Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran terus berupaya menekan angka kasus penyebaran Virus HIV/AIDS di kabupaten setempat, Jumat (02/09/22).
Hal tersebut mengingat data penyebaran yang mencapai 20 kasus sejak 2021 hingga awal September 2022.
Dalam hal ini, Kepala Sub Koordinator Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM), Abdul Razak mengatakan, dalam hal Penandatanganan kasus HIV/AIDS, jika ada masyarakat yang datang ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran maka akan segera dilakukan pengobatan.
“Akan segera kita obati, meskipun tidak semua puskesmas punya obatnya. Hanya di Hanura yang punya,” ujarnya, saat dihubungi melalui telepon seluler.
Dirinya menerangkan, untuk penularan dari penyakit HIV/AIDS yakni berasal dari darah pada saat berhubungan seksual.
“Seperti bisex atau pun gay, mereka kan berhubungan sesama jenis, jadi melalui dubur dan dubur itu kan beresiko luka dia berdarah, nah dari situ virus itu menular,” terangnya.
Dirinya menyarankan, jika ada warga yang terpapar namun masih melakukan hubungan seksual, baiknya menggunakan kondom atau pengaman.
“Dari segi kesehatan, ketika dia positif, dia harus menggunakan kondom/pengaman, meskipun memang kita tidak bisa melarang, karena bisa masuk ke ranah agama dan lain sebagainya,” sarannya.
Dirinya mengaku, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pencegahan dengan berbagai cara.
“Ketika pertemuan-pertemuan dan juga pelatihan-pelatihan,” kata dia.
Razak juga mengimbau, agar para istri/IRT tetap waspada terhadap penularan virus tersebut.
“Karena bisa jadi dari suaminya, kita ngga tau kan. Tiap ada yang jual kan pasti ada yang beli, entah itu laki-lakinya atau perempuannya,” imbaunya.
Dirinya mengungkapkan, kedepannya Dinkes akan terus melakukan upaya dalam penanganan virus tersebut.
“Kita akan rangkul mereka pelan-pelan, dan juga memang terkadang ada yang sadar dan justru datang sukarela untuk ditangani,” ungkap dia.
Dijelaskan, dalam penanganannya, Dinkes melibatkan Kader Pencegahan yang memang memiliki kapasitas mengatasi hal tersebut.
“Ada, ada kader yang dari kami (Dinkes) maupun dari mereka (yang sempat terpapar),” jelasnya.
Hanya saja, sangat disayangkan, untuk kader-kader tersebut yang sudah berupaya semaksimal mungkin, namun tidak mendapat feedback yang setimpal.
“Itu dia, untuk sekarang mereka memang secara sukarela, namun tetap saja, mestinya kedepan pemda harus memikirkan itu,” pungkasnya.
(Akbar)







