KAPOLRES TERCANTIK DI LAMPUNG – Kapolres Pesawaran, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Maya Heny Hitijahubessy saat jadi Irup Upacara Bendera HUT Bhayangkara k-78 di Lapangan Mapolres Pesawaran, 1 Juli 2024. | Polres Pesawaran/dokpri/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Dirgahayu Bhayangkara! Menyemarakkan perayaan HUT Bhayangkara ke-78 tahun ini, redaksi pilih ketengahkan, profil singkat perempuan hebat, perempuan satu-satunya yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resort (Kapolres) (di dan karenanya) “tercantik” di Lampung, Kapolres Pesawaran Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Maya Heny Hitijahubessy.
Perwira menengah (Pamen) Polri bernama lengkap gelar AKBP Maya Heny Hitijahubessy, S.H., S.IK., M.M., ini kelahiran Ambon, Maluku, 4 Agustus 1977, bungsu tujuh bersaudara dari pasangan mendiang Johanis Hitijahubessy, pensiunan Korps Bhayangkara Polda Maluku, dan mendiang Fransina Engel, ibundanyi.
Berasal dari keluarga Bhayangkara, Maya, lulusan SD dan SMP Kristen Ambon ini, usai lulus sekolah menengah atas, lantas tak menyia-nyiakan saran papa masuk Polwan.
Kendati, masih belum meminati, selulusnyi ia dari SMEA Negeri 1 Ambon medio 1995 silam, baru pada tahun berikutnya Maya ikut tes masuk Polwan, dinyatakan lulus 1997 dengan penempatan sebagai bintara polisi pangkat Sersan Dua di Satuan Brigade Mobil (Brimob).
“Masuk Polwan sebenarnya bukan kemauan sendiri. Tapi keinginan ayah yang juga seorang polisi. Karena dari tujuh anak, hanya saya yang akhirnya jadi polisi. Ini semua karena doa restu orang tua yang ingin anaknya meneruskan profesinya sebagai polisi,” ungkap Maya, kepada jurnalis Suara Maluku, Novi Pinontoan, yang mewawancarai ia medio 12 Juli 2023 lalu, dikutip.
Maya ikut pendidikan Diploma 3 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1998 hingga lulus perwira tahun 2001, ditempatkan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Satbrimobda DIY.
Lima tahun kemudian, Maya dipromosikan menjadi Wakapolsek Gondomanan Polresta Kota Yogyakarta (2006), terhitung empat bulan saja. Ia lantas kembali dipromosikan kali ini menjadi Kapolsek Kraton Yogyakarta Polda DIY kurun 2006—2009.
Simak kesan terdalamnya usai berdinas di sini ini, “Di Yogya, menjadikan pengalaman yang menarik. Karena berbaur dengan masyarakat yang sangat welcome terhadap pendatang yang heterogen. Terbuka wawasan berpikir dan belajar menjadi orang yang sabar, karena kultur atau budaya yang halus,” ungkap Maya, seperti dikisahkannyi kepada Suara Maluku.
Istri dari Welhelmus Pieter Nanlohy yang juga polisi ini, kemudian dirotasi ke wilayah hukum Polda Banten. Di sini, tiga jabatan pernah ia sandang tahun yang sama, lingkup Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten, 2009.
Lalu, ia dirotasi jadi Kapolsek Cilegon Polres Cilegon Polda Banten (2009—2014), sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Pandeglang Polda Banten 2014—2015, lalu menjadi Kepala Subbagian Perencanaan Administrasi (Kasubbagrenmin) Satbrimob Polda Banten (2015—2017), dipromosikan jadi Wakapolres Pandeglang Polda Banten hingga 2018 mutasi ke Yanma Polda Banten, sekaligus ikut Pendidikan Sespimmen tahun 2020, lalu ditugaskan jadi Kepala Bagian Operasional Satbrimobda Banten hingga 2023.
Hingga akhirnya, berdasar Keputusan Kapolri Nomor ST/1396/VI/KEP/2023 tertarikh 26 Juni 2023, Maya Heny “Nona Ambon Manise” ini dimandati tugas negara menjadi Kapolres Pesawaran, Polda Lampung, menggantikan pejabat sebelum, AKBP Pratomo Widodo.
Senada Yogya lalu Banten kini di Lampung, Maya sebelum ke Lampung mengungkapkan, selain bangga bahagia, ditugaskan di wilayah hukum beda kultur, jadi tantangan bagi ia.
“Kepercayaan dari pimpinan Polri ini, pastinya saya bangga dan bahagia. Sekaligus jadi tantangan tersendiri, karena akan memimpin kewilayahan dengan kultur, karakteristik wilayah, juga masyarakat yang beda, dimana beta adalah orang Maluku yang dipercaya jadi Kapolres di wilayah Lampung. Semoga beta dapat menjalankan amanah dan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya. Melangkah didasari kepercayaan bahwa Tuhan akan melindungi dan menyertai,” tutur pengampu Sertifikasi Ahli Pengadaan Nasional (2012), dan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun di 2016 silam ini.
Hari ini, Hari Bhayangkara 1 Juli 2024, tak ada salahnya kita ingat historiografi lahirnya, cikal bakal sejarah 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara oleh seluruh rakyat Indonesia.
Masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, pasukan keamanan dibentuk, diambil dari orang-orang pribumi, bertugas menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda kala itu. Sebanyak 78 orang pribumi direkrut sejumlah warga Eropa di Semarang tahun 1867 untuk menjaga keamanan mereka.
Masa itu ada bermacam bentuk kepolisian: polisi lapangan (veld politie), polisi kota (stands politie), polisi pertanian (cultur politie), polisi pamong praja (bestuurs politie), dan bentuk lainnya.
Meski demikian, pribumi hanya diperkenankan menjabat mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi. Kepolisian modern Hindia Belanda bentukan tahun 1897-1920 inilah cikal bakal terbentuknya Kepolisian Negara RI kini.
Tiba pendudukan Jepang, wilayah kepolisian dibagi menjadi Kepolisian Jawa dan Madura di Jakarta, Kepolisian Sumatera di Bukittinggi, Kepolisian Indonesia Timur di Makassar, Kepolisian Kalimantan di Banjarmasin.
Tak lama Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan PETA dan Gyu-Gun, tapi polisi tetap bertugas termasuk saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dilaksanakan.
Inspektur Kelas I (Lettu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pun memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia, langkah awal selain pembersihan dan pelucutan senjata tentara Jepang.
Sebelumnya, Badan Kepolisian Negara (BKN) dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), pada 19 Agustus 1945. Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).
Awalnya, kepolisian berada dalam lingkup Kementerian Dalam Negeri bernama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedang masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.
Dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 Nomor 11/S.D., per 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara bertanggung jawab langsung pada Perdana Menteri. Tanggal ini diperingati jadi Hari Bhayangkara hingga kini.
Ada pun tema Hari Bhayangkara 2024 dalam rangka HUT ke-78 Bhayangkara tahun ini: “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas”.
Tema ini disebut representatif semangat Polri dalam menunjukkan gerak dinamis progresif seiring perkembangan zaman. Menyusul tema tahun lalu, “Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai untuk Indonesia Emas”.
Tema, juga bersenyawa dengan logo Hari Bhayangkara ke-78, dengan makna tersirat dari desainnya, berupa garis-garis yang membentuk angka ’78’ menunjukkan gerak dinamis dan progresif, mencerminkan semangat Polri yang terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Elemen-elemen yang menyatu dalam logo ini melambangkan kekompakan dan solidaritas seluruh anggota Polri dalam jaga keamanan ketertiban masyarakat. Warna merah dan oranye melambangkan semangat, keberanian, dan inovasi yang terus menerus berkembang di tubuh Polri.
Kuning emas menggambarkan keunggulan, kehormatan, dan kemuliaan yang selalu Polri junjung tinggi. Lambang Polri di atas angka ’78’ melambangkan Polri sebagai penjaga Pancasila dan NKRI. Angka ‘7’ dan ‘8’ dalam logo terbuat dari garis-garis berwarna merah dan oranye yang membentuk angka secara dinamis dan modern. Warna merah dan oranye melambangkan semangat, energi, dan keberanian yang selalu dipegang teguh oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kembali ke Maya, hari ini, berpakaian dinas lengkap, Maya “tegap” merona, sejuk syukur aura wajahnyi selaku inspektur upacara, memimpin upacara bendera Peringatan HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024 tingkat Polres Pesawaran, Senin pagi cerah, 1 Juli 2024, di halaman Mapolres setempat.
Hadir lengkap, sejawat Maya sesama unsur Forkopimda Plus kabupaten ini, mulai dari Bupati Pesawaran Dr Dendi Ramadhona Kaligis, Perwira Penghubung Kodim 0421/LS Mayor CPM Eva Yuniar Kamal mewakili Dandim 0421/LS Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Esnan Haryadi.
Lalu, Komandan Pusat Latihan Tempur Marinir (Danpuslatpurmar) 8 Teluk Ratai, Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir Brigade Infanteri (Brigif) 4/BS Marinir Korps Marinir Letkol Mar Fuzi Nugraha, S.E., M.Tr.Opsla., Komandan Detasemen Polisi Militer TNI AL (Danden Pomal) Pangkalan TNI AL Lampung Mayor Laut (PM) Suhawan mewakili Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) M. Zizarudin, pejabat utama Polres Pesawaran, personil TNI/Polri, tokoh masyarakat, pemuka agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan masyarakat adat, serta ratusan tetamu lainnya.
Selain ragam kegiatan intern peringatan HUT Bhayangkara ke-78 di wilkum Pesawaran, saat upacara antara lain diisi dengan pemberian penghargaan bagi: personil Polri berprestasi jalankan tugas sesuai tupoksi, pemenang Lomba Satuan Keamanan Lingkungan Masyarakat Tingkat Polda Lampung, kepala desa berdedikasi dukung tugas Polri melalui penyerahan sukarela senpi ilegal; dan hadiah bagi juara aneka lomba taja Polres sini dalam rangka HUT Bhayangkara ini, bentuk motivasi, dengan harapan supaya dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan Polres Pesawaran kepada masyarakat Bumi Andan Jejama.
Kapolres Pesawaran berterima kasih kepada seluruh personil atas kerja keras dan dedikasi menjaga keamanan ketertiban masyarakat.
Bagi sang kapolres sendiri, penugasannya sebagai Kapolres Pesawaran saat ini tercatat menjadikan AKBP Maya Heny Hitijahubessy, perempuan Maluku ketiga yang jadi Kapolres.
Setelah, Kapolres Minahasa Utara Polda Sulawesi Utara, AKBP Grace Rahabau; dan Kapolres Maluku Tengah Polda Maluku, AKBP Rosita Umasugi.
Usai jauh sebelum, terdapat perwira Polwan asal Maluku yang sukses berkiprah di tingkat nasional, seperti mantan Sekretaris Fraksi ABRI DPR era Orde Baru yang juga pernah menjadi Wakil Gubernur Maluku, mendiang Brigjen Polisi Paula Renyaan, dan Kepala Sekolah Polwan pertama, Kolonel (kini Kombes) Herda Latuasan, serta lainnya.
“Semoga suatu saat, beta bisa dinas di Ambon,” asa AKBP Maya Heny Hitijahubessy, Juli tahun lalu. Apa pun itu, izinkan Bongkar Post turut khatur khidmat: “Dirgahayu Bhayangkara, Komandan!” (Muzzamil)







