Kantor dan Mess PT BSA di Anak Tuha Lampung Tengah Hangus Dibakar Massa

Kantor dan Mess PT BSA di Anak Tuha Lampung Tengah Hangus Dibakar Massa

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | LAMPUNG TENGAH – Sejumlah fasilitas operasional milik PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Dusun Sriwaya, Kampung Aji Tuha, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, hangus terbakar oleh massa pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa bermula saat ratusan warga mendatangi lokasi perkebunan, mengusir pekerja dan karyawan, lalu melakukan perusakan hingga pembakaran bangunan.

Bangunan yang dilalap api meliputi kantor manajemen perusahaan, mess karyawan, gudang penyimpanan, gudang bahan bakar minyak, serta sejumlah arsip administrasi dan dokumen perusahaan. Hanya masjid di lingkungan kompleks yang dilaporkan selamat dari kerusakan. Hingga saat ini belum ada angka pasti nilai kerugian yang ditimbulkan; pihak kepolisian mencatat tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Konflik ini berakar dari sengketa pemanfaatan lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang telah berlangsung lama antara masyarakat setempat dengan pihak perusahaan. PT BSA bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan tebu, serta terafiliasi dengan kelompok usaha Sungai Budi Group atau Bumi Waras.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, membenarkan peristiwa tersebut saat ditemui di lokasi kejadian pada Rabu siang: “Benar terjadi pengrusakan dan pembakaran terhadap kantor manajemen, mess karyawan, serta gudang BBM milik PT BSA di Kampung Aji Baru/Aji Tuha, Kecamatan Anak Tuha. Kami segera turunkan kekuatan untuk mengendalikan situasi.”

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menyatakan sebanyak 450 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan pemadaman sisa api, serta mencegah tindakan lanjutan. “Kami himbau seluruh pihak menahan diri, jangan terprovokasi isu yang belum teruji kebenarannya. Penegakan hukum akan berjalan terhadap setiap pelanggaran, namun akar masalah juga harus dicari solusinya secara terukur,” ujarnya di lokasi.

Pihak berwenang telah memasang garis polisi di area kejadian untuk proses penyelidikan dan pengumpulan bukti. Pemerintah daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lampung Tengah diharapkan segera memediasi kedua belah pihak guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

(Rusmin)

Pos terkait