Bongkar Post, Pesawaran – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyerahkan aset berupa oven pengering dan mesin pencacah pala kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Harjo, Dusun Pujo Raharjo, Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penyerahan aset ini merupakan bagian dari program pengabdian bertajuk “Peningkatan Keberdayaan KTH Wono Harjo melalui Hilirisasi Produksi dan Pemasaran Permen Pala” yang didanai melalui skema Hibah BIMA oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun Anggaran 2026 No kontrak: 1415u/DST/IT9.2.1/PM.01.03/2026.
Program ini digagas untuk menjawab permasalahan utama yang dihadapi KTH Wono Harjo, yakni belum optimalnya pemanfaatan daging buah pala (Myristica fragrans) yang selama ini banyak terbuang, meskipun potensi produksi pala di wilayah tersebut mencapai sekitar 16.100 kg per tahun. Melalui pelatihan yang telah dilaksanakan sejak Oktober 2025, KTH Wono Harjo telah mulai mengolah daging buah pala menjadi permen herbal, namun produksi masih terkendala pada tahap pengeringan yang belum optimal dan ukuran bahan baku yang tidak seragam.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim PKM ITERA memberikan aset oven pengering guna meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil pengeringan permen pala, serta mesin pencacah pala untuk menyeragamkan ukuran bahan baku sebelum diolah. Kedua aset ini menjadi bagian dari penguatan aspek produksi dalam program hilirisasi yang juga mencakup penguatan manajemen usaha dan pemasaran produk.
Dengan hadirnya aset ini, KTH Wono Harjo diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan mutu produksi permen pala secara konsisten, sehingga produk dapat berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berdaya saing. Program ini juga sejalan dengan upaya peningkatan nilai tambah hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan agroforestri Pesawaran.
Kegiatan penyerahan aset ini menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian program pendampingan yang akan terus berlanjut, meliputi pendampingan teknis produksi, penguatan manajemen usaha, hingga strategi pemasaran termasuk pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar permen pala KTH Wono Harjo. (*)







