Anggota BPK RI Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Puslabfor Selidiki Unsur Kesengajaan
BONGKAR POST | Jakarta – Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari petinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Haerul Saleh, Anggota IV BPK RI, ditemukan meninggal dunia dalam musibah kebakaran hebat yang melanda kediamannya pada Jumat (8/5/2026) malam. Kematian tragis tokoh yang dikenal vokal dalam audit keuangan negara ini menyisakan tanda tanya besar dan memicu penyelidikan investigatif mendalam dari pihak kepolisian.
Kronologi dan Penemuan Jasad
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Api dengan cepat melahap lantai dua bangunan yang terletak di kawasan pemukiman elite tersebut. Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi baru berhasil menjinakkan si jago merah setelah dua jam berjibaku.
Ironisnya, saat penyisiran dilakukan, petugas menemukan jasad Haerul Saleh di dalam ruang kerjanya. Berbeda dengan penghuni rumah lainnya yang berhasil menyelamatkan diri, korban ditemukan dalam posisi terjebak. “Kondisi jenazah cukup mengenaskan, posisi ditemukan di dekat meja kerja,” ujar salah satu petugas evakuasi yang enggan disebutkan namanya kepada Bongkar Post.
Kejanggalan di Balik Tragedi
Pendekatan investigatif mulai diarahkan pada penyebab pasti api. Informasi yang dihimpun tim Bongkar Post di lapangan menunjukkan adanya beberapa kejanggalan:
1. Titik Api Tunggal: Laporan awal menyebutkan api bermula dari ruang kerja pribadi korban, tempat di mana dokumen-dokumen audit krusial disimpan.
2. Sistem Keamanan: Rumah dinas/pribadi pejabat setingkat BPK seharusnya dilengkapi sistem proteksi kebakaran yang memadai. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan mengapa sistem tersebut gagal berfungsi.
3. Waktu Kejadian: Peristiwa ini terjadi di tengah kesibukan Haerul Saleh memimpin audit sejumlah proyek strategis nasional yang tengah menjadi sorotan publik.
Puslabfor Turun Tangan
Kapolres Metro Jakarta Selatan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).
“Kami tidak ingin berspekulasi. Namun, melihat posisi korban dan titik awal api, kami melakukan penyelidikan menyeluruh. Semua kemungkinan, termasuk unsur kelalaian hingga potensi sabotase, sedang kami dalami,” tegas Kapolres dalam keterangan singkatnya di lokasi kejadian.
Sosok Penjaga Gawang Keuangan Negara
Haerul Saleh dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi. Sebelum menjabat sebagai Anggota BPK, ia merupakan politisi senior yang malang melintang di Komisi XI DPR RI. Latar belakangnya yang kuat di bidang pengawasan keuangan membuatnya sering menjadi tumpuan dalam mengungkap kerugian negara dalam skala besar.
Kematian Haerul Saleh merupakan kehilangan besar bagi institusi BPK RI. Kolega korban menyebutkan bahwa almarhum sedang menangani laporan hasil pemeriksaan (LHP) penting yang dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat.
(Rusmin)







