Bongkar Post, Lampung Selatan — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan di LAPAS Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Kehutanan dan Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITERA.

Kegiatan dirancang untuk meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Program PkM mengangkat pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan pembuatan plakat kayu bernilai ekonomi, sedangkan kegiatan PDB KKN memperkuat aspek praktik lapangan melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya organik.
Program PkM tersebut dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung (hands-on training), pendampingan produksi, penyediaan teknologi sederhana, dan penguatan kewirausahaan dasar.
Pelatihan Wood Working dan Pembuatan Plakat Kayu
Salah satu kegiatan utama dalam program adalah pelatihan wood working bagi warga binaan. Pelatihan yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026 ini memberikan pengalaman praktis mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik dasar pengolahan kayu, hingga pembuatan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Tidak hanya belajar mengolah kayu, warga binaan juga mendapatkan pelatihan pembuatan plakat dengan teknik transfer gambar (photo transfer). Teknik ini memungkinkan gambar atau desain dipindahkan ke permukaan kayu sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai estetika dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Peserta mengikuti proses pembuatan secara langsung, mulai dari persiapan material, pengolahan permukaan kayu, penerapan desain, proses transfer gambar, hingga penyelesaian produk. Pendekatan praktik langsung dipilih agar keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan secara mandiri.
Pelatihan wood working dan photo transfer merupakan bagian inti dari program PkM yang menargetkan peningkatan kemampuan teknis warga binaan sekaligus pengembangan kegiatan ekonomi produktif di dalam LAPAS. Proposal program menargetkan sedikitnya 20 warga binaan mengikuti pelatihan dan terbentuknya kelompok produksi yang dapat melanjutkan kegiatan.
Penyerahan Aset Wood Working untuk Keberlanjutan Program
Tidak berhenti pada pelatihan, tim PkM ITERA juga melakukan penyerahan aset berupa peralatan wood working kepada pihak LAPAS. Penyerahan aset ini menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan program agar keterampilan yang telah diberikan dapat terus dipraktikkan oleh warga binaan setelah kegiatan pelatihan selesai.
Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dan pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan tersedianya peralatan di lingkungan LAPAS, warga binaan memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan keterampilan pengolahan kayu dan menghasilkan produk yang bernilai guna maupun ekonomi.
Penyediaan alat memang dirancang dalam program sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan. Proposal PkM menargetkan adanya satu paket bantuan alat yang diserahkan kepada mitra untuk mendukung keberlanjutan kegiatan produksi.
Penyerahan aset juga memperkuat konsep bahwa kegiatan PkM tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan dalam jangka pendek, tetapi diarahkan untuk meninggalkan sarana yang dapat terus digunakan oleh mitra.
Membangun Kesadaran melalui Pemilahan Sampah
Selain pelatihan keterampilan, rangkaian kegiatan PkM dan PDB KKN juga menyentuh aspek pengelolaan lingkungan. Mahasiswa memberikan sosialisasi pemilahan sampah kepada warga binaan serta menyediakan kotak sampah terpilah di lingkungan LAPAS.
Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Pemilahan menjadi langkah awal agar material yang masih memiliki potensi pemanfaatan dapat dipisahkan dari sampah yang menjadi residu.
Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mendampingi penerapan pemilahan secara langsung sehingga kegiatan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.
Sampah Organik Dimanfaatkan sebagai Pakan Ayam
Sampah organik yang telah dipilah kemudian diarahkan pada pemanfaatan sesuai karakteristiknya. Salah satu bentuk pemanfaatan yang dilakukan adalah pemanfaatan sampah organik untuk pakan ayam.
Kegiatan tersebut memperkenalkan konsep sederhana bahwa sampah organik tertentu masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna. Namun, pemanfaatannya dilakukan dengan memperhatikan jenis dan keamanan bahan sehingga tidak tercampur dengan material yang berpotensi membahayakan ternak.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan prinsip pemanfaatan kembali sumber daya dan mengurangi material organik yang berakhir sebagai sampah.
Pembuatan Raised Bed sebagai Ruang Produktif
Rangkaian kegiatan lingkungan juga mencakup pembuatan raised bed. Sarana ini dimanfaatkan sebagai ruang budidaya tanaman sekaligus menjadi media pembelajaran bagi warga binaan.
Pembuatan raised bed memperlihatkan bagaimana ruang yang tersedia di lingkungan LAPAS dapat dikembangkan menjadi ruang produktif. Kegiatan tersebut juga berpotensi diintegrasikan dengan pengelolaan bahan organik dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pemanfaatan Air Lindi
Tim juga mengenalkan pemanfaatan air lindi sebagai salah satu bagian dari pengelolaan hasil samping bahan organik.
Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa hasil samping dari proses pengelolaan sampah perlu dikelola secara tepat sebelum dimanfaatkan. Pemanfaatan air lindi dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan keamanan penggunaannya sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman maupun lingkungan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi keilmuan Teknik Kimia dalam memahami proses dan karakteristik material, sementara Rekayasa Kehutanan berkontribusi pada aspek pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya.
Kolaborasi Mahasiswa Rekayasa Kehutanan dan Teknik Kimia
Keterlibatan mahasiswa dari dua program studi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa Rekayasa Kehutanan berperan dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya, pengolahan kayu, dan kegiatan budidaya. Sementara itu, mahasiswa Teknik Kimia turut mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan material dan pengelolaan lingkungan.
Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik secara langsung dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Dalam rancangan PkM, mahasiswa memang ditempatkan sebagai bagian aktif dalam kegiatan, antara lain sebagai fasilitator pelatihan, pendamping produksi, pengembang desain, pendamping pemasaran, serta tim evaluasi.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pembelajaran bahwa penyelesaian permasalahan di masyarakat sering kali membutuhkan pendekatan lintas disiplin.
Dari Keterampilan Menjadi Kemandirian
Rangkaian kegiatan PkM dan PDB KKN di LAPAS Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung yang dilaksanakan sejak 29 Juli 2026 hingga 19 Agustus 2026 ini menunjukkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada satu kegiatan.
Di satu sisi, warga binaan mendapatkan keterampilan wood working dan teknik transfer gambar untuk menghasilkan plakat kayu bernilai ekonomi. Di sisi lain, mereka juga mendapatkan pengalaman mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik, pembuatan raised bed, dan pengelolaan air lindi.
Lebih dari itu, melalui penyerahan aset wood working, program memberikan sarana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga binaan untuk melanjutkan kegiatan produksi dan pengembangan keterampilan.
Konsep keberlanjutan tersebut sejalan dengan rancangan PkM ITERA yang mendorong pemanfaatan sarana secara berkelanjutan, pembentukan kelompok kerja, pendampingan lanjutan, serta penguatan kerja sama antara ITERA dan LAPAS.
Melalui sinergi dosen, mahasiswa, dan pihak LAPAS, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan, baik dalam bentuk keterampilan kerja, pengalaman berwirausaha, kesadaran lingkungan, maupun kemampuan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitarnya.
Apresiasi Pihak Lapas atas Kolaborasi Mahasiswa
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian program, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung melaksanakan kegiatan penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITERA pada hari Jumat (14/08). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Bapak Nefrizon, secara langsung menyampaikan apresiasinya atas kontribusi dan partisipasi para mahasiswa KKN ITERA selama melaksanakan kegiatan di Lapas.
Beliau berharap kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi dan pihak Lapas ini dapat memberikan manfaat positif secara berkelanjutan, khususnya dalam mendukung kegiatan pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan. Sebagai simbol apresiasi dan kenang-kenangan atas kerja sama tersebut, para mahasiswa KKN menyerahkan plakat kepada pihak Lapas, yang sekaligus menandai berakhirnya program KKN ITERA di lokasi tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi ITERA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Dari kayu menjadi karya, dari sampah menjadi sumber daya, dan dari keterampilan menjadi bekal kemandirian. (*)







