Diduga Himpun Dana Teroris, Tim Densus 88 Geledah Kantor LAZ di Way Halim

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil meringkus tiga kawanan terduga jaringan teroris dan melakukan penggeledahan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal (BM) Abdurahman Bin Auf (ABA) yang beralamat di Jalan Mahoni 1 RT 06 Lingkungan 1, Kelurahan Way Halim, Kecamatan Way Halim Permai, Bandar Lampung, Rabu (3/11/2021).

Penggeledahan ini menyusul ditangkapnya beberapa orang terduga terorisme di Pesawaran dan Lampung Selatan. Sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris inisial S di Bagelen Gedong Tataan Pesawaran dan SK (59) di Bataranila Lampung Selatan.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, bahwa penangkapan terduga teroris ini merupakan bentuk kerja Polri. Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tidak mengenal lelah dalam melakukan penyelidikan, penyidikan, dan pengejaran terhadap pelaku yang patut di duga sebagai terorisme.

“Hal ini bisa dibuktikan yang artinya tidak mengenal lelah dari beberapa waktu yang lalu, setahap demi setahap yang kita ketahui pada awal 2021 disalah satu wilayah provinsi Lampung kita temukan bahwa itu adalah pelaku yang paling dicari dari jaringan terorisme yang ada,” jelas dia.

Pandra juga menyampaikan kawanan terduga terorisme ini menggunakan modus menghimpun dana dari kotak amal dan merupakan pengembangan dari kasus kotak amal yang ada. “Sempat berkembang adanya informasi penggalangan dana dari kotak amal,” ujar dia.

Menurut dia, ketiga kawanan teroris yang berhasil ditangkap ini tidak menutup kemungkinan merupakan salah satu pengembang dari Jakarta dan Medan. “Jadi pelaku ini dalam melakukan aksinya adalah salah satu simpatisan jaringan terorisme Jamaah Islamiah. Dalam aksinya dapat melakukan penggalangan dana dan juga pengkaderan yang bertujuan untuk melakukan jihad global terhadap kelompok radikal di seluruh dunia,” terang Pandra.

Dengan adanya potensi jihad global seperti ini, pihaknya menekankan warga masyarakat dari lingkungan terkecil mulai dari RT dan RW serta komponen lainnya termasuk tiga pilar untuk menguatkan barisan dengan melakukan bekerjasama yang baik.

”Seperti yang terjadi di Lampung Timur, kita melakukan penangkapan dimana terduga teroris merupakan peternak itik. Kemudian ada lagi satu tersangka di dalam aktivitasnya selalu menyendiri tidak pernah berbaur atau menggunakan kesempatan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap dia.

Sementara, Ketua Lingkungan I, Panut Darwoko mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau di Yayasan Baitul Maal Abdurahman Bin Auf tersebut yang disinyalir sebagai sumber pendanaan terorisme. Sebab, yayasan tersebut sering mengadakan bakti sosial bagi warga sekitar.

“Ya, biasanya yayasan ini selalu mengadakan kegiatan bakti sosial seperti khitanan massal gratis untuk anak-anak di sekitar lingkungan sini,” terang dia.

Kalau untuk aktivitas pengumpulan dana, lanjut dia, dirinya juga tidak pernah mengetahui. “Gak tau, memang ada satu kalimat yang sering diucapkan mari kita sama-sama untuk beramal sehari seribu,” ujar dia.

Menurut Panut, tidak ada sama sekali aktivitas mencurigakan selama lima tahun yayasan ini berdiri karena mereka melapor saat pertama kali menempati rumah yayasan tersebut. “Ya di saat pertama kali akan menghuni rumah mereka lapor ke pak RT,” ujar dia.

Meski demikian, sejak awal orang-orang yang berada di Kantor LAZ BM ABA ini tidak pernah berbaur dengan warga. Selama lima tahun di Way Halim Permai, yang menempati kantor tersebut bukan warga lokal. “Sejak pertama tinggal tidak pernah berbaur dengan warga dan intinya bukan warga kami,” ujar Panut.

Pantauan di lokasi, terdapat ratusan kotak amal bertuliskan LAZ BM ABA dari berbagai ukuran diamankan. Ada juga CPU komputer, banner LAZ BM ABA, dan sejumlah struktur LAZ BM ABA.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *