Deputi Bidang Penempatan Dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Lasro Simbolon, saat jumpa pers di Mapolda Lampung di Lampung Selatan, pada Senin (1(7/2024).| dok BP3MI Lampung/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sengaja hadir dan turut merayakan Peringatan HUT Bhayangkara ke-78 Tahun 2024 di Mapolda Lampung, Jl Terusan Ryacudu, Desa Way Huwi, Jati Agung, Lampung Selatan, sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada Polda Lampung terkait upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kepala BP2MI Benny Rhamdani melalui Deputi Bidang Penempatan Dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Lasro Simbolon, dalam siaran persnya yang turut diterima Bongkar Post di Bandarlampung pada Senin (1/7/2024) mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan ke Polda Lampung atas upaya telah dilakukan dalam penindakan TPPO.
“Dalam rangka perayaan Hari Bhayangkara ke-78, dengan sengaja kami BP2MI berikan piagam penghargaan kepada Kapolda Lampung Irjenpol Helmy Santika dan Wakapolda Lampung Brigjenpol Ahmad Ramadhan serta jajaran,” ujar Lasro Simbolon.
Selain itu, ujar dia, BP2MI juga memberikan penghargaan serupa kepada 22 orang tim dari Polda Lampung yang telah menindak pelaku TPPO, sebagai bentuk penyemangat atas prestasi penindakan TPPO.
“Ada pun capaian yang dilakukan Polda Lampung ini kami apresiasi. BP2MI akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam upaya pencegahan, pemberantasan praktik-praktik sindikasi penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal di berbagai negara,” ujarnya.
“Ini musuh bersama dan sindikasi yang dilatarbelakangi praktik percaloan dengan niat bisnis kotor hingga mengorbankan anak-anak negeri. Semua berkat peran dari Polda Lampung secara khusus dapat diatasi. Maka dari itu Polda Lampung layak diberikan penghargaan tersebut atas dedikasi dalam memberantas TPPO,” tandas Lasro.
Disebutkan, dari kurun 2023 hingga semester I-2024, Polda Lampung telah menangani 11 kasus TPPO, menyelamatkan 37 korban TPPO, dan menetapkan 7 tersangka yang ditahan.
Pelaku sedang diproses penegakan hukum
“Layanan perlindungan melibatkan seluruh stakeholder dan harus bekerja keras serta bersinergi memerangi TPPO,” kata Lasro, menggarisbawahi pemangku kepentingan di pusat dan daerah harus bersinergi sehingga menjadi kunci keberhasilan, dengan harapan warga Lampung tak lagi jadi bulan-bulanan praktik korban praktik sindikasi.
“Korban TPPO di luar negeri diperjualbelikan, dieksploitasi fisik, rohani, bahkan seksual. Serta tak jelas pengupahan, perlindungannya, ini yang harus diperangi bersama. BP2MI selalu berkordinasi dengan Polda Lampung, dan TPPO ini praktik yang tidak dibenarkan!” lugas dia.
Tercatat, hingga kini jutaan PMI bekerja di luar negeri, hanya 3,7 juta yang resmi. “Sekarang, ada 5 jutaan orang telah resmi, dan BP2MI tak pernah berhenti memberantas sindikat ini. Semua ini akan dikerjakan, jadi penyemangat. Sikat Sindikat!” pungkas Lasro Simbolon.
Sementara, Kepala Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Lampung, Gimbar Ombai Helawarnana, menambahkan, pihaknya memberi penghargaan atas kinerja Polda Lampung dalam pencegahan TPPO, usai sepanjang 2023-2024, ada 7 kasus terkait pencegahan TPPO indikasi penempatan PMI ilegal berhasil diungkap.
“Polda Lampung penting diberi penghargaan ini yang langsung diberikan pimpinan kami pada hari Bhayangkara ke-78,” kata Gimbar,
demi bersinergi dengan Polda Lampung berantas TPPO, pihaknya memberdayakan potensi Relawan Pekerja Migran Indonesia (KAWAN PMI) Kabupaten-Kota se-Lampung.
(Muzzamil)







