Disdikbud Tindaklanjuti Insiden Perkelahian yang Melibatkan 2 Pelajar SMP Negeri 44 Bandar Lampung

Disdikbud Tindaklanjuti Insiden Perkelahian yang Melibatkan 2 Pelajar SMP Negeri 44 Bandar Lampung

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Pemerintah Kota Bandar Lampung Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat menindaklanjuti insiden perkelahian yang melibatkan dua pelajar SMP Negeri 44 Bandar Lampung pada Senin, (25/05/2026).

Kepala Dinas Pendidikan M. Nur Ramdan, melalui Kasi Kelembagaan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian berlangsung di luar lingkungan serta jam sekolah. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan aparat kepolisian.

‎“Benar, peristiwa itu terjadi di luar jam sekolah. Korban sudah mendapat penanganan medis dan pelaku juga telah diamankan pihak kepolisian,” ujarnya, pada Selasa (26/05/20226).

‎Setelah menerima laporan kejadian, jajaran Disdikbud segera mendatangi lokasi serta rumah sakit guna memastikan kondisi korban sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.

‎“Kami segera menindaklanjuti informasi tersebut. Tim dari Disdik sudah berada di lokasi dan menjenguk korban di rumah sakit serta bertemu dengan pihak keluarga,” katanya.

‎Menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan senjata tajam berasal dari lingkungan sekolah, ia menyebut pihak dinas bersama sekolah telah memeriksa rekaman CCTV. Dari hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan indikasi pelaku membawa senjata tajam dari area sekolah.

‎“Hasil pemeriksaan CCTV tidak menunjukkan adanya senjata tajam yang dibawa dari dalam sekolah. Kemungkinan barang itu disimpan di luar area sekolah,” jelasnya.

‎Ia juga mengungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung turut memberikan perhatian terhadap kondisi korban. Bahkan, koordinasi langsung dilakukan dengan Dinas Kesehatan agar pelayanan medis tetap berjalan meski BPJS korban diketahui tidak aktif.

‎“Pak Kadis sudah mengunjungi korban di rumah sakit. Karena BPJS korban sedang tidak aktif, beliau segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan supaya korban tetap memperoleh layanan pengobatan,” ungkapnya.

‎Hingga kini, perwakilan pihak sekolah masih berada di rumah sakit untuk memantau perkembangan korban sekaligus mendampingi keluarga.

‎Sebagai langkah evaluasi, Disdikbud Kota Bandar Lampung telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik serta memperkuat sistem keamanan di lingkungan sekolah.

‎“Kami meminta seluruh sekolah memperketat pengawasan dan meningkatkan pengamanan di lingkungan pendidikan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius agar tidak kembali terulang,” tegasnya.

‎Insiden tersebut menjadi pengingat penting bahwa pengawasan, komunikasi, dan pembinaan karakter siswa perlu diperkuat secara bersama oleh sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

‎Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada keselamatan peserta didik.(*/Wabi)

Pos terkait