Isu Prabowo Murka Usai Penggeledahan Mencuat, Hotman Paris: “Orang Kebanggaan Presiden Digrebek Tanpa Pamit”

#BREAKINGNEWS

 

Bacaan Lainnya

Isu Prabowo Murka Usai Penggeledahan Mencuat, Hotman Paris: “Orang Kebanggaan Presiden Digrebek Tanpa Pamit”

 

Bongkar Post | JAKARTA – Isu adanya ketegangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mencuat setelah sejumlah laporan media menyebut Presiden dikabarkan kecewa atas penggeledahan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang disebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Kepala Negara.

Dalam laporan yang beredar, Presiden dikabarkan mempertanyakan mekanisme koordinasi sebelum tindakan penegakan hukum tersebut dilakukan. Disebutkan pula bahwa Kapolri memberikan penjelasan bahwa informasi penggeledahan tidak disampaikan sebelumnya karena dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kebocoran informasi. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan maupun Mabes Polri yang mengonfirmasi narasi tersebut.

Isu tersebut berkembang bersamaan dengan munculnya spekulasi mengenai evaluasi terhadap jabatan Kapolri.

Sejumlah laporan media turut mengaitkan nama Komjen Pol. Karyoto sebagai salah satu figur yang disebut dalam wacana pergantian pimpinan Polri. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Presiden mengenai pergantian Kapolri.

Di tengah berkembangnya isu tersebut, kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, ikut menyoroti proses penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap kliennya.

Dalam konferensi pers usai mendampingi Febrie Adriansyah menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Hotman mempertanyakan mengapa tindakan tersebut dilakukan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Kenapa tidak tanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini terhadap tangan kanan yang dibanggakan Presiden?” kata Hotman.

Ia juga menyatakan bahwa menurut pandangannya, Febrie merupakan salah satu pejabat yang mendapat kepercayaan Presiden karena dinilai memiliki kontribusi dalam berbagai penanganan perkara besar.

“Bayangkan, orang yang menjadi kebanggaan Presiden digrebek, bahkan tanpa pamit kepada Presiden,” ujar Hotman dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan dari pihak kuasa hukum Febrie Adriansyah dan menjadi bagian dari argumentasi pembelaan terhadap kliennya.

Sementara itu, laporan media yang beredar juga menyebut adanya informasi mengenai penebalan pasukan di kawasan Widya Chandra yang diklaim sempat memunculkan kekhawatiran di lingkungan Istana. Bahkan beredar narasi bahwa Presiden mempertanyakan apakah terdapat upaya untuk menyabotase jalannya pemerintahan. Hingga kini, informasi tersebut juga belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Istana.

Di sisi lain, pihak Kepolisian dalam berbagai pemberitaan membantah tudingan adanya upaya pembangkangan terhadap Presiden maupun dugaan melemahkan pemerintahan. Mabes Polri menegaskan institusi kepolisian tetap bekerja sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Catatan Redaksi

Bongkar Post menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan kemarahan Presiden, adanya permintaan maaf Kapolri, wacana pergantian Kapolri, maupun isu penebalan pasukan merupakan laporan yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi tidak menyajikannya sebagai fakta yang telah terbukti.

Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Bongkar Post menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keberimbangan, akurasi, dan verifikasi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi parapihak yang disebut dalam pemberitaan ini apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan atau ditambahkan. (*)

Pos terkait