Bongkar Post – Sugiono, “Ksatria Jedi” Prabowo, Alumni Tarnus Calon Menteri

Bersama presiden terpilih, calon menteri kabinet Prabowo-Gibran, Lettu Inf Purn Sugiono. | dok/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Lettu Infanteri (Purn) H. Sugiono, B.Sc., M.Sc., lengkap gelar satu dari 49 calon menteri kabinet pemerintahan baru Prabowo-Gibran yang dipanggil oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto ke kediaman Jl Kertanegara IV Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024), selain 49 nama yang sama peserta pembekalan calon menteri di Hambalang, Rabu-Kamis (16-17/10/2024).

Sugiono, selain sejawatnya sesama anggota Fraksi Partai Gerindra DPR/MPR Prasetyo Hadi, dipanggil maraton bersama calon menteri lainnya, Senin, disusul panggilan senada kepada 57 calon wakil menteri dan kepala badan negara, Selasa (15/10/2024).

Pria tampan kelahiran Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Nangroe Aceh Darussalam, 11 Februari 1979 (kini 45 tahun), ayah satu anak buah pernikahannya dengan Marlyn Maisarah ini, tumbuh besar di dataran tinggi Gayo.

Sugiono menamatkan sekolah dasar di SDN Blang Kolak I, Takengon (1985-1991), lanjut di SMPN Blang Kolak I, Takengon (1991-1994), tetapi dia menamatkannya hingga tercatat sebagai lulusan dari SMPN 3 Banda Aceh.

Lulus SMP, Sugiono berhasil lolos seleksi masuk sekolah bonafit yang ngetop seantero Tanah Air, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, tahun 1994. Hijrah dari Aceh ke Magelang, Sugiono remaja jalani pendidikan berasrama sebagai siswa sini, lulus 1997.

Tercatat, selama menjadi siswa setempat, dia aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Tahun terakhir, dia dipercayai jadi anggota Perwakilan Kelas. Sugiono kemudian tercatat sebagai alumni Angkatan V SMA Taruna Nusantara (1994-1997).

Usai lulus, Sugiono enggan berlama-lama tertegun jumawa. Cita-cita menjadi tentara mendorongnya daftar calon taruna AKABRI.

Namun kebetulan saat bersamaan, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) saat itu Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Prabowo Subianto, membuka pilot project pengiriman alumni SMA Taruna Nusantara ke beberapa perguruan tinggi militer di Amerika Serikat (AS) melalui program beasiswa.

Kini sekaligus dua, motivasi keinginan dirinya untuk menjadi prajurit profesional TNI AD dan peluang kesempatan emas untuk mengenyam pendidikan di luar negeri, membuat Sugiono memutuskan mendaftar program tersebut.

Alhasil, ikuti seleksi, dinyatakan lulus, berhak ikuti pendidikan sebagai kadet di Norwich University, kampus militer tertua di Amrik. Lulus dari situ, sebagai sarjana S1 Teknik Komputer dengan sandang gelar B.Sc.

Sugiono pun sempat bekerja di AS sebelum memutuskan kembali ke Tanah Air, mengikuti pendidikan Sekolah Perwira Prajurit Karier TNI (Semapa PK) di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Lulus, Sugiono pun dilantik sebagai perwira TNI AD dengan pangkat Letnan Dua (Letda) korps Infanteri, pada tahun 2002.

Kelak, Sugiono melanjutkan studi S2 Magister Manajemen dan Magister Bisnis, University of Konstanz, Jerman, sandang gelar M.Sc.

Kemudian, Letda Infanteri Sugiono meniti karir keprajuritannya sebagai prajurit Kopassus dengan pangkat terakhir Letnan Satu (Lettu). Dalam perjalanannya, karir keprajuritannya ini hanya berjalan dua tahun. Setelahnya, dia memutuskan pensiun dini pada 2004.

Namun, statusnya yang dipercayai menjadi sekretaris pribadi Prabowo, terjadi saat dia masih menjadi prajurit, sebelum pembentukan Partai Gerindra.

Empat tahun berselang, Sugiono pun tercatat merupakan salah satu anggota Dewan Pendiri Partai Gerindra medio 2008, sejak itu jadi kader aktif hingga saat warta ini naik siar, hingga kini 16 tahun kemudian.

Enam tahun berikut, Sugiono masuk jajaran pengurus inti, dimandati sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Bidang Kaderisasi dan Informasi Strategis, juga anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra 2014-2020.

Jelang tahun politik, Sugiono ditugasi sebagai garda depan kampanye pemenangan Pilpres Prabowo, dan ditempatkan sebagai Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 2018-2019.

Selanjutnya, hingga kini Prabowo sang ketua umum mendapuknya sebagai Wakil Ketua Harian DPP Partai Gerindra 2020-2025.

Pada Pemilu 2019, Sugiono yang notabene juga didaulat sejawat alumni sebagai Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) sejak 2019-sekarang ini, maju Pileg dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) I yang meliputi 4 wilayah pemilihan: Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga.

Sugiono sukses, menang terpilih terlantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 2019-2024, ditempatkan di Komisi I serta Ketua Fraksi Gerindra MPR 2021-2024, belakangan sejak 2023 hingga purnatugas 1 Oktober lalu, jadi Wakil Ketua Komisi I DPR.

Pada Pemilu 2024, Sugiono yang diketahui fasih berbahasa Prancis ini, kembali menang terpilih terlantik anggota DPR/MPR 2024-2029 dari dapil yang sama. Usai, pemilik nomor urut 1 ini meraup 62.855 suara sah Pileg 2024.

Kini, usai berstatus presiden terpilih, Prabowo Subianto kembali memanggilnya menghadap.

“Saya kira sama ya tadi dari bapak-bapak ibu-ibu yang dipanggil sebelumnya. Kita diminta kesediaan untuk membantu Pak Prabowo dalam kabinet beliau nanti. Saya prajurit, apapun yang ditugaskan kepada saya akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab. (Apakah ditawarkan posisi Menlu?) Kalau itu hak beliau untuk memutuskan. Kita lihat apa yang akan diberikan Pak Prabowo nanti buat saya. Kita lihat 21 Oktober,” keterangan pers Sugiono, berbatik, usai bertemu Senin (14/10/2024).

Menjawab pers seselesainya memanggil 49 calon pembantunya di kabinet nanti, Prabowo pun memastikan para calon menteri yang dia panggil sanggup jalankan tugas di kabinetnya.

Mereka, sebagaimana pengakuan terbuka sejumlah nama yang diwawancarai media, telah pula meneken pakta integritas.

Seperti keterangan dari Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu’ti, yang senada Sugiono turut dipanggil Prabowo diamanati jadi Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen).

Abdul Mu’ti mengungkapkan, saat bertemu Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, H-2 sebelum pemanggilan, dia yang nanti didampingi dua wakil menteri, disodorkan kemudian menandatangani dua dokumen pakta integritas, pertama kesediaan jadi bagian kabinet Prabowo-Gibran, kedua: terkait dengan mendukung setia pada NKRI hingga pemerintahan lima tahun ke depan.

Prabowo, mengaku dia telah cukup lama memantau para calon menterinya, berdiskusi dan menyatakan keinginannya menjadikan mereka sebagai menteri, wakil menteri, dan kepala badan di pemerintahan ke depan.

Bahkan, tandas Prabowo, para calon menteri sebenarnya telah menyatakan kesiapannya sebelum dipanggil ke Kertanegara.

“Sebetulnya, hari ini hanya mengonfirmasi. Saya konfirmasi, saya yakinkan mereka bersedia atau tidak bantu saya di bidang yang saya tawarkan kepada mereka. Alhamdulillah, semuanya menyatakan sanggup,” konferensi pers Prabowo.

Sinyalemen terkait Sugiono sendiri yang konon digadang menjadi calon Menteri Luar Negeri (Menlu) di kabinet Prabowo, penerus tugas Retno Marsudi tersebut, menguat usai Hashim Djojohadikusumo sang adik Prabowo, telak membocorkan akan ada empat nama lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang yang masuk dalam kabinet mendatang.

 

Sugiono, Jedi Knights Prabowo?

Kabarnya, Sugiono dikenal sebagai “anak ideologis” Prabowo sebab merupakan sosok cerdas yang ada di lingkar terdekat Prabowo.

Di mata kader Partai Gerindra, Sugiono dinilai memiliki banyak kesamaan dengan Presiden terpilih semisal tegas dalam bersikap, cermat dalam menanggapi persoalan.

Notabene, Prabowo pernah memuji Sugiono sebagai salah satu sosok “Ksatria Jedi”-nya, atau orang yang memiliki kemampuan khusus.

Sebagai pengingat, Ksatria Jedi atau Jedi Knights, merujuk pada para pahlawan utama di Star Wars, digambarkan sebagai sebuah organisasi monastik, akademik, meritokratik, paramiliter; yang terbentuk 25 ribuan tahun sebelum aneka peristiwa di film perdana yang dirilis waralaba multimedia Star Wars.

Jedi ngetop ulah bakat dalam menggunakan dan menghormati The Force, dengan gunakan benda hidup di sekitar untuk menggunakan The Force dan memainkan lightsabers (pedang cahaya) senjata tradisional khas mereka (perangkat yang hasilkan aliran plasma dikendalikan macam pisau), para anggota Organisasi Jedi bertempur demi pertahankan kedamaian dan keadilan di Galactic Republic, sekitar 20 ribu-25 ribu tahun sebelum Pertempuran Yavin.

Mayoritas, Orde Jedi beranggota para polymaths: guru, filsuf, ilmuwan, dokter, diplomat dan prajurit, yang menghargai pengetahuan dan kebijaksanaan diatas kebangsaan. Dengan melayani orang lain, Jedi memberi diri mereka melalui tindakan amal, kewarganegaraan, kesukarelaan, dan perbuatan baik.

Bersenjata tradisional lightsaber, Organisasi fiktif ini mengilhami gerakan keagamaan baru nonteistik di dunia nyata, Jediisme. Haha.

Seperti digambarkan dalam waralaba norma, Studi Jedi, melayani dan memanfaatkan kekuatan mistis -disebut Force, membantu dan melindungi mereka yang membutuhkan.

Anggotanya (Ksatria Jedi) menghormati semua kehidupan dengan membela dan melindungi mereka yang tak bisa melakukannya sendiri, berjuang untuk solusi damai dan non agresif untuk tiap masalah mereka, berjuang hanya untuk membela diri dan orang-orang yang mereka lindungi.

Seperti rekan-rekan mereka yang jahat, yang Sith, senjata utama mereka lightsaber. Dengan melatih pikiran dan tubuh, Jedi berusaha perbaiki diri dengan memperoleh akses terbatas kepada Force.

Sesuai Perintah Nomor 66, untuk kejahatan “hasutan dan pengkhianatan tingkat tinggi” terhadap Republik Galactic, Jedi yang hampir dibasmi Angkatan Darat Clone dibawah perintah Sith Lord Darth Sidious, dengan hanya beberapa yang selamat yakni Obi-Wan Kenobi dan Yoda.

Orang pertama yang mengeluarkan perintah ini, Komandan Clone Cody (sampai saat itu di bawah komando Jenderal Jedi Obi-Wan Kenobi). Darth Vader memimpin Operasi: Knightfall terhadap Kuil Jedi dengan Legiun Ke-501, sementara sisa tentara clone sekitar galaksi melakukan Perintah Nomor 66.

Yang kepo ukuran tepat dari keanggotaan dan operasi Jedi (sebab tak pernah ditentukan), statemen Kanan Jarrus di episode “Path of Jedi” di Star Wars Rebels, menyebut ada sekitar 10.000 Jedi Knights membela galaksi.

“.. Sekarang, kita sedikit. Tapi pada hari-hari, kami memiliki pos-pos kecil, candi yang tersebar di seluruh bintang. Kekaisaran mencari kuil ini dan menghancurkan banyak dari mereka ..,” Kanan Jarrus.

Penyuka Star Wars pasti luar kepala, lima tokoh Master Jedi. Ada Yoda, Grand Master Jedi dari spesies yang tak diketahui, Jedi tertua (setidaknya 900 tahun) yang pernah ada, dianggap Master Jedi paling bijaksana dan paling kuat di Star Wars alam semesta.

Yoda telah membimbing, melatih hampir tiap Jedi muda, Padawan, dan Master Jedi yang dikenal di Jedi Temple sepanjang tahun sebagai Jedi Grand Master, meliputi Count Dooku, Mace Windu, Obi-Wan Kenobi, Ki-Adi-Mundi, Kit Fisto, Oppo Rancisis; Ahsoka Tano, Kanan Jarrus, Luke Skywalker.

Disebut terakhir, Luke Skywalker, Grand Master manusia lelaki dari Jedi yang dirikan Jedi Orde Baru dan protagonis dari trilogi asli Star Wars. Sebagai Padawan terakhir Obi-Wan “Ben” Kenobi, ia jadi tokoh penting di perjuangan Aliansi Pemberontakan lawan Kekaisaran Galactic.

Luke, pewaris keluarga yang sangat kuat dalam Force, saudara kembar pemimpin Pemberontakan, Princess Leia dari planet Alderaan, putra eks Ratu Naboo dan Senator Republik Padmé Amidala dan Jedi yang berbalik jadi Sith Lord Darth Vader (Anakin Skywalker), paman dari Ben, Jacen, Jaina Solo dan nenek moyang Cade Skywalker.

Lalu, tiga lain: Ki-Adi-Mundi, Plo Koon, Kit Fisto, tiga anggota Dewan Tinggi Jedi di tahun-tahun terakhir Republik Galactic.

Ki-Adi-Mundi, Master Jedi dari Planet Cerean, salah satu Jedi partisipan Pertempuran Geonosis, Jenderal Jedi di Perang Clone, ambil bagian di konflik seperti Pertempuran Kedua Geonosis pemimpin kontingen Marinir Galaksi Clone di Planet Mygeeto, dieksekusi pasukan sendiri di bawah Order 66. Plo Koon Master Jedi dari Planet Kel Dor, Fit Kisto dari Planet Nautolan.

Keterpilihan Sugiono jadi bagian pembantu presiden, salah satunya mengingatkan publik pada pidato Prabowo di hadapan investor di JCC Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/10/2024).

Membocorkan tiga ciri bentuk kabinet kelak, Prabowo menyebut takkan menunjuk menteri yang hanya punya modal kepintaran, yang dia sebut pula kepintaran seseorang akan tidak berguna ketika memiliki niat buruk. “Otak terbaik dan hati terbaik, bukan otak hebat hati busuk berbahaya,” poin ciri pertama.

Berikut, per komposisi kabinetnya notabene merupakan koalisi gemuk. “Saya ingin bentuk pemerintahan persatuan yang kuat terpaksa koalisinya besar. Nanti dibilang kabinet Prabowo kabinet gemuk, banyak ya. Negara kita besar bung,” lugasnya, akan bersama koalisi besar lima tahun ke depan, jangan heran bila kabinetnya kelak tampak gemuk.

Prabowo bilang, untuk mengurus Indonesia seluas ini memang dibutuhkan menteri jumlah banyak. Apalagi masalah dihadapi terbilang kompleks. “Negara kita luas nya sama dengan Eropa, Eropa 27 negara, kita satu negara,” rasionalisasinya, membandingkan, kendati demikian tak ingin disebut otoriter.

Dia menegaskan akan merangkul semua kelompok dari wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. “Kalau kita negara otoriter, hanya satu partai ya bisa, jalankan negara ini hanya 20 menteri 24 menteri,” imbuhnya.

Berikutnya lagi, Prabowo blak-blakan dia berencana mengambil menteri era kabinet Jokowi, karena merupakan orang terbaik.

“Bahkan dalam menyusun kabinet kok saya melihat banyak juga ya menteri yang akan datang ya banyak berada di kabinet sekarang,” kata Prabowo.

Penerima mandat dari rakyat untuk menjadi presiden RI memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Sehingga lugasnya, dia sejalan dengan Jokowi dalam menyusun kabinetnya untuk mencari orang yang terbaik.

“Kalau kita mau menyusun dan memilih tim sepakbola, timnas sepakbola apa yang dicari? Adalah pemain terbaik, kita tidak pikirkan orang tuanya siapa, agamanya apa, sukunya apa, rasnya apa, tapi dia mampu atau tidak, dia bisa atau tidak, dia berjuang atau tidak, mampu atau tidak, dia deliver berbuat yang terbaik untuk bangsa dan rakyat. Nah itu yang kita cari,” jembreng Prabowo, seturut Jokowi.

“Pak Jokowi pun demikian mencari yang terbaik, saya pun demikian dan kalau kebetulan orangnya masih bagus pasti kita minta ikut lagi,” imbuhnya.

Kemudian, berikutnya pula, Prabowo bilang dia cukup waspada disusupi orang pintar namun berhati busuk masuk ke kabinetnya.

“Kita harus berani akui kesulitan. Jangan lari dari kesulitan hadapi kesulitan dan selesaikan kesulitan ini. Cari otak-otak terbaik di negara ini. Otak terbaik dan hati terbaik, bukan otak hebat hati busuk berbahaya,” lugasnya pula, negara sebesar Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada keberuntungan. Maka dari itu harus diserahkan kepada orang terbaik.

“Kita harus berani koreksi diri, sistem kita masih terlalu banyak kebocoran. Korupsi harus kita hadapi, dengan berani,” kata dia, bila memberikan pengelolaan negara yang diserahkan kepada sosok yang salah, maka akan berisiko terhadap negara ke depan.

Pertanyaan kepo buat presiden terpilih, omon-omon, pak Sugiono calon menteri ini mirip Ksatria Jedi yang mana pak Prabowo?

Semoga usai pelantikan presiden dan wapres terpilih Prabowo-Gibran, Minggu pagi, serta menyusul pengumuman berikut pelantikan kabinet Minggu malam, telah terbantu jawab. (Muzzamil)

Pos terkait