Dua Penghuni Kos Meregang Nyawa di Kost Way Halim, Seliisih 9 Jam

Dua Penghuni Kos Meregang Nyawa di Kost Way Halim, Terpisah Waktu 9 Jam

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Dua orang ditemukan meninggal dunia di rumah kos yang berbeda di wilayah Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, pada Kamis (24/9/2026). Kedua peristiwa tersebut terjadi pada siang dan malam hari.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang perempuan bernama Tanti Riskania (26), asal Bali, ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Jaya, RT 09, Kelurahan Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim.

Tanti ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur. Saat dilakukan pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi korban. Semut juga terlihat di sekitar bagian mata korban.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD. Pandiangan, S.H., M.H., menjelaskan, penemuan korban bermula ketika pihak keluarga yang berada di luar daerah berusaha menghubungi Tanti. Namun, korban tidak kunjung merespons.

Menurutnya, saat ini keluarga kemudian menghubungi teman dekat korban untuk mengecek kondisi Tanti di tempat kos.

“Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, dan sebelumnya terjadi juga, sekitar pukul 02.00 WIB masih ada dan sempat mengeluhkan sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan adanya obat-obatan yang dikonsumsi korban. Di sekitar bagian mata korban juga ditemukan semut, yang mengindikasikan korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.

Namun, korban sebelumnya memang memiliki riwayat sakit. Sekitar satu bulan sebelum kejadian, Tanti sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan, termasuk kekurangan kalium.

Kondisi tersebut juga membuat korban beberapa kali tidak masuk kerja. Rekan-rekan kerjanya di rumah makan tempat Tanti bekerja disebut mengetahui korban kerap mengeluhkan sakit hingga akhirnya berhenti bekerja.

“Memang sebelumnya korban pernah sakit dan sempat opname. Ada obat-obatan yang dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menyampaikan, setelah dievakuasi, jenazah Tanti kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terkait kejadian tersebut. Sejauh ini, tidak disampaikan adanya indikasi kekerasan dalam keterangan awal, sementara penyebab pasti kematian masih menunggu pemeriksaan medis.

Sementara itu, Jenazah selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Saat teman dan warga mendatangi kamar, pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Setelah dilakukan pengecekan melalui jendela, korban terlihat sudah tidak bergerak.

Pemilik kos, H. Okario Herosdwison Herman, bersama warga kemudian membuka akses kamar setelah mendapatkan izin dari pihak keluarga. Tanti ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Rekan kerja sekaligus tetangga korban, Nurini Indriyani, mengatakan Tanti sebelumnya memang memiliki riwayat sakit. Sekitar satu bulan sebelum kejadian, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo karena mengalami gangguan kesehatan, termasuk kekurangan kalium.

Kondisi tersebut membuat Tanti beberapa kali tidak masuk kerja hingga akhirnya mengundurkan diri dari tempat kerjanya.

Petugas Unit Inafis Polresta Bandar Lampung yang melakukan pemeriksaan di lokasi turut menemukan sejumlah obat-obatan dari rumah sakit yang diperuntukkan bagi korban.

Sekitar pukul 14.41 WIB, jenazah Tanti kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal pada Malam Hari

Belum selesai dengan peristiwa pertama, warga Kecamatan Way Halim kembali digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di rumah kos pada Kamis malam.

Korban diketahui bernama Rifki Antono (49). Ia ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Raden Pemuka, Gang Terang, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, sekitar pukul 21.00 WIB.

Penemuan Rifki bermula setelah warga mencium bau tidak sedap yang berasal dari sekitar rumah kos sejak Senin malam.

Karena merasa curiga, warga kemudian memeriksa kamar korban melalui jendela. Dari pemeriksaan tersebut, warga melihat Rifki sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga, Rifki diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi. Ia telah menyewa kamar kos tersebut sekitar dua bulan karena ingin tinggal lebih dekat dengan sejumlah rumah sakit untuk memudahkan akses pengobatan.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang di atas kasur. Kondisi tubuh korban telah membengkak dan mengalami perubahan warna.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal, mengamankan lokasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Sekitar pukul 23.20 WIB, jenazah Rifki dibawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Sukarame Kompol HD. Pandiangan mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, Rifki diduga meninggal dunia karena sakit.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

Dari kedua kejadian tersebut, polisi belum menyampaikan adanya indikasi kekerasan berdasarkan pemeriksaan awal di masing-masing lokasi. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Hingga kini, situasi di kedua lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif.(WB)

Pos terkait