Bongkar Post
Ogan Ilir,
Kapolda Sumatera Selatan Mengunjungi Panti Sosial Puluhan Remaja yang terjaring Razia diberi binaan Di Ogan Ilir.
“Para remaja rentang usia Rata-rata umur 13 hingga 16 tahun tersebut diamankan karena melakukan berbagai tindakan yang melawan hukum dan mengganggu Kamtibmas di wilayah Sumsel.
“Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Rachmad Wibowo, didampingi para PJU Polda Sumsel dan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Haryo Sugihartono,Kapolres ogan ilir AKBP Andi Baso Rahman,S,H,S,I,K,M,Si, Wakapolres Ogan ilir Hermansyah, S.H Beserta anggota membagikan bingkisan kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
Para ABH ini merupakan remaja yang terjaring razia oleh Polrestabes Palembang, dan saat ini sudah dititipkan di Panti Sosial Rehabilitasi ABH di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, (Senin, 18/3/ 2024).
Dihadapan para remaja yang terjaring razia, Kapolda Sumsel berpesan, supaya anak-anak ini tidak lagi melakukan tindakan melawan hikum dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel juga melakukan tanya jawab dengan para remaja yang saat ini dalam pembinaan Dinas Sosial Provinsi Sumsel.
“Adik-adik yang saya banggakan dan kalian lah penerus bangsa dan Sekali-kali jangan berbuat yang melanggar hukum,pesan Kapolda Sumsel,kepada puluhan remaja binaan panti sosial ogan ilir.Kapolda juga memberikan pemahaman kepada para remaja yang terjaring razia, supaya dapat mengingat jasa para orang tua yang telah susah payah membesarkan dan mendidik kita sampai sebesar ini.
“Ingat, kasihan sama orang tua kalian yang telah membesarkan, jangan lagi membuat orang tua kalian menjadi kepikiran,” Ujur Kapolda semsel
Lalu, terkait pendidikan dari anak-anak yang terjaring razia ini, Kapolda mengaku akan berkoordinasi dengan pihak panti sosial dan juga pihak sekolah masing-masing.
“Kita akan koordinasi lagi nanti, karena sekarang ini kan dalam masa ujian,
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memerintahkan Tim Dokkes Polda Sumsel, untuk melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak yang terjaring razia tersebut. Nanti kita juga akan kirim Tim Dokkes kesini, untuk memeriksa kesehatan kalian,” ujarnya.
Di akhir acara, Kapolda pun membagikan takjil kepada anak-anak untuk berbuka puasa di bulan Ramadan 1445 Hijriah ini.
“Ini juga ada pakaian yang bisa kalian manfaatkan dengan baik ya,” tutupnya.
Terpisah, Kepala UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Dian Arif mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat 28 anak yang sedang mengikuti pembinaan di Panti Sosial Rehabilitasi ABH.
“Ini anak-anak yang terjaring razia, diduga hendak melakukan tawuran di beberapa tempat di Kota Palembang,” terangnya didampingi Darwin, Kasi Rehabilitasi ABH.
Disinggung mengenai treatment yang diberikan kepada anak-anak panti, Darwin memaparkan, bahwa anak-anak ini akan ditempatkan dirumah antara terlebih dahulu.
“Lalu, anak-anak ini akan dilakukan assesment terlebih dahulu. Gunanya untuk mengetahui treatment apa yang akan diberikan kepada anak-anak tersebut nantinya,” paparnya.
Ditambahkan Darwin, lama pembinaan yang dilakukan terhadap anak-anak ini tergantung dengan asesment yang diberikan, serta pemahaman anak-anak itu sendiri.
“Kalau dari hasil asesment yang dilakukan mereka akan lama, maka kita akan berikan treatment yang lebih lama lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu remaja yang saat ini mendapatkan pembinaan dari Panti Sosial Rehabilitasi ABH mengungkapkan, bahwa dirinya berada di panti ini lantaran terjaring saat sedang nongkrong.
Saya hanya duduk di sepeda motor saat itu, terus ada teman saya yang bawa senjata tajam,Remaja wanita ini pun mengaku hanya sebagai saksi di dalam kasus tersebut, lantaran tidak mengetahui apa-apa saat ditanya oleh awak media. Rilis
Laporan : Firdaus







