Dinas Pertanian Kota Balam Perketat Pengawasan Pangan Hewani
Bongkar Post
Bandar Lampung, BP
Menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung melalui Bidang Peternakan semakin mengintensifkan pengawasan terhadap pangan asal hewan (PAH) di berbagai pasar tradisional dan modern di Bandar Lampung.
Pengawasan yang berlangsung sejak Senin, 24 Februari hingga 5 Maret 2025 ini bertujuan memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat, sehingga produk hewani yang dikonsumsi tetap berkualitas, bebas dari bahan berbahaya, serta layak dikonsumsi.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Erwin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif dalam menjaga kualitas pangan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh produk hewani yang dijual di pasar memenuhi standar keamanan dan higienitas. Ini tidak hanya tentang memastikan daging sapi, ayam, kambing, babi, dan telur layak konsumsi, tetapi juga bagian dari upaya mencegah penyebaran penyakit zoonosis dari hewan ke manusia,” ujar Erwin, pada Senin (5/3/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa tim pengawas Dinas Pertanian turun langsung ke lapangan dengan melakukan berbagai metode pengawasan, termasuk pemeriksaan fisik terhadap produk hewani.
“Mereka menilai warna, tekstur, dan kelenturan daging serta memberikan arahan kepada para pedagang mengenai cara penanganan dan penyimpanan produk yang benar agar tetap segar dan aman dikonsumsi,” kata dia.
Selain itu, lanjut Erwin,kebersihan lapak dan sistem penyimpanan juga menjadi fokus utama pengawasan guna memastikan standar higienitas tetap terjaga.
Sehingga, dari hasil pengawasan, diketahui bahwa produk hewani yang dijual di pasar-pasar di Bandar Lampung telah memenuhi standar keamanan pangan dan bebas dari indikasi bahan berbahaya maupun kontaminasi.
Meski demikian, Erwin juga mengimbau agar masyarakat tetap lebih selektif dalam membeli pangan asal hewan.
“Kami menyarankan konsumen untuk berbelanja di tempat yang bersih dan memastikan produk yang dibeli dalam kondisi segar. Sebisa mungkin, pilihlah ayam yang masih hidup atau dipotong langsung di tempat penjualan untuk menjamin kesegarannya,” tambah Erwin.
Dalam kegiatan itu, sejumlah pasar yang menjadi sasaran pengawasan antara lain Pasar Gudang Lelang, Pasar Way Kandis, Pasar SMEP, Pasar Koga, Pasar Cimeng, Pasar Pasir Gintung, Pasar Tempel Way Halim, dan Pasar Tamin.
Dengan adanya pengawasan ini, Erwin berharap dapat meningkatkan keamanan pangan hewani serta melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat konsumsi produk yang tidak layak.
“Kami akan terus berupaya menjaga kualitas pangan di Kota Bandar Lampung, terutama menjelang Ramadhan di mana permintaan terhadap produk hewani meningkat. Dengan pengawasan yang ketat, kami ingin masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat berbelanja,” pungkasnya. (Jim)







