Opini
Jangan Mudah Terprovokasi Kebencian Ajaran Ustadz-ustadz Wahabi Terhadap Muslim Syi’ah
Oleh: Hengki
(Pebisnis, Pengamat Sosial dan Budaya. Tinggal di Lampung)
Arab itu tanahnya saja yang suci, kalau pemimpinnya hampir semua berkiblat ke Zionis & AS.
Orang bodoh kecil meskipun dia sudah tua, sedangkan orang alim besar meskipun dia masih muda. (Ali bin Abi Thalib).
Orang yang mau terus belajar & rajin pula membaca akan mengetahui orang yang bodoh, sedangkan orang yang bodoh tidak akan mengetahui orang yang paham, karena orang yang sok tahu tidak mau mencari tahu & hanya percaya saja dengan apa yang dikatakan para ustadz yang sudah terlanjur menjadi idolanya.
Allah Swt berfirman:
Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orag yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang-orang yang berakal sehat saja yang dapat mengambil/ menerima pelajaran. (Al-Quran surat Az-Zumar 39; 9).
Menetapkan hujah terhadap orang bodoh adalah mudah, tetapi mengukuhkannya yang sulit, dan ada dua orang yang membinasakan; orang bodoh yang ahli ibadah & orang alim yang mengumbar nafsunya.
Allah Swt berfirman;
Sungguh agama tauhid itu inilah agama kamu yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Tapi kemudian mereka terpecah belah dalam agamanya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka masing-masing. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yg ditentukan. (Al-Quran surat Al-Mukminun 23 ayat 52-53-54).
Ali Khamenei Iran gugur, salafi wahabi bersyukur
Khawaridj juga bersyukur & bersuka cita ketika Khalifah Ali gugur karena tikaman belati Abdurrahman ibnu Muljam at Tamimi saat shalat shubuh pada bulan Ramadan.
Ini fenomena menarik:
Salafi wahabi adalah uswah Kaifiyat merawat benci hingga mati, semacam kawanan yang hendak menegakkan sunah dengan kebencian.
Datang belakangan. Terpaut enam belas setengah abad lebih. Salafi mendoktrin membenci Syiah. Seperti ada sejarah kelam di antara keduanya, semacam dendam atau urusan pribadi yang tidak bisa selesai. Padahal keduanya tak pernah bertemu head to head dalam sejarah.
Abad 21: ada Pemimpin gugur di medan tempur, syahid membela tanah tumpah darah, adalah kemewahan sejarah keteladanan agung dari para sahabat & salaf saleh yang gugur pada bulan Ramadan. Sedangkan mencela & menyesatkan sesama mukmin adalah sunahnya kaum Khawaridj.
Provokasi kebencian salafi bukan hanya terhadap Syiah— beberapa aliran disasar sesat: NU firqah dhallah. Muhammadiyah firqah dhalah. Tabligh firqah dhollah— siapapun yg tidak sepandangan ditahdzir sesat pada beberapa fatwa ustadz-ustadz sunah di publikasi luas.
Sebab itu salafi akan pergi meninggalkan majelis yang bukan dari kalangannya sendiri. Sikap ekstrim memang tidak baik. Sebab itu moderasi beragama menjadi sangat penting.
Nabi Saw pernah berkata : sesaat ketika mencegah Khalid bin Walid hendak memenggal kepala pada seseorang berambut plontos berjenggot lebat … yang berkata: berbuat adillah wahai Muhammad- takutlah kepada Allah wahai Muhammad !
Nabi Saw bersabda: .. .. nanti dari kalangan mereka akan lahir sebuah kaum yang shalatnya dibanding dengan shalatmu, shalatmu tidak ada apa-apanya, puasamu dibanding puasa mereka puasamu tidak ada apa-apanya, mereka membaca al Qur’an hanya sampai di kerongkongan .. mereka keluar dari Islam seperti rambut tercerabut dari tepung.. kenapa ya Rasulullah? Karena mereka suka mengkafirkan sesama mukmin. (Hadis).
Penggalan ayat dari Al-Qur’an, tepatnya Surah Asy-Syu’ara ayat 62:
Inna ma‘iya rabbī sayahdīni;, yang berarti, “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
Ayat tersebut merupakan ucapan Nabi Musa ketika dikejar oleh Fir’aun dan kaumnya, sementara laut merah terbentang di hadapan mereka.
Dalam tafsir para ulama, ayat ini menggambarkan keteguhan iman dan tawakal Nabi Musa di tengah situasi genting.
Dengan keyakinan penuh, ia menenangkan para pengikutnya dan menegaskan bahwa pertolongan Allah pasti datang.
Siapa Ali Khamenei?
Ali Khamenei, ysng memiliki nama lengkap Ali Hosseini Khamenei, lahir pada 19 April 1936.
Ia dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh politik berpengaruh di Iran. Kini dia telah gugur di bom AS dan Israel.
Penyebab utama takabur (sombong) bersumber pada khayalan seseorang akan kesempurnaan dalam dirinya.
Ilusi ini mengakibatkan ujub yang berpadu dengan cinta diri, membuat kelebihan orang tidak tampak di matanya. Apabila ini terjadi, orang tersebut akan merasa tinggi dihadapan orang lain, baik dalam hati maupun perilaku lahiriah.
Mengkritik pemahamanmu mengenai Islam itu bukan mengkritik Islam.
Islam semakin dikritik semakin besar.
Kamu? Dikritik sedikit saja malah makin kasar. (*)







