Hoaks AI Seret Nama Seskab, Qodari Buka Suara dari Jakarta: Singgung Amien Rais hingga Isu Teddy
Bongkar Post | Jakarta — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, akhirnya angkat bicara soal maraknya hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mulai menyeret nama tokoh publik. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, merespons konten viral yang beredar di media sosial sejak awal April 2026.
Qodari menilai, gelombang disinformasi berbasis AI kini masuk fase berbahaya. Bukan sekadar manipulasi biasa, tetapi sudah mampu membentuk persepsi publik dengan narasi yang tampak meyakinkan.
“Ini bukan lagi hoaks konvensional. AI bisa memproduksi konten yang sulit dibedakan dari fakta,” tegasnya.
Dalam sorotannya, Qodari menyinggung pernyataan Amien Rais yang ikut terseret dalam pusaran isu tersebut. Amien sebelumnya dikaitkan dengan narasi video “Aku Bukan Teddy” yang ramai di media sosial dan memicu spekulasi liar.
Isu itu kemudian merembet ke Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, termasuk tuduhan terkait orientasi seksual yang beredar tanpa dasar yang jelas. Bahkan, muncul desakan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mengganti posisi Seskab.
Qodari menegaskan, pola serangan semacam ini bukan hal baru—hanya kemasannya yang berubah mengikuti perkembangan teknologi.
“Dulu pakai isu biasa, sekarang dibungkus AI. Tapi substansinya sama: menyerang tanpa bukti,” ujarnya.
Ia menekankan, hingga kini tidak ada bukti valid maupun klarifikasi resmi yang menguatkan tuduhan terhadap Teddy. Karena itu, publik diminta tidak terpancing oleh konten viral yang belum terverifikasi.
Lebih jauh, Qodari menyebut fenomena ini sebagai ancaman serius terhadap ruang publik dan demokrasi. Ia mendorong penguatan literasi digital serta penindakan tegas terhadap penyebar hoaks.
“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi alat pembunuhan karakter yang sistematis,” tandasnya.
Kasus ini menjadi alarm keras: di era AI, kebenaran bisa dipelintir dalam hitungan detik—dan siapa pun bisa jadi target berikutnya.
(Rusmin)







