SELAMAT! – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, saat menerima Sertifikat Penghargaan dari Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Lapangan Korpri Telukbetung, Rabu pagi. | dok. Diskes Kota Bandarlampung/Muzzamil
BANDARLAMPUNG, BONGKARPOST.CO.ID — Sungging senyuman Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, seketika mengembang demi menyambut Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela tiba menghampirinya, di antara barisan tengah lapang, Lapangan Korpri komplek kantor Pemprov dan DPRD Lampung di Telukbetung, Bandarlampung, Rabu (12/11/2025) pagi.
Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung ini, merekahkan senyum sembari menyorong kedua tangannya, lalu menerima sebuah bingkai Sertifikat Penghargaan bergengsi, dari tangan orang nomor dua di Lampung didampingi mantan Kadis Kesehatan Kota kini Kadis Kesehatan Lampung Edwin Rusli. Yang juga tersenyum merekah.
Rabu pagi, Kadis Muhtadi mewakili Walikota Bandarlampung Eva Dwiana resmi menerima Sertifikat Penghargaan Terbaik 1 Capaian Program Kesehatan Pada Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) se-Provinsi Lampung 2025 dari Pemprov Lampung.
“Selamat untuk Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menjadi terbaik 1 se-Provinsi Lampung atas penghargaan capaian program kesehatan pada bidang P2P,” bunyi unggahan media sosial Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, disitat.
Untuk informasi, penghargaan diberikan Pemprov Lampung sebagai bagian tangkai Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025. “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, demikian tema raya tahun ini.
Wagub Lampung Jihan Nurlela, pembina upacara peringatan di Lapangan Korpri menyerahkan sertifikat penghargaan bagi penerima terbaik satu untuk lima kategori, salah satunya kepada Muhtadi.
Perinci, penghargaan Terbaik 1 kategori Kader Posyandu Berprestasi jatuh kepada Yuyun Wahyuni dari Posyandu Anggrek, Kabupaten Lampung Timur.
Lalu, penghargaan Terbaik 1 kategori Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Paling Responsif dan Lengkap Dalam Penyusunan Profil Kesehatan diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.

TOP! – Sertifikat Penghargaan Terbaik 1 Capaian Program Kesehatan Pada Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) se-Provinsi Lampung Tahun 2025 dari Pemprov Lampung diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung. | dok. Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung/Muzzamil
Berikut, penghargaan Terbaik 1 Fasilitas Kesehatan Terbaik Dalam Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) jatuh kepada Dinas Kesehatan Kota Metro.
Lainnya, penghargaan Terbaik 1 kategori Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Dalam Capaian Program Kesehatan Peduli Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat.
Guna pengingat, khususnya bagi rakyat Kita Tapis Berseri, Muhtadi Arsyad Temenggung sendiri praktis per awal dilantik pada 29 Juli 2025 lalu antara lain memang telah tegas berkomitmen untuk menekan jumlah angka penyakit, khususnya penyakit menular.
Kepada awak media usai pelantikan, saat itu Muhtadi mengencangkan komitmen tersebut agar tak menjadi satu ancaman bagi rakyat.
“Kami akan berupaya menurunkan angka penyakit menular agar tidak lagi menjadi ancaman. Pengobatan gratis akan tetap berjalan sebagaimana arahan Ibu Walikota Bandarlampung,” keterangan pers perdana di usai dilantik kala itu, usai sebelumnya lama bertengger sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP Kota Bandarlampung.
Bicara data sumber daya misal, merujuk data Surat Tanda Registrasi terbitan Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (STR KTKI): dokumen bukti sah tenaga kesehatan (nakes) bersertifikat kompetensi lakukan praktik profesional, jadi syarat wajib praktik nakes dinyatakan legal; hingga Rabu pukul 19.00 WIB, jumlah tenaga medis (named) dan nakes di Bandarlampung ada 1.545.763.
Dengan total populasi penduduk setempat berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 sebanyak 1.226.211 jiwa, capaian rasio nakes dan named terhadap populasinya telah mencapai angka 1.260,60 per 1000 penduduk, dari target sasaran tahun 2025 ini 5,3 per 1000 penduduk.
Memang kudu jujur diakui, lantaran sadar sehat dan kesehatan sama sekali tidak bisa diwakilkan, dari dan untuk itu segala urusan program kesehatan rakyat membumi dan pro-rakyat miskin nyaris semua terpenuhi di Kota Bandarlampung, wajar bin jamak bila publik menilai ini merupakan salah satu praktik baik terbaik di Indonesia. (Muzzamil)







