Artikel
Nabi Ibrahim as Mengumandangkan Panggilan Berkunjung ke Baitullah
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah Al-Hajj, mengemukakan hal-hal yang berhubungan degan haji. Nama ini sudah dikenal sejak zaman Rosulullah. Nama Al-Hajj merupakan satu-satunya nama yang dikenal untuk surah ini.
Penaman ini karena diuraikan perintah Allah swt pada Nabi Ibrahim as agar mengumandangkan panggilan berkunjung ke Baitullah serta beberapa uraian ibadah haji dan manfaatnya.
Ini merupakan surah kedua puluh dua dalam Al Qur’an terdiri dari 78 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Madaniyyah, artinya diturunkan setelah Rosulullah hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang keseratus lima jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam Al-Qur’an. Dia turun sesudah surah An-Nur dan sebelum surah Al-Munafiqun.
Tujuan pokok dan tema utama surah ini adalah mendorong manusia guna mencapai ketakwan yang mengantarnya terhindar dari putusan Ilahi yang adil untuk meraih anugerah-Nya di hari berkumpul semua mahluk kelak di padang Mahsyar.
Walaupun ayat ini berbicara tentang haji, namun ia turun sebelum ditetapkannya kewajiban haji bagi umat lslam. Rukun lslam kelima menjadi wajib setelah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah melalui ayat-ayat surah Al-Baqarah dan surah Ali Imran.
Demikian juga dengan izin berperang, belum perintah. Peperangan pertama Rosulullah adalah perang Badr pada tahun kedua Hijriyah penaggalan lslam. Demikian tafsir Al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. Al-Hajj (Haji) 22: 27 – 29
Ayat 27, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”
Ayat 28, “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat buat mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hati yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Dia berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan berilahkanlah untuk dimakan oleh orang yang sengsara lagi fakir.”
Ayat 29, “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan hendaklah mereka melakukan tawaf di al-Bait al-‘Atiq.”
Tafsir QS. Al-Hajj (Haji) 22: 27 – 29
Tafsir ayat 27, banyak unta yang lelah dan kurus karena jauhnya perjalanan bagi yang datang dari segenap penjuru.
Tafsir ayat 28, panggilan itu agar mereka menyaksikan dengan mata hati sehingga mendapatkan manfaat diniawi dan ukhrowi yang besar dan banyak melalui pertemuan dan aktivitas mereka. Memperoleh ketenangan batin dengan pengampunan dan ganjaran Ilahi atas ketulusan mereka mengunjungi rumah-Nya.
Menyebut lebih banyak nama Allah swt pada hari Arafah atau hari Lebaran 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq 11 -13 Dzulhijjah. Rezeki binatang ternak saat penyembelihan hewan qurban berupa kambing, sapi, kerbau, dan unta.
Tafsir ayat 29, menghilankan kotoran akibat perjalanan jauh dan keringat saat berihram dengan menggunting atau memotong rambut, kuku, dan segala macam najis dan kotoran. Kata al-atiq artinya tua karean Ka’bah adalah rumah peribadatan tertua.
Ya Allah, mudahkanlah kami memenuhi panggilan-Mu pergi ke Baitullah. Kabulkanlah permohonan kami. Wallahu a’lam bishowab.







