Walikota Bandarlampung Eva Dwiana berdiri sisi kanan Presiden Jokowi, di antara Presiden dan Mendagri Tito Karnavian pada seremoni Pembukaan Rakernas XVII APEKSI Tahun 2024 di Balikpapan Sport and Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 Juni 2024. | dok. Eva Dwiana/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Walikota Bandarlampung cum Koordinator Komisariat Wilayah (Komwil) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eva Dwiana; bersama sejawatnyi asal Lampung lainnya, Walikota Metro, dr Wahdi Siradjuddin SpOG; menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVII Tahun 2024, di Balikpapan Sport and Convention Center, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, 1-6 Juni 2024.
Keduanya hadir bersama 96 sejawat walikota atau yang diwakili oleh wakil walikota, atau sekretaris daerah kota, se-Indonesia.
“Menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII 2024. Dalam kegiatan ini membahas tentang rancangan pembangunan perkotaan kedepan dan pembangunan berkelanjutan,” terang Bunda Eva, sapaan karib walikota perempuan pertama di Bandarlampung sekaligus di Lampung ini.

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana akrab bersama Walikota Surabaya cum Ketua Dewan Pengurus APEKSI 2023-2025 Eri Cahyadi, di Balikpapan, Kalimantan Timur. | dok. Eva Dwiana/Muzzamil
Diketahui, Balikpapan tuan rumah Rakernas ke-17, berdasar hasil Rakernas Pekanbaru 2023 lalu. Keterpilihannya berkelindan dengan on going process-nya kendati berat, progresi pelaksanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.
Rencananya, di Istana Negara IKN Nusantara yang akan dijadikan model kota hutan (forest city) yang pintar, indah, ramah lingkungan, berbasis teknologi ini akan dihelat pertama kali, Upacara HUT ke-79 RI, 17 Agustus 2024.
Ada pun, helat enam hari ini diisi rangkaian agendaYouth City Changers, Indonesia City Expo (ICE) & ICE Forum Bisnis, Gala Dinner dan Peringatan HUT ke-24 APEKSI, Rakernas (Pembukaan, Panel, Pleno dan Penutupan), Karnaval Budaya Nusantara, Festival Seni Budaya Nusantara, Sarasehan Istri Walikota, Sarapan Bersama dan KMF Kelompok Kerja Perubahan Iklim APEKSI & WMF PERPAMSI, Senam Bersama dan Penanaman Pohon, City Tour Pasar Pringgodani, Cooking Class dan Jetski Sport, serta Kunjungan IKN Nusantara.
“Peserta Rakernas XVII APEKSI 2024 adalah Walikota/Wakil Walikota, Ketua TP PKK atau Dekranasda, pendamping/OPD Pemerintah Kota, Pemuda Kota dari seluruh Indonesia,” terang Sekretariat APEKSI, yang bermarkas di Rasuna Office Park III Unit WO 06-09 komplek Rasuna Epicentrum – Area Kuningan, Jl. Taman Rasuna Selatan, Jakarta Selatan.
Dibuka Jokowi
Ditandai pemukulan lesung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rakernas, Selasa (4/6/2024) pagi. Pidatonya menegaskan pentingnya persiapan matang menghadapi tantangan menjulang Indonesia Emas 2045 mendatang, saat mana 70 persen penduduk RI diprediksi akan tinggal di perkotaan.
“Sudah sering saya sampaikan di tahun 2045, 70 persen penduduk kita ini akan ada di perkotaan. Kalau dunia di tahun 2050? 80 persen penduduk dunia akan di perkotaan. Apa yang akan terjadi? Beban kota akan menjadi sangat berat,” ujar Presiden.
Sadar forum strategis, Presiden ke-7 RI ini mendorong agar setiap pemerintah kota di Indonesia, memiliki perencanaan kota yang detail. “Karena itu, sekali lagi rencana tata kota, transportasi massal dan umum harus dipersiapkan. Apabila kita terus memikirkan MRT (Mass Rapid Transit), biayanya mahal,” imbuhnya.
Menurutnya, rencana kota yang detail untuk setiap kota di Indonesia penting dilakukan. Agar fenomena seperti di Eropa atau Amerika, di mana kota-kota menjadi mencekam akibat tingginya tingkat pengangguran dan jumlah orang yang menjadi tunawisma, tidak terjadi di Indonesia. “Kita tidak ingin itu terjadi di negara kita Indonesia,” pesan Presiden.
Kepala Negara mengintensi, pemerintah ingin menjadikan kota-kota di Indonesia sebagai kota masa depan yang nyaman, layak huni, dan dicintai penduduknya. Namun, Kepala Negara mengingatkan, tantangan besar misal kemacetan telah mulai dirasakan di beberapa kota besar, seperti Balikpapan, Surabaya, Bandung, dan Medan.
Oleh sebab itu dia mengintensi, pentingnya mempersiapkan transportasi massal di setiap kota di Indonesia. Jokowi menyebut, saat ini terdapat alternatif pembangunan transportasi massal, salah satunya ART (autonomous rapid transit).
“Tidak pakai rel, pakai magnet. Bisa 3 gerbong, 2 gerbong, 3 gerbong atau 1 gerbong ya ini jauh lebih murah. Nanti kalau ada yang APBD-nya memiliki kemampuan tolong berhubungan dengan Pak Menteri Perhubungan. Bisa bagi-bagi 50-50, APBD 50 persen, APBN 50 persen misalnya,” ucap dia.
Jokowi juga mengintensi, kota masa depan bukanlah sekadar kota modern bergedung pencakar langit yang tinggi, melainkan kota yang ramah bagi pejalan kaki, penyandang disabilitas, pesepeda, dan lingkungan. Selain itu, penghijauan kota turut menjadi satu fokus utama guna ciptakan kota sejuk dan nyaman.
“Sekali lagi kota masa depan yang diidamkan adalah kota yang green city, yang smart city, yang creativite city, yang liveable dan lovable, atau orang senang berkunjung dan kembali ke kota itu. Bahkan, orang yang ada di kota memberikan pelayanan publik yang baik dan mencintai kotanya,” lugas Jokowi, yang hadir didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pj. Gubernur Kaltim Akmal Malik, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dan Ketua Dewan Pengurus APEKSI 2023-2025 cum Walikota Surabaya Eri Cahyadi.
Gala Dinner
Sebelumnya kala Gala Dinner di halaman Balai Kota, Senin (3/5/2024) malam, Ketua Umum Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi berterima kasih kepada Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud serta jajaran atas kesiapan dan keramahan menyambut tetamu. “Acara di halaman Balai Kota Balikpapan ini betul-betul sangat luar biasa, terima kasih sambutannya,” khatur Eri.
Walikota Surabaya ini bilang, Rakernas Balikpapan sangat istimewa, bertepatan momen HUT ke-24 APEKSI. “Kami sampaikan juga Rakernas ini sangat spesial betul, karena bagaimana Ulang Tahun ke-24 APEKSI kita lakukan bersamaan di Balikpapan,” ujar Eri.
Eri Cahyadi menggarisbawahi pentingnya peran APEKSI sebagai jembatan antara pemerintah kota dengan pemerintah pusat wujudkan berbagai program pembangunan.
“APEKSI inilah yang menjadi jembatan antara seluruh kota dengan Mendagri, yang Insyaallah akan memberikan berkah dan memberikan yang terbaik bagi kita semuanya di seluruh kota di Indonesia,” tutur dia.
Eri menyadari, seluruh kota di Indonesia memiliki kelebihan masing-masing. Bagi dia, jika kelebihan itu dapat dikolaborasikan jadi satu kekuatan, APEKSI bisa beri sumbangsih terbaik untuk pembangunan Indonesia.
“Jika kelebihan itu dijadikan satu kekuatan besar, tidak ada yang lebih baik di antara kota kita, tapi saling melengkapi, maka kita bisa memberikan yang terbaik dari APEKSI untuk negeri Indonesia tercinta,” lugasnya.
Dari itu Eri mengintensi pentingnya kolaborasi antar kota atasi pelbagai tantangan bersama. Melalui Rakernas APEKSI, dia ajak walikota saling berbagi pengalaman dan solusi terbaik bangun kota yang maju dan sejahtera.
“Karena tidak ada istilah di APEKSI ini, ada kota yang tertinggal. Tidak ada di APEKSI ini, istilah kota yang paling maju. Karena buat saya, yang paling maju adalah ketika kita bisa berintegrasi dan bersinergi antar kota, maka itulah kemajuan untuk negara tercinta Indonesia,” tandas dia.
Sebab itu, mantan Kepala Bappeda Surabaya ini berharap, Rakernas ke-17 APEKSI dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi konkret untuk berbagai permasalahan yang dihadapi daerah-daerah kota di Indonesia. “Semoga pada waktu Rakernas, kita bisa memberikan usulan dan sumbangsih terbaik bagi APEKSI, untuk kita berikan kepada Indonesia,” asa dia.
Penghujung pidatonya, Eri berterima kasih kepada seluruh walikota dan delegasi hadirin. “Semoga Rakernas yang kita lakukan di Kota Balikpapan ini memberikan berkah bagi kita semuanya,” pungkasnya.
Terkait agenda Indonesia City Expo & ICE Forum Bisnis, Eri Cahyadi menyebut, APEKSI sebagai wadah bagi 98 kota di Indonesia memiliki potensi besar untuk bersinergi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa. “Sehingga ketika kami memiliki kelebihan di masing-masing kota, Insyaallah nanti kita jadikan satu, kita minta arahan pada pemerintah pusat, setelah itu kita terapkan pada seluruh kota,” kata Eri, Rabu (5/6/2024).
Dicontohkan, jika ada aplikasi atau program yang bagus di satu kota, bisa diterapkan di kota lain tanpa perlu mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Karena sudah cukup satu, kita kloning di tempat lain. Inilah yang kita lakukan untuk APEKSI,” ujarnya.
Kembali berterima kasih ke Walikota Rahmad Mas’ud atas kesuksesan penyelenggaraan Rakernas, Eri berharap Rakernas dapat jadi momentum memperkuat kebersamaan dan komitmen APEKSI dalam membangun negeri.
“Harapannya APEKSI ini membuat kita bersatu, membuat kekuatan kita bersama dalam membangun negeri ini,” ujar Eri.
Sementara, Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menerangkan, Rakernas APEKSI telah membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Prediksi pintar dia, uang berputar selama Rakernas sekitar Rp45 miliar.
“Berdampak positif, hotel-hotel, termasuk guest house juga pada penuh. UMKM-UMKM juga berjalan, bisnis-bisnis transportasi juga bukan lagi full, tapi kekurangan,” kata dia.
Karenanya, Rahmad menilai penyelenggaraan Rakernas ini sangat berdampak positif bagi perekonomian Balikpapan. “Saya terima kasih kepada Bung Eri, Walikota Surabaya yang mempercayakan tuan rumah APEKSI Rakernas di Kota Balikpapan,” takzimnya.
Selain itu, Rahmad menyebu Rakernas APEKSI itu juga jadi momentum mempromosikan IKN ke masyarakat. Apalagi seluruh walikota hadir. “Pemindahan Ibu Kota Negara wajib kita dukung kita sukseskan, menuju peradaban Indonesia Emas tahun 2045,” pungkasnya.
Kota Bandarlampung, turut buka stan di arena Indonesia City Expo (ICE) 2024. Walikota Eva Dwiana juga terpantau turut standby di stan. Yang memamerkan sejumlah produk unggulan daerah Kota Tapis Berseri, seperti produk wastra Tapis Lampung yang mendunia itu. Stan juga memajang fotonyi dan foto sang wakil walikota, Deddy Amarullah.
Sebelumnya, baru-baru ini, Eva Dwiana selaku Koordinator Komwil IV APEKSI Sumbagsel juga menjadi tuan rumah Rakerwil APEKSI Sumbagsel itu di Hotel Grand Mercure Jl Raden Intan Bandarlampung, yang dihadiri tiga walikota dan 7 Pj walikota se-Sumbagsel, tepatnya pada 21 Mei 2024 lalu.
Jauh sebelumnya, Eva Dwiana juga pernah menuan-rumahi 58 dari total 98 walikota se-Indonesia, sejawat tetamunyi yang hadir fisik dalam agenda Syukuran HUT ke-22 APEKSI dan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) ke-15 APEKSI Tahun 2022 di Kota Tapis, prakondisi hajat besar Rakernas XV APEKSI di Padang, Sumatera Barat, 7-10 Agustus 2022.
Hampir 1,2 juta jiwa rakyat Bandarlampung, dan 168 ribu lebih rakyat Kota Metro, kala itu turut serta menjadi mata dan telinga jutaan rakyat 98 kota anggota APEKSI, terkait besaran eksekusional atas pemajuan ide-ide kreatif, inventori dan gagasan cerdas, inovasi pembangunan kota, pengayaan peluang, dan elaborasi resolusi kebijakan demi meretas tantangan penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan daerah kota di Indonesia.
Di Balikpapan, dari sejumlah kiriman foto yang Bunda Eva bagikan, ia seperti sosok spesial. Misal pada momen seremoni pembukaan, ia berdiri di sisi kanan arah kamera agak ke belakang, seperti mengapit di antara tubuh Presiden Jokowi dan Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Rabu pagi.
Lalu, di momen lainnya, saat Sarapan Pagi dan Penanaman Pohon, ia juga duduk tak jauh-jauh dari Walikota Surabaya Eri Cahyadi, sang “komandan” APEKSI sejak tahun lalu sampai tahun depan itu.
Semoga Walikota Bandarlampung Eva Dwiana membawa oleh-oleh bernas bagi 1,2 juta jiwa lebih warga kota Tapis, warga Bumi Ragom Gawi Kota Bandarlampung. (Muzzamil)







