Dinilai Lamban, Keluarga Korban Dugaan Kekerasan Seksual Pertanyakan Kinerja Polisi
Bongkar Post, Pesawaran – Setelah hampir tiga minggu ditunggu pasca laporan, Penanganan kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di Kabupaten Pesawaran menjadi sorotan pihak keluarga.
Hingga kini, kasus yang dilaporkan oleh Ponirin (46) ke Polres Pesawaran pada 6 Maret 2026 lalu belum ada perkembangan berarti.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/56/III/2026/SPKT/POLRES PESAWARAN/POLDA LAMPUNG.
Pihak keluarga korban mengaku belum mendapatkan informasi lanjutan terkait proses hukum yang sedang berlangsung dan dilaporkan ke Polres Pesawaran tersebut.
“Aku juga da geram sebenernya kok lambat hasil visum nya, Udah jelas jelas pelaku ngakui perbuatan kejinya kepada pak Kadus Lo ” Ujar Ponirin, Selasa (24/3/2026)
Ponirin (46) orang tua korban R (11) mengatakan dia tahu anaknya dicabul setelah anaknya cerita.
“Anak saya pulang les, lalu diberi minuman. Setelah itu terjadi perbuatan tidak senonoh. Saya sudah buat laporan ke Polres Pesawaran, tetapi sampai sekarang belum ada perkembangan, termasuk hasil visum saja belum kami terima,” kata Ponirin, Selasa (24/3).
Dia menjelaskan peristiwa dugaan pencabulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Margodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.
“Terduga pelaku berinisial T, saya baru laporan karena baru tahu dari anak saya, anak saya ngaku dicabuli oleh terlapor T. Kami minta polisi segera memproses laporan kami sesuai dengan hukum yang berlaku, ” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pesawaran, Iptu Pande Putu Yoga Mahendra, mengatakan terbentur dengan Idul Fitri dan anggotanya atau unit PPA yang melakukan penyelidikan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Krakatau.
“Masih dalam kondisi idul fitri untuk mengambil hasil visum.
Setelah idul fitri penyidik langsung berkoordinasi dengan forensik RS Bhayangkara, karena mereka pun dilibatkan dalam operasi ketupat krakatau, ” ujarnya. (Imron)







