Foto. Nopri (doc)
Bongkar Post, Bandar Lampung
Silaturahmi dalam acara Halal Bihalal yang digelar Makodam XXI/Radin Intan pada Senin (13/04/2026) adalah yang perdana sejak resmi naik status dari Korem menjadi Kodam sejak Agustus 2025 lalu. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, layar videotron menyajikan kronologis pelaksanaan program TNI dan profil singkat Pangdam XXI/RI sebelum acara dimulai.
Giat tersebut dihadiri ormas, OKP, organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus, forkopimda, dan awak media.
Dalam sambutannya, Pangdam XXI/RI Mayjen Kristomei Sianturi, S.Sos. M.Si memaparkan program dan kegiatan TNI dalam mendukung program nasional pemerintah, yakni ketahanan pangan dan koperasi merah putih.
Dia jelaskan, saat ini masyarakat dapat secara langsung menyampaikan aduan atau aspirasinya melalui sistem digital berbasis AI dengan nama Centurion_21, yang dapat diakses sampai ke pusat. Selain itu, dapat melalui saluran medsos baik WhatsApp maupun IG.
“Teknologi saat ini sudah sangat maju. Kita harus lebih adaptif dan berhati-hati atas dampak dari tayangan audio visual atas teknologi AI saat ini. Harus di cek dulu itu fitnah atau fakta. Kemudian, berkembang narasi bahwa tentara kembali mengawal Dwi fungsi TNI, beraliran fasis dan sebagainya, itu tidak ada. Ingat, kami pelaksana undang-undang, bukan pembuatnya. Bukankah presiden sebelumnya adalah dari TNI, SBY era 2004-2015, sekarang pak Prabowo yang dipilih rakyat langsung. Yakinlah TNI selalu bersama rakyat karena terlahir dari rakyat,” terangnya di hadapan para undangan yang hadir.
Dia katakan lagi, kegiatan ini akan dilaksanakan reguler bahkan per 3 bulan sekali, untuk silaturahmi, berdiskusi, dan serap aspirasi bersama stakeholder.
Diskusi yang dikemas dalam tanya jawab dengan para mahasiswa yang diwakili oleh KAMMI, LMND, HMI, BEM dari berbagai kampus di Kota Bandar Lampung berlangsung dinamis.
“Kami membuka diri untuk menampung dan menyerap berbagai aspirasi rakyat dan mahasiswa. Bahkan laporkan saja bila ada oknum TNI yang melanggar hukum melalui saluran medsos atau link C_21 tersebut. Selanjutnya saya mengapresiasi atas gerakan mahasiswa di Lampung yang berani secara intelektual menyampaikan program tuntutannya saat demonstrasi ke gedung DPRD beberapa waktu lalu mahasiswa adalah agen penggerak perubahan dan demokrasi,” pungkasnya.
Beragam hal dikupas dan dibahas baik persoalan politik, ekonomi, peran TNI, maupun persoalan perempuan dan anak.
Kemudian acara ditutup dengan doa, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, dan foto bersama. (Red)








