Benteng Kompeni di Desa Galih Lunik Dikelola Sebagai Wisata Cagar Budaya

  • Whatsapp

LAMPUNG SELATAN – Benteng Kompeni yang dahulu digunakan sebagai pabrik pengolahan besi sepeninggalan Belanda yang berlokasi di Dusun Tambang Besi, Desa Galih Lunik, Kecamatan Tanjung Bintang. Akan dikelola sebagai cagar budaya oleh Desa setempat.

Dijadikannya bangunan pabrik pengolahan besi tua sebagai cagar budaya, dikarenakan Benteng Kompeni itu sendiri memiliki banyak makna sejarah.

Bacaan Lainnya

Sekilas, bangunan tua yang berdiri pada abad ke-18 silam, merupakan bangunan Benteng Kompeni yang difungsikan sebagai pengolahan biji besi yang bahan bakunya diambil dari berbagi wilayah. Tak hanya pengolahan besi, uang koin yang berbahan dasar dari logam mulia juga diproduksi disana.

Uniknya lagi, pada bangunan tersebut, terdapat banyak terowongan yang menghubungkan ke bangunan sepeninggalan Belanda lainnya, bahkan ada pula terowongan yang terhubung ke berbagai wilayah yang ada di Povinsi Lampung.

“Karena bangunan pabrik pengolahan besi peninggalan belanda itu punya makna sejarah. Selain berwisata, pengunjung juga bisa belajar sejarah secara langsung,” ucap Kepala Desa Galih Lunik, Mitra Adi Candra kepada Bongkar Post, Senin (21/3).

Sayangnya, pintu masuk kedalam Benteng Kompeni untuk menuju terowongan-terowongan yang dimaksud saat ini sudah tertutup dan tertimbun oleh tanah. Dikarenakan bangunan tersebut beroperasi semasa penjajahan Belanda.

Bahkan informasinya, disekitar bangunan Benteng Kompeni masih banyak harta sepeninggalan Belanda yang tertimbun. Namun, tak ada seorangpun yang berani mengais, karena tempat itu terkenal mistis.

“Kalau harta peninggalan belanda saya kurang tahu, tapi kemungkinan besar masih ada yang tertimbun. Orang juga nggak ada yang berani masuk kedalam, pintunya juga sudah tertutup tanah, jadi harus digali dulu,” jelasnya.

Rencananya, cagar budaya Benteng Kompeni bakal secepat mungkin dilaunching. Kemungkinan, sebelum Bulan Suci Ramadhan, pabrik pengolahan besi tua di Desa Galih Lunik ini sudah bisa dikunjungi.

“Maunya ya secepat mungkin, tapi Insya Allah sudah dibuka sebelum bulan puasa. Sekarang tempatnya (Benteng Kompeni) masih dibersihin sama warga,” pungkasnya.

Cagar budaya Benteng Kompeni Desa Galih Lunik sendiri dilindungi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang isinya; dilarang merusak, mencuri, memisahkan sebagian atau keseluruhan cagar budaya dari kesatuannya, serta membongkar tanpa izin Pemerintah.

(Fir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *