Kakanwil Kemenag Lampung Lantik Tiga Pejabat Pengawas, Ingatkan Jabatan Bukan Sekadar Kehormatan
Bongkar Post, Bandar Lampung
Penguatan integritas dan profesionalisme aparatur menjadi pesan utama yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga pejabat pengawas di lingkungan Kemenag Lampung, Rabu (17/6/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Lampung itu dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna dan Kepala Bidang Urusan Agama Islam Fikri Yulian yang bertindak sebagai saksi. Hadir pula para kepala bidang, pembimas, ketua tim kerja, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Lampung.
Adapun pejabat yang dilantik masing-masing Nursalim sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Slamet sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, serta Surana sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus.
Dalam sambutannya, Zulkarnain mengingatkan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada seorang ASN bukanlah hadiah atau simbol prestise, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, proses pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama tidak dilakukan secara instan. Setiap usulan harus melewati tahapan administrasi, asesmen, verifikasi, hingga pertimbangan kompetensi sebelum mendapatkan persetujuan.
“Usulan jabatan yang diajukan tidak serta-merta langsung disetujui. Ada proses, verifikasi, bahkan revisi yang harus dilalui. Karena itu, jabatan yang diterima hari ini harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Zulkarnain.
Ia mengatakan, seorang pejabat dituntut memiliki keseimbangan antara kapasitas dan integritas. Kompetensi, kata dia, menjadi syarat utama agar tugas dapat dijalankan secara profesional, sementara amanah menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik.
“Jabatan adalah amanah. Dalam Islam, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Karena itu, pemimpin harus memiliki kompetensi, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zulkarnain menyoroti pentingnya menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan. Menurutnya, integritas tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pernyataan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari sebagai aparatur negara.
“Integritas itu ketika apa yang ada di hati, yang diucapkan, dan yang dilakukan berjalan seirama. Jangan sampai berbeda antara yang disampaikan dengan yang dikerjakan. Seorang ASN harus menjadi teladan dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain juga memberikan penekanan khusus terkait pengelolaan anggaran.
Ia meminta seluruh pejabat menjaga transparansi dan akuntabilitas serta menjauhi segala bentuk penyimpangan.
Bahkan, ia secara tegas menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pungutan liar maupun penggunaan anggaran yang bertentangan dengan aturan.
“Saya tidak mau ada pungli, seribu rupiah pun tidak boleh. Begitu juga dengan penggunaan anggaran yang tidak sesuai aturan. Semua harus dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Zulkarnain meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di tempat tugas masing-masing, memperkuat koordinasi dengan pimpinan, serta menunjukkan kinerja terbaik untuk mendukung pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.
“Jabatan ini adalah sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada umat. Karena itu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, jaga amanah, dan tunjukkan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya. (Jim/rls)







