 Bandarlampung ini disemarakkan hiburan musik menampilkan band lokal Kipas Tua dan band nasional asal Lampung Hijau Daun.
Expo berlangsung 12-19 Juli 2025. Diisi bazar UMKM binaan dinas OPD Pemkot, lomba solo song, pertunjukan konser musik, dan lainnya.
“Pemerintah Kota Bandarlampung juga akan menampilkan capaian hasil-hasil dan prestasi pembangunan kota yang telah diraih setahun terakhir. Kami menarget Bandarlampung Expo 2025 tak hanya jadi ajang hiburan semata tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat persatuan masyarakat kota kita tercinta. Mohon doa, dukungannya,” ujar Kadis Perdagangan Kota, Wilson Faisol, yang juga ‘ketuplak’ expo, pada 7 Juli lalu, pihaknya menarget perputaran duit expo Rp2 miliar.
Pecahkan Rekor MURI Sekubal Terbesar
Pewarta, cukup dibikin kaget, saat ditengah kepungan warga menyesaki arena expo pada Sabtu malam, tetiba dicolek seorang ibu asal Tanjungsenang yang datang bersama putrinyi dan spontan menghampiri lalu bertanya.
“Pak bapak dari media ya. Nanya sih, yang acara sekubal itu kapan ya, hehe,” ujar ia, seraya menangkupkan ujung jilbabnyi ke arah mulut (bahasa tubuh refleks tersipu malu).
Segera sadar yang ia maksudkan, pewarta langsung merujuk tanggal. “Tanggal 27 pagi Bun di Bundaran Gajah,” disahut terima kasih.
Sebagai informasi, “sekubal” dimaksud, yakni rencana agenda pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk makanan khas Lampung berbahan baku utama beras ketan, yakni sekubal terbesar, yang akan dihelat Pemkot Bandarlampung bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di Tugu Adipura (Bundaran Gajah) Enggal, Bandarlampung, pada Minggu (27/7/2025) pagi mendatang.
Sesuai rencana pula, agenda kolosal ini akan diramaikan dengan tangkai lomba masakan tradisional Lampung, serta Parade Budaya Nusantara. Ketiganya, masih bagian rangkaian perayaan HUT ke-343 Kota Bandarlampung.
Mengutip kembali penjelasan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, Adiansyah, medio 2 Juli lalu, kegiatan pemecahan Rekor MURI sekubal terbesar ini, ide Bunda Eva.
“Untuk Rekor MURI ini sesuai inisiatif dari Ibu Walikota Bandarlampung. Nantinya kita akan buat sekubal terbesar diameter 25 centimeter, panjang 25 meter. Kita pilih di Tugu Adipura agar masyarakat bisa ikut menyaksikan dan menikmati sekubal bersama. Ini merupakan bentuk kebanggaan terhadap kuliner khas daerah,” terang Adiansyah.
Mengingat merupakan makanan khas lazim disajikan sebagai menu hidangan Lebaran, berbahan dasar ketan dan santan yang dibungkus daun pisang dimasak dengan dikukus, yang proses pembuatannya sendiri demi untuk mendapatkan tingkat kematangan yang berkorelasi dengan tingkat kelezatannya sehingga membutuhkan waktu sangat lama, delapan sampai sepuluh jam sebelum siap santap. Lantas, siapa yang nantinya akan memasak sekubal raksasa ini, pak Kadis?
“Pembuatan sekubal raksasa ini akan melibatkan masyarakat yang memang sudah terbiasa membuatnya. Nanti sekubal ini akan dibentangkan dari Tugu Adipura hingga Jalan Ahmad Yani. Ini bukan sekadar (demi untuk gagah-gagahan memecahkan) rekor (MURI, tetapi) ini juga simbol kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan budaya Lampung,” ujar dia, bikin kita gatal komen. wah bakal seru juga nih!
Stalking ada apa saja isi stan expo, redaksi sarankan pembaca tiada salahnya untuk ketik Graha Mandala Alam, Jl Pagar Alam Nomor 31 (Gang PU) Kedaton Bandarlampung di aplikasi peta digital anda, siap-siap untuk sejenak mampir “singgah pay” di sana. (Muzzamil)







