Pemerintah Masuk ke Aplikator, Skema Baru OJOL Diklaim Lebih Berpihak ke Driver

Pemerintah Masuk ke Aplikator, Skema Baru OJOL Diklaim Lebih Berpihak ke Driver

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Jakarta — Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan baru untuk sektor ojek online (ojol) yang diklaim lebih berpihak kepada pengemudi.

Langkah tersebut disebut menyusul masuknya pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang telah mengambil sebagian saham di perusahaan aplikator.

“Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham,” kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Menurut Dasco, langkah awal yang akan dilakukan adalah menurunkan potongan biaya atau komisi yang selama ini dibebankan aplikator kepada pengemudi ojol.

Ia menyebut kebijakan tersebut akan dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk organisasi pengemudi ojek online, guna mencari formula pembiayaan yang dinilai lebih adil.

“Langkah awalnya menurunkan potongan yang dibebankan kepada pengemudi oleh aplikator,” ujarnya.

Meski demikian, Dasco belum merinci besaran penurunan potongan maupun skema teknis implementasi kebijakan tersebut. DPR, kata dia, masih akan mengawal pembahasan lanjutan bersama pemerintah dan pihak aplikator.

Masuknya pemerintah ke dalam ekosistem bisnis aplikator dinilai menjadi sinyal adanya intervensi lebih kuat terhadap tata kelola industri ride-hailing, terutama terkait polemik pembagian pendapatan antara perusahaan aplikasi dan mitra pengemudi.

Selama ini, isu potongan aplikator kerap menjadi sorotan lantaran dinilai memberatkan driver, terutama di tengah tingginya biaya operasional dan persaingan tarif.

(Rusmin)

Pos terkait