Selayang pandang rangkaian acara HUT ke-342 Kota Bandarlampung. | dok. Humas Pemkot Bandarlampung/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Bunyi pidato dialektis Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, pada momentum hari istimewa, Upacara Bendera Peringatan HUT ke-342 Kota Bandarlampung di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) setempat, Jl dr Susilo, Sumurbatu, Telukbetung Utara, Bandarlampung, pada Sabtu (15/6/2024), selain berefleksi kritis, juga serba mengajak, serba menggugah, juga menebar optimisme.
Bunda Eva sapaan ia, menyebut HUT ke-342 Kota Bandarlampung yang jatuh 17 Juni 2024 bertepatan momen raya, hari libur nasional Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 Hijriah, jadi momentum memantapkan, memperkokoh tekad, semangat pengabdian membangun daerah ini untuk lebih maju lagi ke depannya.
HUT ke-342, juga saat yang tepat bagi semua pihak lakukan introspeksi dan mawas diri atas kontribusi pada masyarakat, bangsa, negara.
Orang nomor satu di Bumi Ragom Gawi itu laju mengajak warga kota guna meningkatkan semangat juang melanjutkan pembangunan kota ini lebih baik lagi masa datang.
Lima Tantangan Pembangunan Kota Kedepan
Secara spesifik, Walikota Eva Dwiana bentang lima tantangan utama yang dihadapi kota ini kedepan. Pertama, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Terkait ini, ia menggarisbawahi peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja produktif, dua clue penting bagi pertumbuhan ekonomi kota ini.
Kedua, tata kelola dan peningkatan SDM Kota Bandarlampung memadai di masing masing bidang. Pemkot ujar Bunda Eva, berupaya menggapainya dengan memprogramkan beasiswa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terseleksi, juga program pendidikan gratis dari jenjang bawah hingga pendidikan tinggi.
Bukannya apa, “Kami ingin individu di kota ini memiliki keahlian yang diperlukan untuk berkontribusi maksimal,” pidato impresifnyi, turut disimak seksama oleh unsur Forkopimda Plus, dari Wakil Walikota Deddy Amarullah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Resort Kota Kombes Abdul Waras, Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arh Tan Kurniawan, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Helmi, Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang Lingga Setiawan, dan Ketua Pengadilan Agama Tanjungkarang Mahyuda.
Ketiga, sinergitas pemerintah pusat-daerah, yang harus dijaga demi kelancaran dan efektivitas program pembangunan. Kerja sama ini menurut walikota perempuan pertama di Bandarlampung sekaligus di Lampung ini, sangat penting bahkan krusial, guna mendukung efektivitas pembangunan demi kemajuan bersama.
Keempat, bagaimana kota ini memanfaatkan kemajuan teknologi dan penggunaan media sosial agar dapat memberikan dampak kuat dan signifikan pada pembangunan.
Soal ini, pengguna aktif akun ofisial media sosial Facebook by Meta “Bunda Eva” dan Instagram plus Threads “eva_dwiana” ini, mengajak warga kota, bijak bermedia sosial.
“Saya juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, terutama media sosial, secara baik dan bijaksana, serta membangun citra positif Pemerintah Kota,” ujarnya.
Kelima, yang tak kalah perlu guna diwaspadai, penggunaan, peredaran, penyebaran narkoba yang kian merambah semua lapisan warga. “Perlu tindakan tegas mengatasi masalah ini, karena dapat merusak masa depan generasi muda dan mengancam stabilitas sosial,” lugas walikota kelahiran 27 April ini pula.
Ia mengklaim, selama masa kepemimpinannyi sejumlah masalah daerah terurai bertahap, namun begitu masih ada bagian tertentu dari program pembangunan, belum maksimal, sehingga kerja keras semua komponen warga serta jajaran birokrasi mencapai keberhasilan menjadi amat penting. “Tanpa birokrasi yang kompeten, loyal, profesional, prestasi tidak mungkin tercapai,” tandas Bunda.
Sebagai informasi, gelaran Upacara Bendera Peringatan HUT ke-342, dilanjutkan dengan Upacara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Tanjungkarang, Jl Teuku Umar, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, dipimpin oleh Bunda Eva, didampingi Wakil Walikota Deddy Amarullah, Sekda Kota Iwan Gunawan, unsur Forkopimda Plus, jajaran Pemkot Bandarlampung, anggota DPRD Kota Bandarlampung setelahnya, baru dua dari sekian agenda tersusun, rangkaian acara HUT ke-342 Kota Bandarlampung.
Nah apa saja ya, Pembaca? Yuk kita cari tahu.
Rangkaian HUT Mei-Juni
“Rangkaian HUT Bandarlampung telah dimulai Mei lalu dengan diadakannya kontes Tembang Kenangan,” kali ini ujar Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kota Bandarlampung, Ardiansyah, saat doorstop awak media, 12 Juni lalu.
Oh iya, semarak HUT juga turut diramaikan dengan pemasangan massal serentak media advertensi luar ruang berupa baliho, reklame maupun billboard di banyak titik, tepian jalan, dan pelbagai sudut kota ini. Per awal Juni.
Lantas, per linimasa selengkapnya yakni, yang telah berlangsung sejak 3 Juni lalu hingga berakhir 27 Juni 2024 mendatang ini, Gebyar Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) di 20 Kecamatan. Warga disilakan, ditunggu bahkan di kantor kecamatan masing-masing sesuai domisili.
Lalu, demi 100 persen bebas katarak, digelar Operasi Katarak yang sukses digelar 4-5 Juni 2024 lalu, bareng Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Mantap (Kontap) MOW/MOP. Apa itu?
Mewakili bapak ibu petugas penyuluh KB top PLKB, kontrasepsi mantap (Kontap), ini suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu tak terbatas, yang dilakukan terhadap salah seorang dari pasangan suami istri atas permintaan bersangkutan secara mantap dan sukarela, dapat diikuti oleh wanita pun pria.
MOW atau Metode Operasi Wanita, berupa tindakan kontap pada wanita atau istilah lain tubektomi; prosedur sterilisasi pada wanita yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma, bertujuan mencegah kehamilan permanen, faktanya ini kontrasepsi terbaik dan bisa menurunkan risiko kanker ovarium.
MOP atau Metode Operasi Pria, berupa tindakan kontap pada pria atau istilah lain vasektomi; salah satu KB permanen yang bisa dijalani seorang pria untuk cegah kehamilan pasangannya, merupakan metode kontrasepsi bersifat permanen, tapi tak menghalangi pria untuk alami ejakulasi dan orgasme.
Oke lanjut, yang berakhir tepat hari ini, 15 Juni sejak dimulai pada 10 Juni 2024 lalu, yakni Gebyar Pemeriksaan Kesehatan Penyakit Tidak Menular, Pemeriksaan Berat Badan, dan Vaksin COVID-19 di 126 Kelurahan. Seperti terpantau, paling tidak oleh para Ketua RT dan Ketua Lingkungan (Kota Bandarlampung termasuk salah satu kota di Indonesia yang menghilangkan struktur Rukun Warga/RW sejak era Walikota Eddy Sutrisno 2005-2010), pengumuman layanan publik gratis ini cukup gencar dilakukan melalui corong toa masjid di segenap penjuru kota sebelum 10 Juni lalu.
Lalu, mengakhiri rangkaian acara di Juni ini, akan dihelat Jalan Sehat HUT ke-342 Kota Bandarlampung pada 23 Juni 2024. Seperti taja tahun-tahun sebelumnya, di momen ini naga-naganya sang walikota, Bunda Eva akan kembali menabur hadiah umroh gratis dengan pemberian simbolis dana pengurusan paspor di muka, puluhan jumlahnya. Seperti epik terekam kamera, rerata –bahkan mayoritas, warga kota penerima hadiah istimewa undian kupon jalan sehat ini berurai air mata haru biru tatkala mendapati nomor kupon undian yang kerap telah “lecek” di genggaman, tetiba disebutkan MC heboh jalan sehat, sebagai pemenang hadiah umroh gratis tersebut.
Rangkaian HUT di Juli Nanti
Selanjutnya, memasuki Juli, tepat 8-15 Juli, warga kota akan kembali disuguhi enam taja serba-serbi tak kalah bikin hepi. Mulai dari Pameran Pembangunan atau Bandarlampung Expo 2024 di Lapangan Saburai Korem 043/Gatam, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Bandarlampung, pada 8-15 Juli 2024.
Ada pula, sebanyak lima taja tematik Begawi Bandarlampung, yang meliputi Pentas Seni Siswa-Siswi SD dan SMP, dan Performansi Komunitas Musik, pada 9-14 Juli 2024. Ada juga, Lomba Makanan Khas Lampung dan Jajanan Pasar pada 10 Juli 2024.
Ada lagi Lomba Solo Song Antar Guru Sekolah SD dan SMP se-Kota Bandarlampung pada 11 Juli 2024. Diteruskan, Lomba Solo Song Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 20 Pemerintah Kecamatan se-Bandarlampung pada 12 Juli 2024. “Lomba solo song dangdut untuk kepala OPD, camat, kepala bagian, guru SD dan SMP,” info berharga Kadis Pariwisata Kota, Ardiansyah, di 12 Juni lalu itu.
Meski pun konfirmasi tempat pelaksanaan pasti belum lagi terpublikasi, namun begitu dengan merujuk keterangan Kadis Ardiansyah maka besar kemungkinan empat taja Begawi Bandarlampung ini juga dipusatkan di area Lapangan Saburai Enggal.
Ada pula lainnya, terakhir yakni Street Festival berupa pawai budaya dan pawai kendaraan hias pada 14 Juli 2024. Mengacu gelaran sebelum-sebelumnya, titik lokasi start dan finish acara ini, yakni di area Tugu Adipura (Bundaran Gajah) Enggal Bandarlampung.
“Street Festival? Di pawai budaya kita akan tampilkan budaya Lampung, Tiongkok, Banten, dan budaya Nusantara lainnya. Sementara di pawai kendaraan hias nanti kita koordinasi dengan pimpinan (Walikota, red) apakah (pesertanya) perwakilan Kecamatan atau Kelurahan, atau BUMD serta swasta,” tutur Ardiansyah, mantan Kadis Perindustrian Kota Bandarlampung ini lagi.
Nah, panjang kali lebar itu dia duhai pembaca terutama warga Kota Bandarlampung, apa saja rangkaian acara HUT ke-342 Kota kelahiran 17 Juni 1682 ini, yang ditetapkan berdasarkan hasil Simposium Hari Jadi Kota Tanjungkarang-Telukbetung 18 November 1982, serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Tanjungkarang-Telukbetung Nomor 5/1983 tertanggal 26 Februari 1983, berdasarkan sumber sejarah yang berhasil dikumpulkan.
Dimana, terdapat catatan era Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, berdasar laporan Residen Banten William Craft pada Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Cornelis, didasarkan pada keterangan dari Pangeran Aria Dipati Ningrat atau Duta Kesultanan yang disampaikan kepadanya pada 17 Juni 1682, antara lain berisikan “Lampong Telokbetong di tepi laut adalah tempat kedudukan seorang Dipati Temenggung Nata Negara yang membawahi 3.000 orang” (Deghregistor yang dibuat dan dipelihara oleh pimpinan VOC halaman 777 dst.).
Di era kolonial Belanda, wilayah kota ini masuk wilayah Onder Afdeling Telokbetong yang dibentuk berdasar Staatsbalat 1912 Nomor 462, terdiri dari ibu kota Telokbetong sendiri dan daerah sekitar. Sebelum 1912, Ibukota Telokbetong meliputi Tanjungkarang juga, sekitar 5 Km utara Telokbetong [Encyclopedie Van Nedderland Indie, D.C.STIBBE bagian IV].
Ada pun, ibu kota Onder Afdeling Telokbetong ialah Tanjungkarang, Kota Telokbetong sendiri berkedudukan sebagai ibu kota Karesidenan Lampung. Kedua kota ini tak termasuk dalam Marga Verband, melainkan berdiri sendiri dan dikepalai seorang Asisten Demang tunduk kepada Hoof Van Plaatsleyk Bestuur selaku Kepala Onder Afdeling Telokbetong.
Lalu, giliran era pendudukan Jepang, Kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan Si (Kota) dibawah pimpinan seorang Sicho (bangsa Jepang) dibantu seorang Fuku Sicho (bangsa Indonesia).
Dan barulah, sejak pekik Merdeka!, Merdeka!, Merdeka!, membahana sepenjuru Republik, Kota Tanjungkarang dan Kota Telokbetong jadi bagian Kabupaten Lampung Selatan hingga terbit Undang-Undang Nomor 22/1948 yang memisahkan kedua kota dari Lampung Selatan dan mulai diperkenalkan dengan sebutan Kota Tanjungkarang-Telukbetung.
Selanjutnya, status Kota Tanjungkarang dan Kota Telukbetung terus berubah dan alami beberapa kali perluasan hingga pada 1965 pascapenaikan status Karesidenan Lampung jadi Provinsi Lampung berdasar UU Nomor 18/1965, Kota Tanjungkarang-Telukbetung berubah jadi Kotamadya Daerah Tingkat II (Kodya Dati II) Tanjungkarang-Telukbetung sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Lampung.
Berdasar Peraturan Pemerintah 24/1983 (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3254), Kodya Dati II Tanjungkarang-Telukbetung berubah jadi Kodya Dati II Bandarlampung.
Lalu, berdasar Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43/1998 tentang Perubahan Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II se-Indonesia yang lalu ditindaklanjuti dengan Keputusan Walikota Bandarlampung Nomor 17/1999 terjadi perubahan penyebutan dari Pemerintah Kodya Dati II Bandarlampung jadi Pemerintah Kota Bandarlampung hingga kini.
Siapa saja tokoh yang pernah memimpin kota ini? Sebut saja, mulai dari walikota pertama, Sumarsono era 1956-1957; walikota kedua, yang kelak putranya menjadi dua periode Gubernur Lampung 2003-2013 Komjen Purn Sjachroedin ZP dan dua cucunya, jadi Bupati Lampung Selatan 2010-2015 Rycko Menoza SZP dan satu jadi Wakil Bupati Pringsewu 2007-2012 Handitya Narapati SZP, yakni Zainal Abidin Pagar Alam era 1957-1963.
Walikota ketiga, memimpin 1963-1969, kelak mantunya dua periode Bupati Tulang Bawang 2002-2012 Abdurrahman Sarbini (Mance), cucunya Bupati Pesawaran 2010-2015 Aries Sandi Darma Putra, yakni Alimudin Umar; walikota keempat, nahdliyin tulen, kelak putranya menang terpilih Pilgub Lampung 2002 nun gagal terlantik hingga kini: M Alzier Dianis Thabranie, putrinya anggota DPD/MPR 2004-2009 dapil Lampung dan pernah gagal mencalon walikota pada Pilwalkot langsung pertama 2005: Haryanti Syafrin, putranya yang lain berpuncak karir jadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Kabinet Indonesia Bersatu II SBY-Budiono 2011-2014: Sapta Nirwandar, yakni HM Thabranie Daud medio 1969-1976.
Lanjut, walikota kelima, Fauzi Saleh 1976-1981; walikota keenam Zulkarnain Subing 1981-1986; walikota ketujuh, dikenang sebagai “walikota gila taman” alias “wagiman”: Nurdin Muhayat medio 1986-1991; walikota kedelapan, walikota era transisi rezim otoriter Orde Baru menuju rezim demokratis, Suharto kurun 1996-2005, lanjut Walikota kesembilan, walikota pertama produk politik Pemilukada langsung pertama Eddy Sutrisno era 2005-2010; dan, walikota ke-10, dikenal irit bicara banyak bekerja selain figur pemimpin berani ambil risiko (risk taker) dan dikenang sebagai Bapak Pembangunan, Herman HN memimpin dua periode 2010-2021 dan istri tercinta, walikota ke-11, Eva Dwiana, memimpin per 2021 lalu hingga 2025 nanti.
“Bandarlampung adalah sebuah kota dengan sejuta kenangan, harapan dan impian. Dirgahayu ke-342 Kota Bandarlampung. Semoga terus maju dan rakyatnya makmur serta sejahtera,” khatur unggahan media sosial Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, yang juga Koordinator Wilayah (Koorwil) II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) se-Sumatera Bagian Selatan ini, pada Sabtu (15/6/2024) siang. (Muzzamil)







