Ada ‘Mbah Google’ di Peluncuran Majalah Natar Agung, Saatnya Mendunia

Jajaran manajemen Majalah Natar Agung. | dok/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

LAMPUNG SELATAN – Pecah di kepala itu gagasan, ‘pecah di perut’ kode terjaganya kerahasiaan, pecah di kaki berarti tereksekusinya harapan.

Demikian pula dengan harapan profesional korporat Sunano, demi turut jadi saksi sejarah lahir Majalah Natar Agung lewat taja Grand Launching Majalah Natar Agung, di Hotel Raden Intan RM Begadang II Branti Raya, Natar, Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (27/10/2024).

Pimpinan PT Konverta Mitra Abadi Lampung, korporat manufaktur suplai peralatan industri dan produsen boks dan packing karton dirian Mei 1997 beroperasi Februari 1998 berbasis di Jalinsum KM 29 Nomor 178 Haduyang Natar, merespons positif kehadiran Majalah Natar Agung yang dia sebut membawa harapan besar tak hanya secara kewilayahan bagi proses perjuangan pemekaran calon DOB Natar Agung, juga sosial kemasyarakatan bagi warga Kecamatan Natar itu sendiri.

Impresif menyebut notabene selama ini belum pernah ada sebuah media massa yang ambil nama kecamatan jadi nama identitas resmi. “Ya baru Natar Agung ini,” sebut Sunano.

“Biasanya, media-media lebih tertarik pakai nama-nama yang sudah populer, misal nama kota besar, nama pulau, bahkan nama provinsi sehingga dinamainya Majalah Natar Agung ini terobosan luar biasa bagi warga Natar. Bisa saja suatu ketika akan banyak orang bertanya ke Mbah Google terkait nama Natar Agung, Mbah Google akan jawab ‘Natar adalah nama sebuah kecamatan di Indonesia’,” dedah dia.

Sama hepi, pendakwah asal Natar, Abdullah Ali menyebut hadirnya Majalah Natar Agung versi cetak pun digital jadi sebuah terobosan nama yang mungkin sebelum-sebelumnya, tidak terpikirkan. ”Sebagai warga Natar saya tentu bangga Natar dijadikan nama media.”

Seturut, wartawan senior kini Wakil Ketua Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Cagub-Cawagub Lampung Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela Chalim (Mirza-Jihan), Mirwan Karim; menyebut pemberian nama Natar Agung bagi majalah ini, inovasi luar biasa. “Saya bangga inovasi ini. Kreasi junior dunia pers khususnya di wilayah calon DOB Natar Agung,” tutur dia.

Mereka dan lainnya, khidmat simak seremoni peluncuran majalah, jua paparan narasumber Dialog Publik ‘Masa Depan DOB Natar Agung Pasca Pilkada Serentak’ mendedah tantangan dan peluang DOB Natar Agung mendatang.

Yakni Sekda Lampung Utara 2003-2008, Pj Bupati 2008-2011 lanjut Bupati Tulangbawang Barat 2011-2016, Wagub Lampung 2014-2019, kini Ketua TPT Mirza-Jihan, Bachtiar Basri; dan dosen Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (USBRJ) Dr. Idham Manaf, S.Ag, S.H., M.H., CP.CLE., C.PM., konsultan hukum majalah ini.

Om Bach sapaan Bachtiar Basri, mendukung hadirnya Majalah Natar Agung, menekankan pentingnya media massa lokal dalam mencatat perkembangan daerah, berharap majalah ini dapat jadi bagian saksi sejarah pembangunan di Natar dan sekitar.

Meski sadar kendala “interupsi” konstitusional masih berlakunya moratorium pemekaran daerah, Om Bach menyebut bakal DOB Natar Agung telah amat layak jadi daerah otonom terpisah dari Lampung Selatan induknya.

“Natar Agung telah layak jadi DOB. Selain luas wilayah, jumlah penduduk amat memadai, potensi sumber alam, sumber daya manusia yang dimiliki Natar Agung saya rasa mampu mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah). Di wilayah Natar Agung banyak pabrik besar hingga potensi tersebut bisa dijadikan modal untuk sumber PAD,” tutur Om Bach.

Dari itu sadar peluang, “Namun, potensi itu harus dibarengi dukungan pimpinan daerah yang punya komitmen kuat mem-back up tahapan proses pemekaran. Karena itu saran saya, manfaatkan momen Pilkada ini, jadikan alat perjuangan pegiat pemekaran ini untuk memilih pemimpin yang punya hubungan luas dan akses, ke pusat. Pemimpin yang punya komitmen itu, ada pada diri Mirza-Jihan,” imbuh Om Bach ‘bervitamin’, berbuah gemuruh aplaus meriah ratusan hadirin.

Senada Om Bach, Idham Manaf optimistis cita-cita lahirnya DOB Natar Agung bakal terwujud, setidaknya demi melihat perjuangan gigih panitia pemekaran. “Yang jelas, panitia yang ada ini harus terus berjuang wujudkan cita-cita masyarakat lima wilayah kecamatan calon DOB Natar Agung,” Idham melugaskan.

Ada pun, manajemen Majalah Natar Agung, berkantor di Jl Alamsyah Ratu Perwira Negara 17 Desa Mandah Natar. Dijejali unsur Panitia, duduk di Dewan Penasihat, Irfan Nuranda Djafar CES, Rektor Universitas Islam An-Nur Dr KH Andi Warisno, Ali Sopian, SH, C.P.M., mantan Wabup Lamsel Eki Setiyanto, Fajrun Najah Ahmad, M. Apun Syaripudin MSi, dan Sopadli SY, M.E.Sy., M.H.

Di Dewan Pembina, kini Ketua DPRD Lamsel peraih suara sah Pileg DPRD Kabupaten/Kota tertinggi se-Lampung Erma Yusneli MM, kini aleg Fraksi NasDem DPRD Lampung Jasroni, Hendry Gunawan, Miftahul Bahri, Komiruddin Imron Lc, Sahrul, Supri, M Akyas, Azmi Aziz, Taufik David Syafri, M Agus Budiantoro MH, Sunano MM, dan Misman.

Selaku Pimum Heri CH Burmeli, Pimprus Diah Anika Fahrani, konsultan hukum LBH Masa Perubahan diperkuat M Latief, Umar Usman, Busroni, A Faanzir Farami, Ishak Suryadi, dan M Imam Attaqwa. Terpisah, Dr Idham Manaf.

Selaku Pemred/Penanggung Jawab Syahidan, Wapemred Mamad Rahmad, Redpel Wahyu Agung dibantu empat redaktur: M Arif S Sakti, eks wartawan Koridor Budiono Syahputro, eks pewarta foto Lampung Post Dairul Brahap, dan Yansen Pakuan.

Barisan ujung tombak, dikomandoi Koorlip Mara Kalianda, redaktur M Arif S. Sakti (Natar sekitarnya), Hifni, Yulius Ilham (Jati Agung), Dasman (Tanjung Bintang dan Tanjung Sari), Usman Afandi (Merbau Mataram).

Dibantu desainer grafis dan editor Ka Atu Deni dan Hifni, fotografer Usman Afandi, Nizam Virgo Ardi, Dianis Aditya. Tim digital dan media sosial Wahyu Agung, Ka Atu Deni, Rani, Arif Ashifudin. Serta Tim Iklan, Distribusi dan Pemasaran Arif Ashifudin, Dianis Aditya.

Meminjam diksi yang lagi tren, keberlanjutan, nasib proses pengusulan pemekaran DOB Natar Agung dipastikan terus berlanjut. Ini jika merujuk hasil kesepahaman terbatas Ketua Umum Panitia Pemekaran DOB Natar Agung, Irfan Nuranda Djafar CES, didampingi ketua harian Syahidan, sekretaris Ali Sopian dan lainnya, saat beraudiensi ke Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, 4 September 2024. (Muzzamil)

Pos terkait