Gelar Latihan Beladiri Kapolres: Untuk Persyaratan UKP
Bongkar Post, Tulang Bawang Barat- Puluhan personel Kepolisian Resor (polres) kabupaten Tulang Bawang Barat mengikuti latihan beladiri polri untuk usulan kenaikan pangkat periode 1 Juli 2026.
Kegiatan di Mapolres pada 28 Januari 2026 ini diikuti 49 peserta dan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Kompol A. Pancarudin dan pelatih beladiri polri polres Tubaba.
Kapolres AKBP Sendi Antoni melalui Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Kompol A. Pancarudin, mengatakan, latihan beladiri tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan seluruh anggota Polri, guna menunjang dalam bertugas di lapangan untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mempelajari dan mempraktikkan dasar-dasar materi Beladiri Polri yang meliputi teknik dasar perorangan, teknik dasar berpasangan, teknik menghadapi lawan dengan tangan kosong, dan teknik menghadapi lawan dengan menggunakan alat.
“Beladiri Polri merupakan salah satu kompetensi wajib yang harus dikuasai oleh setiap anggota Polri. Kemampuan ini sangat penting dalam menunjang tugas-tugas kepolisian di lapangan, terutama dalam situasi yang memerlukan tindakan pengamanan diri maupun pengamanan terhadap masyarakat.” ujar Kompol A. Pancarudin dalam sambutannya.
Kegiatan Beladiri Polri ini merupakan salah satu persyaratan dalam proses Usulan Kenaikan Pangkat (UKP) untuk periode 1 Juli 2026. Melalui kegiatan ini, kemampuan dan keterampilan anggota Polri dalam bidang beladiri akan dievaluasi sebagai bagian dari penilaian kompetensi.
Para instruktur memberikan arahan dan koreksi langsung kepada peserta untuk memastikan bahwa setiap teknik dilakukan dengan benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih secara intensif guna mempersiapkan diri menghadapi ujian beladiri yang menjadi salah satu komponen penilaian dalam UKP.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Tubaba dalam meningkatkan profesionalisme anggota melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.” Pungkasnya. (Andre)







