FORWALI Nisel Tegaskan Komitmen, Bantah Klaim Sepihak

Berstatus perkumpulan organisasi profesi, didirikan oleh insan pers

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, NIAS SELATAN – Forum Wartawan Kepolisian Nias Selatan atau disingkat FORWALI Nisel, merupakan wadah komunikasi yang menghimpun berbagai golongan dan dikoordinir oleh para jurnalis yang bertugas meliput di wilayah Kabupaten Nias Selatan. Organisasi ini menegaskan komitmennya menjalankan prinsip jurnalistik sekaligus membantah tegas klaim sepihak dari oknum yang menyatakan nama dan logonya merupakan hasil perencanaan pihak lain sebelumnya.

Melalui siaran pers yang diterbitkan, Ketua Umum FORWALI Nisel yang kerap disapa Ahan menjelaskan lebih lanjut mengenai status dan karakter organisasi tersebut.

“FORWALI Nisel merupakan organisasi profesi. Badan hukumnya bukan yayasan maupun perseroan terbatas (PT), melainkan berbentuk perkumpulan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam konteks pendirian organisasi profesi, pihak yang paling berhak mendirikannya adalah mereka yang memiliki latar belakang di bidang tersebut. “Dalam sejarah pendirian organisasi profesi ini, tentu yang paling berhak mendirikannya adalah wartawan aktif atau mantan wartawan senior yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik,” tambah Ahan.

Ia pun membedakan organisasinya dengan lembaga lain agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Ini bukan seperti organisasi kemasyarakatan (ormas) biasa atau lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan memang khusus organisasi profesi,” tegasnya.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa berdirinya FORWALI Nisel dilandasi oleh Kode Etik Jurnalistik, meskipun dibangun di tengah keterbatasan dan adanya perbedaan pandangan di antara anggotanya.

Terkait klaim sepihak yang muncul, organisasi ini menegaskan hal tersebut tidak berdasar. “Apabila ada pihak maupun oknum yang merasa keberatan dan mengklaim bahwa penggunaan nama serta logo FORWALI Nisel adalah hasil perencanaan lebih awal dari pihak mereka, kami tegaskan hal tersebut tidak benar,” bunyi pernyataan resmi organisasi.

FORWALI Nisel juga menyatakan sikap terbuka untuk menyelesaikan masalah secara transparan. “Kami siap melakukan adu data dan duduk bersama guna membahas secara terbuka bagian mana dari karya yang dianggap diklaim oleh pihak lain,” lanjutnya.

Ahan selaku Ketua Umum kembali menegaskan integritas organisasinya. “Mewakili seluruh jajaran FORWALI Nisel, saya tegaskan: satu titik dan satu koma pun, kami tidak pernah mengklaim hasil kerja di luar kesepakatan dan mufakat yang telah ditetapkan dalam internal organisasi sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, FORWALI Nisel terbuka bagi semua kalangan — baik insan pers aktif maupun masyarakat umum — dengan satu syarat utama: bersedia mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati bersama.

Perlu diketahui, meski namanya mengandung unsur kepolisian, FORWALI Nisel menegaskan dirinya bukan bagian dari struktur resmi Polri, melainkan berperan sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

 

(Sumber: Siaran Pers FORWALI Nisel)

Penulis: Redaksi

Pos terkait