Aksi Damai Dukung MBG di Lampung, Massa Desak Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan
Bongkar Post, Bandar Lampung
Aksi masyarakat Lampung dukung MBG (Amal MBG) menggelar aksi damai sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah provinsi rakyat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan kualitas sumberdaya manusia.
Para aksi menyampaikan enam tuntutan sebagai berikut.
1. Mempertahankan dan melanjutkan program makan bergizi gratis sebagai program prioritas nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
2. Menjamin keberlangsungan dan memperluasan manfaat program MBG agar dapat menjangkau seluruh sasaran penerima secara tepat dan merata.
3. Menangkap dan mengadili seluruh pelaku korupsi yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran maupun pelaksanaan program MBG tanpa pandang bulu.
4. Melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap tatakola program MBG untuk memastikan Tranparansi, akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan.
5. Memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melakukan kecurangan baik individu maupun lembaga yang terbukti merugikan masyarakat dan negara.
6. Memperkuat pengawasan publik dengan melibatkan masyarakat, lembaga pengawas, dan unsur terkait dalam pengawasan program MBG.
Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi yang digelar sebagai bentuk dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan.
Salah seorang peserta aksi, Laila, yang merupakan pekerja bagian pengemasan (packing) di dapur MBG, berharap operasional dapur tidak dihentikan selama masa libur sekolah banyak pekerja yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.
“Kami berharap MBG tetap beroperasi walaupun libur sekolah, karena banyak pekerja yang menggantungkan hidup dari dapur MBG,” harapnya.
Ia menilai program MBG pada dasarnya sudah memberikan manfaat dan layak untuk dilanjutkan evaluasi dan perbaikan perlu dilakukan terhadap pelaksanaan di lapangan, termasuk penertiban dapur maupun oknum yang dinilai melakukan pelanggaran.
“Programnya sudah bagus, tapi perlu diperbaiki. Yang dihentikan seharusnya dapur-dapur MBG yang bermasalah dan oknum yang melakukan penyimpangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak penghentian sementara operasional dapur saat masa libur sekolah terhadap para pekerja. Distribusi manfaat tetap dapat dilakukan meskipun peserta didik sedang tidak menjalani kegiatan belajar di sekolah.
“Banyak pekerja yang ikut terhenti karena libur sekolah. Jadi kalau bisa, walaupun libur, penerima manfaat tetap berjalan,” katanya.
Tidak hanya itu, seluruh aksi meminta pemerintah tetap melanjutkan program MBG dengan pembenahan sistem pelaksanaan dan pengawasan agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan. (WB)







