Bongkar Post – Pj Bupati Tuba Tanam Perdana Padi Inbrida varietas Inpari 32

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

TULANGBAWANG-

Pj Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan melakukan penanaman perdana padi Inbrida varietas Inpari 32, sekaligus menyerahkan bantuan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Dente Teladas, Rabu (3/7/2024).

Dalam kegiatan itu dirinya didampingi juga Direktur Perlindungan Hortikultura Jekvy Hendra, Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian yang diwakili Tri Kusnanto, Kadis Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Bani Isparyanto serta Plt Kadis Pertanian dan Peternakan Tuba Nur Khasanah.

Pj Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M menjelaskan kegiatan hari ini merupakan giat tanam perdana padi Inbrida varietas Inpari 32, yang mana merupakan program optimalisasi lahan dalam rangka pengendalian inflasi dan penanganan darurat pangan di Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas tahun 2024.

Ia mengungkapkan Kabupaten Tulangbawang merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Lampung di samping Kecamatan rawajitu Selatan, dan Rawa Pitu. Kecamatan Dente Teladas dan Gedung Menang juga merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Tulangbawang.

“Kecamatan Dente Teladas ini memiliki luas lahan baku sawah seluas 11.873 hektar, dengan produktivitas 4,5 sampai 5 ton dan indeks pertanaman (IP) 200. Jadi setiap tahun sudah bisa melakukan dua kali tanam dan dua kali panen,” paparnya.

Pada tahun 2024 Kecamatan Dente Teladas telah teralokasi program optimalisasi lahan seluas 2.984 hektar, yang tersebar di Kampung Pasiran Jaya sebanyak 566 hektar, Kampung Teladas sebanyak 799 hektar, Kampung Teladas Baru sebanyak 939 hektar, Kampung Way Dente sebanyak 250 hektar, Kampung Dente Makmur 95 hektar, Kampung Simpang Lima sebanyak 150 hektar dan kampung Kekatung sebanyak 185 hektar.

Selain itu guna mendampingi kegiatan optimalisasi lahan tersebut telah dialokasikan bantuan berupa traktor roda empat sebanyak satu unit untuk gapoktan dente bersatu dan karya mitra utama, traktor roda dua sebanyak enam unit, pompa air sebanyak 7 unit, bantuan benih sebanyak 25 kilogram per hektar atau secara total 74,600 kilogram, kapur dolomit sebanyak 250 kilogram per hektar atau secara total 1461, 50 ton.

“Meskipun dalam perjalanannya banyak tantangan dan permasalahan yang dihadapi, saya mengajak para petani untuk terus bersemangat karena bapak ibu adalah pahlawan pangan nasional di Indonesia,” tutur Qudrotul Ikhwan.

Dirinya juga mengungkapkan hingga kini pihaknya selalu berupaya untuk mengusulkan kepada pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan alokasi anggaran ataupun bantuan di bidang pertanian.

Hal itu dilakukan guna demi kemajuan para petani di Kabupaten Tulangbawang lebih baik lagi kedepannya.

“Semogga apa yang kita tanam pada hari ini dapat tumbuh subur, sehat, serta terbebas dari serangan hama, sehingga nantinya ketika tiba waktunya panen akan memberikan hasil yang maksimal,” harapnya.**

Pos terkait