Peserta dan narasumber FGD Transformasi Wisata Berkelanjutan Melalui Konsep Zero Waste taja Balitbangda Provinsi Lampung, di aula Balitbangda Lampung, Jl Kantor Pos 3 poros Jl Sultan Hasanuddin, Gunung Mas, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Rabu (26/6/2024). | Balitbangdaprov Lampung/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Kolaborasi atau gotong royong lintas aktor lintas sektor, atau ngetop dengan mengadopsi skema ekosistem inovasi yakni kolaborasi pentaheliks plus: Academic, Business, Community, Government, Media (ABCGM) antara kalangan akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, pemerintah, dan media massa; merupakan dan menjadi kata kunci dari sukses perencanaan, sukses pelaksanaan, dan sukses evaluasi program kerja partisipatif-teknokratik dalam upaya pencapaian tujuan wisata berkelanjutan dengan konsep zero waste (nol sampah) di Tanah Air termasuk di Lampung.
Demikian kata kunci kesimpulan bersama, taja diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) bertitel Transformasi Wisata Berkelanjutan Melalui Konsep Zero Waste, gelaran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung, di aula Balitbangda Provinsi Lampung, Jl Kantor Pos Nomor 3 poros Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Gunung Mas, Telukbetung Utara, Bandarlampung, pada Rabu (26/6/2024).
FGD yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kerja Sama, Balitbangdaprov Lampung, Putri Kartarina ini menghadirkan pembicara kunci dosen peneliti asal Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) selaku periset swakelola yang ditunjuk Balitbangdaprov Lampung, Dr. Indah Listiana.
Tiba sesi diskusi interaktif, peserta ragam latar, mulai dari perutusan organisasi perangkat daerah pemerintah kabupaten/kota, khususnya unsur Bappeda, Bapenda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga para pelaku usaha jasa wisata, pimpinan organisasi profesi kepariwisataan dan ekonomi kreatif, serta pemerhati lingkungan hidup, in charge dan tinggi animo sepanjang berlangsungnya.
Fokus bahasan lebih mengerucut pada daftar isian masalah bentang kendala dan tantangan problematik seputaran dan sekitaran sampah di lokasi wisata, sekaligus daftar solusi jitu penanggulangannya secara efektif, efisien, imparsial, inovatif, komprehensif, masif, partisipatif, progresif, terpadu, berkelanjutan. Dan, berdampak.
“Dalam rangka menuju Indonesia bebas sampah tahun 2025, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri wisata yang harus terus digalakkan untuk mencapai tujuan wisata berkelanjutan dengan konsep zero waste,” kunci moderator Putri Kartarina, menyimpulkan hasil FGD.
FGD turut menghadirkan pula dua pembahas utama yakni Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Ganjar Jationo; dan staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, Achmad John Viktor. (Muzzamil)







