Dinas BMBK Lampung tak Serius Atasi Ambrolnya Jembatan Way Ratay

  • Whatsapp

Pesawaran, BP.id
Ambrolnya jembatan di Dusun Batu Menyan, Kecamatan Way Ratay, Kabupaten Pesawaran, beberapa waktu lalu, hingga patah hampir jadi dua bagian, hingga kini belum menjadi perhatian serius bagi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung. Pasalnya, jembatan yang menjadi satu-satunya akses ke Bandar Lampung itu, belum mendapat perbaikan yang maksimal dari satker terkait.

Meski Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Bupati Dendi Ramadhona telah rapat dan berkoordinasi dengan satker terkait guna segera dilakukan perbaikan, namun Dinas BMBK Lampung tak bergeming.

Bacaan Lainnya

Mirisnya, Dinas BMBK Lampung hanya mengganjal jembatan yang nyaris patah dua itu dengan timbunan batu belah berukuran besar, yang rentan setiap saat bergeser. Tentu saja hal ini akan membahayakan para pengendara kendaraan yang melintas di atas jembatan tersebut.

“Kami sudah rapat dengan Kadis PU Provinsi Lampung (BMBK, red) terkait penanganannya, nanti akan dipasang jembatan beli dulu,” demikian dikatakan Dendi Romadhona, pada Senin (16/3/2020) lalu, mengutip Daulatlampung.com.

Masih kata Dendi, bahwa Dinas PUPR Lampung (BMBK, red) akan melakukan penanganan darurat pada Selasa (17/3/2020). “Kalau dari hasil rapat dengan Pemprov, ya penanganan daruratnya akan dimulai besok, (Selasa, red),” tambahnya.

Sementara, Pasintel Brigif 4 Mar/BS Letkol Imanda mengimbau kepada masyarakat yang ingin melintasi jembatan tersebut, harus ekstra hati-hati terutama saat malam hari.

“Agar kiranya pengendara yang ingin melintas untuk berhati-hati saat berkendara khususnya malam hari,” ujarnya.

Warga pun berharap ada penanganan yang serius dan cepat dari Pemerintah Provinsi Lampung, di tengah merebaknya Virus Corona yang juga melanda provinsi ini.

Selain Virus Corona yang saat ini tengah menghambat roda perekonomian, kondisi jembatan seperti ini juga, jika tidak segera diperbaiki dengan benar, dipastikan akan mematikan perekonomian warga setempat.

Organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Pesawaran juga angkat bicara melihat kondisi ini. Toni Mahasan, Sekretaris MPC PP Pesawaran, menuding Dinas PUPR Lampung (BMBK, red) lamban dalam menangani ambrolnya Jembatan Way Ratay di Dusun Batu Menyan. Toni pun mempertanyakannya.

“Sampai saat ini, jembatan yang patah hanya ditimbun pada bagian patahannya saja, tanpa ada tanda-tanda perbaikan atau pembuatan jalan alternatif,” ujar Toni menyayangkan.

Ia menilai, bahwa persoalan ini juga perlu menjadi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

“Kami yang juga sebagai pengguna jalan sangat khawatir jika hanya begitu saja tindakan yang dilakukan oleh pihak terkait. Apakah harus menunggu ada lelang proyek baru jembatan itu bisa diperbaiki,” ucapnya.

Ia berharap, kondisi jembatan seperti itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Jangan baru ada korban jiwa dulu, baru pemerintah dan dinas bergerak,” tegasnya.

“Untuk itu, kami minta Dinas terkait, dapat segera melakukan perbaikan Jembatan Mandol Batu Menyan sesegera mungkin, jangan sampai nunggu adanya korban jiwa,” pungkasnya.

Sementara mengutip Skalapost.com, Kepala Dinas BMBK, Mulyadi mengatakan bahwa untuk memperbaiki jembatan secara permanen menunggu hasil lelang. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Danlanal Lampung.

“Untuk permanennya tunggu hasil lelang tahun ini, dan karena masuk wilayah militer kami akan terus berkoordinasi dengan Danlanal Lampung,” ujar Mulyadi. (tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *